Halaman

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2021

Swiss-Belhotel Lampung Gelar Kegiatan Rutin Donor Darah

Bandarlampung - publiklampung.com -- Swiss-Belhotel Lampung bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Indonesian Hotel General Manager Association (DPP IHGMA)  mengadakan donor darah yang diadakan di Pesawaran Meeting Room Swiss-Belhotel, Rabu (10/2). Program sosial yang rutin dilaksanakan 3 bulan sekali itu diperkirakan dapat mengumpulkan hingga rata-rata 50-100 kantung darah.

Human Resource Management Swiss-Belhotel Lampung, Erna N Nurza menjelaskan, selain diikutsertakan oleh seluruh karyawan dan staf Swiss-Belhotel, turut dihadiri juga oleh perusahaan swasta, pemerintah daerah, dan juga masyarakat umum. Hal tersebut sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian masyarakat di bidang kesehatan.

"Acara ini merupakan agenda rutin kami setiap 3 bulan sekali, Tapi beberapa bulan kemarin sempat terhenti akibat adanya pandemi covid-19. Terakhir kami melaksanakan donor darah itu di januari 2020, dan ini baru mulai lagi. Karena ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian kami untuk saudara-saudara yang sedang membutuhkan donor darah," ujarnya

Walaupun masih dalam masa pandemi covid-19, Kegiatan donor darah yang berlangsung ini tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan, dimana para pendonor akan diwajibkan untuk memakai masker dan mencuci tangan, melakukan cek suhu, dan tetap menjaga jarak.

dr. Firmasnyah Roni, yang merupakan seorang dokter penanggung jawab PMI Lampung mengatakan jika program donor darah ini dinilai sangat membantu di masa pandemi saat ini.

"Di era pandemi ini kegiatan seperti ini sangat membantu. Terutama membantu masyarakat dalam menyediakan darah. Karena kebutuhan darah dalam PMI saat ini dalam 1 hari nya mencapai 100-150 kantong." Ungkapnya

Didalam wawancaranya, ia juga menyampaikan syarat-syarat agar bisa menjadi seorang pendonor.

"Jika untuk seseorang yang pernah terkena covid-19, ia boleh melakukan donor di selang waktu 3 bulan setelah ia dinyatakan negatif dan tidak bergejala, kemudian kalau untuk masyarakat yang sehat, kita menganjurkan untuk seseorang yang usianya 17tahun keatas, memiliki berat badan diatas 45kg, dan nanti kita akan periksa kesehatan sederhana, jika dinilai layak untuk donor maka ia bisa langsung melakukan donor darah. Darah yang sudah diambil pun nantinya akan kita ambil sebagai sampel untuk kita lakukan uji lab PMI, kalau darahnya terdapat masalah, akan kita hubungi si pemilik darahnya melalui nomor telfon yang tercantum pada saat pendaftaran dan darah tersebut akan kita musnahkan karena darah tersebut tidak bisa kita gunakan." Pungkasnya

dr. Firman menghimbau kepada masyarakat untuk jangan takut dengan donor darah, karena belum ada bukti ilmiah yang menyatakan jika covid-19 bisa menular melalui darah.

Senin, 08 Februari 2021

Mengutamakan Kualitas, Destinflorist Pastikan Menghasilkan Produk Terbaik

Jakarta - publiklampung.com --  Bunga merupakan salah satu lambang berkonotasi romantis yang memiliki tampilan visual yang menarik, sehingga seringkali seseorang memberikannya untuk berbagai tujuan baik kepada saudara, teman, keluarga, ataupun rekan bisnis. Selain itu, bunga juga dapat digunakan sebagai penyalur perasaan mulai dari kesedihan, kesenangan, dan kasih sayang.

Distinflorist, merupakan salah satu bisnis yang bergerak di jasa florist di Bandar Lampung yang menyediakan berbagai macam produk bunga, diantaranya Bunga potong, Parsel, Bouquet bunga, Roncean melati, Bunga tabur, dan lain-lain, dengan harga yang dibandrol mulai dari Rp15 ribu sampai Rp1,5 juta rupiah.

Selain itu, Distinflorist juga siap memenuhi pesanan masyarakat provinsi Bandar Lampung untuk mengucapkan berbagi rasa kebahagiaan ataupun turut rasa kesedihannya kepada teman, keluarga, rekan bisnis, perkantoran, maupun perusahaan, dalam bentuk ucapan berupa papan karangan bunga.

Berawal dari hobi dan kecintaannya terhadap bunga, Alvidistin (24) yang merupakan anak dari seorang ibu yang juga seorang pebisnis bunga, jadi termotivasi untuk membuka bisnis florist nya mulai tahun 2011 silam.

Dengan dibekali bakat yang terampil dalam pengerjaan dan merangkai bunga, Distin mampu menghasilkan sebuah karya dan karangan bunga yang berkualitas dengan hasil yang memuaskan.

Distin mengatakan jika didalam menjalankan bisnisnya, ia selalu mengutamakan kualitas produk.

“Sebisa mungkin kita akan menjaga kualitas dengan harga yang menjanjikan, sehingga bisa di order oleh semua kalangan, Makanya yang kita kasih ke customer kalau memang gak layak ya gak akan kita jual,” ujarnya, Selasa (9/2)

Dalam pemasarannya, toko bunga yang beralamat di Jalan Purnawirawan II No.21, Gunung Terang, Kota Bandar Lampung ini juga menyediakan pemesanan via online. Dimana pelanggan dapat menghubungi kontak yang tersedia di bio instagram @distinflorist dengan jangka waktu H-1 dari hari pengambilan agar bunga yang dikerjakan mendapatkan hasil yang maksimal.

Didalam wawancaranya, Distin mengatakan jika terkhusus bouquet bunga hidup yang dipasarkan olehnya dapat bertahan dengan jangka waktu 3-5 hari. Ia juga memberikan saran kepada pelanggannya agar tidak terlalu lama menyimpan bouquet bunga hidup ditempat yang terkena matahari langsung sehingga bouquet tidak mudah layu dan rusak.

Omah Kado, Menawarkan Berbagai Macam Varian Hampers Unik

Bandarlampung - publiklampung.com -- Meningkatnya kebutuhan hampers dimasa pandemi covid-19, menjadikan bisnis hampers dan kado online menjadi semakin subur. Hal itu dikarenakan banyaknya momen kebersamaan yang tidak bisa dihadiri akibat adanya peraturan untuk selalu menjaga jarak dan menghindari keramaian sehingga hampers menjadi alternatif agar tetap bisa menjalin rasa kekeluargaan.

Omah Kado misalnya, toko yang beralamat di Jalan Pramuka, Gang Sebuay, No 4, Bandar lampung ini menjual beberapa macam jenis hampers dengan beberapa varian macam paket sesuai request dari customer, diantaranya hampers vitamin, hampers alat sholat, hampers skincare, hampers natal, hampers lebaran, hampers new year, hampers baby, dan lain-lain.

Annisa Efri Mustikasari (25t), Owner dari Omah Kado mengatakan jika ia memulai bisnis hampersnya sejak tahun 2016 silam.

“Awalnya aku suka pesen sesuatu yang unik dan yang bisa dibuat sesuai selera, tapi kok mahal gitu. Lalu aku inisiatif untuk membuka bisnis sendiri di tahun 2016, itu masih belum  banyak usaha hampers gitu. Lalu kebetulan pacar aku bisa design untuk buat lukisan digital. Jadi aku prototipe untuk jualan aja,” ujarnya, Selasa (9/2). 

Awalnya, Annisa hanya memasarkan produknya melalui broadcast BBM kepada rekan-rekannya, dan menurutnya itu cukup menghasilkan. Setelah beberapa waktu, Annisa membuka akun instagram @omahkadobdl, dan pada saat itu lah penjualan hampers dan kado by Omah Kado mulai membludak.

Selain menyediakan produk hampers, Omah Kado juga menyediakan beberapa produk kado lain seperti gift frame, ballon bouquet costum, souvenir, parcel, karikatur, dan bucket bunga dengan harga yang dibandrol mulai dari Rp150 ribu sampai Rp 350 ribu, dan untuk karikatur ukuran besar dibandrol dengan harga mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 5 juta rupiah.

Dalam pemesanannya, Annisa mengatakan jika customer disarankan untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp yang tertera di bio instagram @omahkadobdl

“Alur order nya itu biasanya langsung melalui WhatsApp, nanti customer akan konsultasi mengenai hampers nya bakal diisi apa aja. Lalu setelahnya dari omah kado akan mengirimkan format order dan diminta untuk bayar uang muka atau full payment. Nah untuk hampers yang best seller itu kan biasanya barangnya sudah ready, jadi pesen hari ini besok sudah jadi, kalau yang pesan dua hari baru jadi.” Ungkapnya

Omah Kado juga melayani pemesanan luar kota dengan alur pemesanan yang sama. Namun sebelumnya admin Omah Kado lebih dulu akan melakukan konfirmasi mengenai biaya ongkos kirim kepada customer.

Untuk pemesanan luar kota, Omah Kado selalu memberikan pelayanan pengemasan terbaik. Dengan menggunakan pengemasan kayu, produk hampers dan kado dinilai akan selalu aman sampai tujuan.

Rabu, 03 Februari 2021

Lian's Kitchen Produksi Cake Rumahan yang Diminati Masyarakat.

Lampung Utara - publiklampung.com -- Kuliner yang ada di Provinsi Lampung semakin hari semakin meningkat, kreatifitas  yang dimiliki masyarakat Lampung di bidang kuliner semakin membaik dan memiliki nilai jual yang baik.

Tidak kalah saing dengan produk kuliner mahal, produk kuliner UMKM dan produk rumahan pun juga memiliki nilai jual yang tinggi, di Lampung pun pemerintah sangat mengapresiasi kepada masyarakatnya yang ingin mengembangkan usaha dengan mengembangkan karya kreatifitasnya.

Di Lampung Utara produk rumahan  banyak digemari masyarakatnya salah satunya adalah Lian’s Kitchen , Lian’s Kitchen berlokasi di Desa Suka Menanti, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, Lian’s Kitchen memproduksi berbagai macam Cake, dan lainya. 

Jika biasanya produk rumahan seperti cake hanya memproduksi tradisional cake, ditangan Yanti produk cake rumahan ini menjadi unik dan memiliki nilai jual yang tinggi, cake ini cukup populer di daerah Lampung Utara, bahkan pembeli juga banyak yang dari luar daerahnya.

“Berawal dari hobi  cooking and baking, itulah hobi saya Yang awalnya cuma coba coba  akhirnya berhasil, terus dimakan sendiri dan keluarga,terlintas dipikiran gimana kalo coba jualan, akhirnya coba jual kue donat,dan saya titipkan di toko  toko, Alhamdulillah selalu abis, setelah berjalan 2 bln, lalu terfikir lagi mau mencoba kue yang lain,saya beranikan diri membuat aneka kue, dari kue brownis, kue ulang tahun, dan nasi tumpeng pun saya jual , yang  resepnya pun saya belajar dr youtube, ” ujarnya, Rabu, (3/2).

Dengan mengikuti zaman sekarang dimana sekarang banyak bisnis yang memulai dengan online atau digital, banyak bisnis yang terkena dampak positifnya, Yanti mengatakan bahwa usahanya saat ini mulai berkembang dengan baik saat mengikuti  untuk berjualan online.

“Alhamdulillah produksi kue-kue saya mulai pesankan secara online dan Alhamdulillah peminat kita disini sangat banyak dan setiap harinya saya memiliki orderan untuk cake sendiri, bahkan hal ini sekarang sudah menjadi pekerjaan saya,” ucapnya.

Lian’s Kitchen selain memproduksi cake disini juga menyediakan untuk pemesanan tumpeng dan memproduksi sayur matang  serta banyak makanan lainya sesuai minat dan pemesanan dari para pembelinya.

Kenaikan Harga Komoditas Pangan Picu Tekanan Inflasi Awal Tahun

Bandarlampung - publiklampung.com -- Tekanan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Januari 2021 meningkat yaitu sebesar 0,76% (mtm), lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,66% (mtm), namun lebih rendah dari rata-rata inflasi Januari dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,80% (mtm).

Pencapaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional dan Sumatera yang masing-masing tercatat mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm) dan 0,52% (mtm). Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 1,78% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional yang sebesar 1,55% (mtm) namun lebih rendah dari inflasi Sumatera yaitu sebesar 1,88% (yoy).

Secara spasial, dibandingkan 90 kota perhitungan inflasi nasional, inflasi Kota Bandar Lampung dan Kota Metro pada bulan Januari 2021 tergolong relatif tinggi dan masing-masing menempati urutan ke-9 dan ke-23.

Dilihat dari sumbernya, tekanan inflasi pada bulan Januari 2021 didorong oleh peningkatan tekanan harga pada sub kelompok makanan dengan andil sebesar 0,52% (mtm) dan sub kelompok pendidikan dengan andil sebesar 0,07% (mtm). Adapun beberapa komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain seperti cabai rawit, cabai merah, tempe, bimbingan belajar dan beras dengan andil masing-masing sebesar 0,23%, 0,18%, 0,12%, 0,07% dan 0,05%.

Peningkatan tekanan inflasi, khususnya cabai rawit dan cabai merah disebabkan oleh terganggunya produksi di tengah meningkatnya curah hujan. Mengacu pada laporan BMKG periode Desember 2020, La Nina diperkirakan

mempengaruhi kondisi cuaca Provinsi Lampung sejak Januari 2021 dan akan melemah pada Maret 2021. Harga tempe juga naik dipengaruhi oleh meningkatnya bahan baku kedelai. Sementara itu, kenaikan harga beras terjadi seiring dengan berkurangnya pasokan pada periode tanam di beberapa daerah. Di sisi lain, kenaikan tarif bimbingan belajar merupakan penyesuaian tarif memasuki semester baru.

Meski demikian, inflasi yang lebih tinggi pada periode Januari 2021 tertahan oleh deflasi yang terjadi pada sebagian komoditas diantaranya telur ayam, angkutan udara, petai, daging ayam ras dan bawang merah dengan andil masing-masing sebesar -0,08%,                  -0,03%, -0,01%, -0,01% dan -0,01%. Penurunan telur ayam dan daging ayam terjadi seiring dengan mulai stabilnya pasokan dari produsen dan normalisasi permintaan pasca periode Natal dan Tahun Baru. Tarif Angkutan Udara juga mengalami penurunan yang disebabkan oleh normalisasi harga pasca libur panjang akhir tahun. Di sisi lain, peningkatkan pasokan turut mendorong penurunan harga komoditas petai. Sementara itu, komoditas bawang merah mengalami penurunan disebabkan mulai masuknya pasokan dari sentra produksi di Pulau Jawa.

Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2021 tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan NTP ini terjadi seiring dengan turunnya harga pada komoditas subsektor tanaman pangan seperti ketela pohon, ketela rambat, jagung, kacang hijau, serta beberapa jenis ternak dan unggas, sehingga indeks yang diterima oleh petani pada periode ini sebesar 0,39% (mtm) lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (1,43%;mtm). Di sisi lain, tekanan inflasi perdesaan tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,63% (mtm). Dengan demikian, NTP Januari 2022 tercatat turun sebesar -0,19% (mtm) dari 96,75 menjadi 96,56.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memandang bahwa inflasi akan tetap terkendali pada rentang sasaran 3±1%. Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu dimitigasi, antara lain: Pertama, berlanjutnya curah hujan tinggi seiring dengan siklus La Nina di awal tahun 2021 yang diperkirakan akan memengaruhi kenaikan harga cabai rawit dan ikan segar seiring kurang optimalnya produksi pada musim penghujan. Kedua, kenaikan harga kedelai yang berisiko mendorong naiknya harga bahan makanan, termasuk harga produk peternakan. Ketiga, berlanjutnya kenaikan harga beras seiring dengan belum masuknya musim panen raya yang diperkirakan berlangsung Maret 2021. Keempat, peningkatan harga daging sapi yang disebabkan oleh meningkatnya harga impor sapi bakalan disamping kecenderungan peningkatan permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Kelima, tekanan inflasi dari sisi permintaan (demand pull inflation) yang cenderung meningkat sejalan dengan semakin tingginya aktivitas dan mobilitas masyarakat. Keenam, kenaikan harga rokok seiring dengan pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 198/PMK.010/2020 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang menetapkan kenaikan rata-rata cukai rokok sebesar 12,5% per 1 Februari 2021.

Dalam rangka mengantisipasi beberapa risiko tersebut, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit terutama untuk menjaga inflasi yang tetap rendah dan stabil, yakni: Pertama, memastikan keterjangkauan harga, dengan cara melakukan pemantauan harga harian dan perbandingan harga dengan daerah lain, salah satunya melalui aplikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (https://hargapangan.id/), untuk melihat perkembangan harga yang terjadi dan melakukan intervensi kebijakan yang diperlukan. 

Adapun di masa pandemi COVID-19, intervensi melalui Operasi Pasar dapat dilakukan bekerjasama dengan marketplace (Pasar Berjaya Lampung) untuk menghindari kerumunan. Kedua, memastikan ketersediaan pasokan sebagai antisipasi lonjakan permintaan akibat optimisme masyarakat akan adanya vaksin COVID-19. Kondisi ini perlu diwaspadai dengan memastikan ketersediaan pasokan agar tidak meningkatkan tekanan kenaikan harga. Untuk itu, TPID Provinsi/Kabupaten/Kota perlu meningkatkan intensitas koordinasi, salah satunya melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam hal pemenuhan komoditas pangan strategis menghadapi risiko kenaikan harga. Kota Bandar Lampung sebagai wilayah yang memiliki kontribusi besar pada inflasi Provinsi Lampung perlu mengupayakan KAD, khususnya untuk komoditas-komoditas utama penyumbang inflasi. Lebih lanjut, MoU tentang Kerjasama dalam rangka Peningkatan Perekonomian Daerah oleh 10 Gubernur di Sumatera pada tahun 2020 dapat menjadi dasar untuk penguatan Kerjasama Antar Daerah dalam pemenuhan pasokan bahan makanan di wilayah Sumatera. 

Dalam rangka koordinasi, dapat diselenggarakan Rakorwil TPID Sumatera yang juga membahas tindak lanjut MoU dimaksud untuk secara bersama-sama menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Hal ini mengingat, secara nasional, inflasi Sumatera di bulan Januari 2021 merupakan yang tertinggi yakni 0,72% (mtm). Adapun pengawalan dalam pemberian bantuan sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan terdampak COVID-19 juga perlu ditingkatkan, termasuk ketersediaan pasokan komoditasnya agar tidak mendorong kenaikan harga. 

Sementara itu, perluasan pemanfaatan digitalisasi pertanian melalui implementasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB) perlu ditingkatkan karena selain dapat memperbaiki kesejahteraan petani, tentunya dapat mendukung upaya peningkatkan produktivitas pertanian dan ketersediaan pasokan yang berdampak pada stabilitas harga. 

 Ketiga, memastikan kelancaran distribusi melalui TPID dan Satgas Pangan dengan cara melakukan koordinasi untuk memastikan kembali kecukupan pasokan dan kelancaran akses distribusi bahan pokok. 

Selain untuk menjaga stabilitas harga, kelancaran distribusi dapat memudahkan petani memasarkan produk dan mendapatkan harga yang wajar. Keempat, meningkatkan komunikasi efektif terkait ketersediaan pasokan dan upaya pemerintah dalam pemenuhan pasokan perlu disampaikan oleh Pemerintah Daerah untuk menjaga ekspektasi positif bagi masyarakat dan menjaga stabilitas harga.(/rls)

sumber : www.publiklampung.com

Selasa, 02 Februari 2021

Toko Trubus Pasarkan 500 Lebih Jenis Tanaman

Bandarlampung - publiklampung.com -- Toko Trubus menjual beragam jenis tanaman buah-buahan, sayuran pertama di  Bandarlampung, berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim No.45, Sukarame.

Deni Ramdani, selaku Kepala Cabang Trubus Bandar Lampung menyatakan jika Toko Trubus ini menjual berbagai jenis pohon dan bibit.

Terdapat lebih dari 1.500 item pohon dengan 500 jenis tanaman yang berbeda.

“Tanaman yang dijual ada tanaman buah dan sayur, dan berbagai macam benihnya. Kita juga menjual tanaman hias dengan harga bervariasi, menyesuaikan besar dan jenis pohon. Untuk jenis pohon harganya kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 5 juta 500 ribu. Sedangkan untuk bibit dibandrol dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 500 ribu,” ujarnya, Selasa (2/2).

Tak hanya menjual bibit dari segala jenis tanaman buah-buahan, di tempat ini ada banyak menjual kebutuhan untuk bertani, mulai dari media tanam, alat petanian, pupuk, termasuk juga buku atau majalah yang mengulas tentang pertanian.

Deni juga mengatakan jika toko cabang dari Cimanggis ini diresmikan pada tahun 2015 silam. Seiring waktu, Toko Trubus terus berkembang sehingga memiliki banyak peminat dibidang pecinta tanaman.

“Terutama dimasa pandemi ini, dunia pertanian prospek nya lagi bagus. Karena pandemi, orang-orang jadi banyak yang dirumah, sehingga mereka memilih untuk berkegiatan bercocok tanam. Untuk saat ini yang lagi sering diburu itu tanaman pohon Durian, Alpukat, dan Jambu air. Setelah itu kita juga menyediakan algoritma yang saat ini juga sedang naik, ” tuturnya.

Deni juga mengakatakan jika sering kali ia mendapat beberapa kendala dari aspek pemeliharaannya.

"Karena disini tersedia berbagai jenis tanaman, ada sedikit kesulitan. Karena setiap tanaman memiliki karakter yang berbeda, walaupun perawatannya sama. Terutama di musim kemarau, jangan sampai ketinggalan proses penyiramannya. Terutama pohon Durian, karena pohon jenis Durian ini jika sudah kena stress, layu atau rontok, pengembaliannya akan sulit," Ungkapnya

Lanjutnya, Deni juga mengatakan jika Toko Trubus selalu memberikan pelayanan yang terbaik, mulai dari Proses Pembelian, pemanduan dalam penanaman, hingga proses perawatannya. 

Bantuan Langsung Tunai Subsidi Upah Tahun Ini Ditiadakan

Bandarlampung - publiklampung.com -- Pertanyaan mengenai kelanjutan program bantuan subsidi upah/gaji (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan akhirnya terjawab. Jawabannya program ini tidak dilanjutkan di tahun ini.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan program BSU memang tidak dimasukan dalam anggaran APBN 2021. Sehingga kelanjutan program ini tidak terlihat untuk tahun ini.

"Jika kita lihat pada anggaran PEN 2021, memang tidak nampak kelanjutan dari BSU di tahun ini. Kemnaker sendiri hingga saat ini belum mendapat penugasan untuk kembali menyalurkan BSU, kami ikut keputusan dari Komite PEN saja," ungkapnya yang dilansir dari detikcom, Selasa (2/2).

Program yang sudah berjalan dari tahun lalu ini berakhir Desember 2020. BLT upah ini menyasar 12,4 juta pekerja dengan nilai bantuan Rp 2,4 juta per orang.

Meski begitu Ida menegaskan, pemerintah masih terus berupaya untuk memitigasi dampak pandemi ini bagi angkatan kerja. Salah satunya dengan melanjutkan program Kartu Pra Kerja dan mendorong program padat karya di berbagai kementerian dan lembaga.

"Kemnaker sendiri ikut berpartisipasi dalam Pra Kerja dan menyelenggarakan program padat karya yang memang rutin kami lakukan," tuturnya.

Selain itu, lanjut Ida, pada masa pemulihan ekonomi ini Kemnaker juga fokus pada peningkatan daya saing angkatan kerja seperti skilling dan upskilling, maupun pekerja yang terdampak pandemi (reskilling) dengan mengoptimalkan program pelatihan vokasi di BLK-BLK maupun pemagangan.

"Tujuan pelatihan vokasi ini tidak hanya untuk masuk ke pasar kerja, namun juga dengan kompetensi yang didapatkan mereka bisa mengembangkan usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru," tutupnya.

Perpaduan Kain Tapis Menjadi Ciri Khas Gerai Thasya Busana

Bandarlampung - publiklampung.com -- Thasya Busana, merupakan salah satu toko pakaian yang menyediakan berbagai jenis produk busana dan souvenir yang dipadukan oleh kain Tapis yang terletak di jalan Purnawirawan IX Nomor 30, Gunung Terang, Bandarlampung.

Berdiri sejak 2015, Nur Aini atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Umi Nur, selaku Owner Thasya Busana mengatakan jika saat itu bisnis yang dijalani belum serius.

"Saat 2015, masih berupa brand seadanya. Yang dijual itu baju daily, set muslimah syar'i, pokoknya itu masih dalam tahap mencari jati diri," ujarnya, Selasa (02/02)

Lalu, sejak 2016, Umi Nur mencoba sebuah inovasi baru berupa perpaduan busana syar'i menggunakan tapis.

"Mulai 2016, saya melihat banyak orang yang menggunakan kain tapis di acara formal karena tapis menambah kesan mewah di dalamnya. Lalu saya berfikir, bisa tidak ya jika dipadukan dengan syar'i sedangkan tapis dinilai terlalu ramai jika dibuat menjadi gamis. Sehingga saya berinisiatif dan memulai konsep membuat outer dengan tapis, sehingga saat dipadukan dengan gamis tidak terlalu ramai, dan bisa dipakai oleh semua kalangan usia, mulai remaja, dewasa, dan orangtua," ungkapnya

Setelah berjalan dua tahun, pada tahun 2017 akibat banyaknya permintaan pasar, akhirnya Thasya Busana mulai mengeluarkan produk pakaian pria bertema Tapis, dan mulai mengeluarkan beberapa produk aksesories seperti Dompet, Tote bag, goodie bag, gelang, mini clutch, wadah tisu, bucket hat, dan kotak pensil.

Dimasa pandemi covid-19, Umi Nur juga mengatakan bahwa Thasya Busana mengeluarkan produk masker beserta connector masker yang juga merupakan perpaduan antara dasar kain tenun dan tapis. Produksi tersebut membuahkan hasil baik, terbukti dari penjualan masker tapis yang selalu sold out 5.000 pcs perbulan dan memiliki beberapa reseller yang tersebar.

"Semenjak pandemi kita mulai produksi masker dan connector. Karena sekarang sudah masuk era New Normal, beberapa orang sudah aktivitas diluar rumah. Mereka pasti bosan jika memakai masker yang itu-itu aja, akhirnya saya memutuskan untuk memproduksi masker tapis ini agar walaupun memakai masker, kita tetap bisa terlihat modis dan cantik." Pungkasnya

Dalam mempekerjakan karyawan, Umi Nur memiliki visi misi yang mana meskipun di rumah, para pekerja tetap bisa produktif.

"Dalam mempekerjakan karyawan di bidang produksi, saya memiliki konsep dimana mereka ambil bahan baku disini, lalu  kembali kerumahnya masing-masing untuk memproduksi. Sekitar empat hari sekali mereka setor produk jadi ke saya. Sehingga, meskipun di rumah, para perempuan pekerja saya masih bisa berkarya dan berpenghasilan sembari urus anak, suami, dan pekerjaan rumah tangga lainnya," ujarnya

Selain dipasarkan di warehouse-nya, Thasya Busana juga mempromosikan berbagai produknya melalui instagram @Thasya_busana, dan Facebook Tasya Busana. 

Umi Nur juga mengatakan jika dalam produk yang dipasarkan tidak mematok harga yang terlampau mahal. Untuk busana pria dan wanita dibanderol mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta, tergantung dari jenis tapis permintaan konsumen. Sementara, untuk produk jenis tas mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Kemudian, berbagai produk masker dibanderol mulai Rp 12 ribu sampai Rp 30 ribu.

Senin, 01 Februari 2021

Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen


Jakarta - publiklampung.com -- Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memperkirakan produksi rokok akan turun hingga 3,3 persen pada 2021 setelah pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata tertimbang sebesar 12,5 persen pada 1 Februari 2021.

“Kami sudah melakukan simulasi produksi rokok 2021 ini turun 2,2 persen hingga 3,3 persen,” kata Kepala Sub Bidang Cukai BKF Kementerian Keuangan Sarno yang dilansir dari bisnis.com dalam webinar Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat di Jakarta, Selasa (2/2).

Dalam paparannya, Sarno menjelaskan total produksi untuk keseluruhan golongan yakni Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) pada 2020 mencapai 298,4 miliar batang.

Dengan estimasi penurunan produksi itu, Kementerian Keuangan memperkirakan penurunan volume produksi rokok tahun ini mencapai sekitar 288 miliar batang. Jika dibandingkan 2020, dengan kenaikan cukai hasil tembakau sebesar 23 persen, jumlah produksi rokok menurun hingga 11 persen.

Kemenkeu, lanjut dia, dengan kenaikan rata-rata 12,5 persen tarif cukai rokok, juga diperkirakan indeks keterjangkauan atau affordability index naik dari 12,2 persen menjadi 13,7-14 persen.

Berdasarkan jenis golongan, kenaikan tarif cukai hanya terjadi untuk SKM dan SPM, sedangkan SKT tidak diberlakukan karena mencermati sektor padat karya dan situasi pandemi Covid-19.

"Itu menunjukkan bahwa dengan kenaikan tarif cukai 2021, mengindikasikan harga rokok akan semakin tidak terjangkau di masyarakat,” ujarnya. Selain itu, angka prevalensi merokok dewasa akan turun menjadi 32,3 hingga 32,4 persen dan anak-anak hingga remaja turun menjadi 8,8 hingga 8,9 persen.

Penurunan itu, kata dia, konsisten dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPKMN) 2020-2024 sebesar 8,7 persen pada 2024. Sarno menambahkan kebijakan cukai tahun ini dilakukan dengan lebih fokus kembali dalam pengendalian konsumsi.

Pengendalian itu, kata dia, ditandai dengan besaran kenaikan cukai lebih tinggi yang dominan pada golongan SKM mengingat SKM memiliki porsi terbesar pangsa pasar mencapai 71,4 persen dan golongan yang memiliki kandungan lokal rendah yakni SPM.

Dengan kebijakan cukai itu diharapkan mendorong penerimaan negara di sektor cukai yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp173,78 triliun.

Sedangkan, capaian selama 2020, penerimaan cukai hasil tembakau mencapai Rp170,24 triliun atau naik dibandingkan realisasi 2019 mencapai Rp164,87 triliun.

Capaian itu juga lebih tinggi dari target penerimaan cukai hasil tembakau sesuai Perpres 72/2020 mencapai Rp164,94 triliun.

Denik Bisnis Fashion Dengan Mengikuti Perkembangan Tren Masa Kini

Bandarlampung - publiklampung.com --  Bisnis di bidang fashion banyak sekali saat ini digeluti banyak orang, dari kalangan anak muda hingga dewasa banyak sekali yang mengunjungi bisnis fashion karena menginginkan untuk memiliki barang yang sedang buming pada saat ini.

Salah satu bisnis yang bergerak dibidang fashion adalah Denik, Denik adalah bisnis yang menjual pakaian wanita yang sesuai dengan tren sekarang, selain itu Denik juga menjual beberapa aksesoris lainya, Denik terletak di Mall Boemi Kedaton lantai 3 dan berdekatan dengan XXI Mall Boemi Kedaton Bandar Lampung, Selasa, (2/2).

Dalam wawancaranya, Owner Denik, Yuni, mengatakan bahwa di Lampung khususnya saat ini sedang buming atau sedang maraknya bisnis fashion, maka dari itu Denik terus mengembangkan bisnis ini sesuai mengikuti tren yang ada, Selasa, (2/2).

“Kami Berawal dari buka tutup bagasi mobil di PKOR dan seiiring berjalanya waktu sudah tidak ada lagi yang berjualan dan tidak dibolehkan lagi, akhirnya kita memberanikan diri untuk mengikuti buka Bazar di Mall Boemi Kedaton pada tahun 2016, dan Alhamdulillah seiring berjalanya waktu kita dapat toko 2 tahun lalu tepat di tahun 2019,” ujarnya.

Fashion di Lampung cukup berkembang pesat, hal ini pula menyebabkan dampak positif untuk para pebisnis fashion , para pengunjung akan selalu mencari fashion yang akan mereka pakai dan sesuai dengan tren saat ini.

Yuni melanjutkan, Pengunjung disini juga sudah sampai ke luar kota bahkan luar daerah juga, karena fashion di lampung saat ini sedang digandrungi, untuk kita disini menjual produk fashion mulai dari harga bandrol Rp.100.000 hingga Rp. 300.000.

Di Denik sendiri memiliki produk terfavorit yaitu celana Jeans wanita, serta beberapa baju unggulan lainya yang ada. 

“Saat pandemi ini Alhamdulillah ya, pendapatan kita masih ada walaupun belum stabil biasanya pendapatan di hari normal mencapai Rp. 80.000.000 hinga Rp. 100.000.000 per bulan, tetapi untuk pandemi saat ini pendapatan kita hanya berkisar Rp.50.000.000 sampai Rp. 60.000.000 per bulan,” pungkasnya.

Minggu, 31 Januari 2021

Peringatan Bulan K3 : Pertamina Sosialisasikan Safety Culture SPBU di Lima Provinsi Sumbagsel

 

Palembang - publiklampung.com -- Dalam rangka memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR)  II Sumbagsel melakukan refreshment kepada 56  Safetyman SPBU dan sosialisasi mengenai Safety & Survey pelanggan di SPBU kepada para konsumen. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Kamis (14/1) hingga Minggu (31/1) secara serentak di 5 Provinsi wilayah Pertamina MOR II, yaitu Palembang, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung.

Sosialisasi ini diberikan langsung oleh Health, Safety, Security & Environment (HSSE) Pertamina MOR II dan Safetyman SPBU untuk meningkatkan kesadaran konsumen akan potensi bahaya dan resiko ketika berada di SPBU. Adapun total pamflet yang disebarkan di 5 Provinsi Sumbagsel sejumlah 5600 Pamflet yang disebarkan dengan jumlah responden online sudah mencapai sekitar 467 responden. 

Menurut Pjs.Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II Agustina Mandayati, sosialisasi safety di SPBU ini merupakan rangkaian kegiatan Pertamina MOR II dalam menyemarakan bulan K3.

“Pada kampanye keselamatan ini kami memberikan edukasi kepada konsumen agar menonaktifkan telepon genggam, mematikan kendaraan, tidak merokok, tidak menyalakan api di SPBU serta tidak mengisi BBM ke tangki modifikasi,” ujar Agustina.

Selain itu konsumen juga diminta untuk mengisi survey keselamatan pelanggan dengan mengakses barcode atau link yang tertera pada flyer yang dibagikan oleh para Safetyman.

Agustina juga menambahkan melalui sosialisasi budaya Safety di SPBU ini, diharapkan para konsumen menjadi lebih waspada dan mematuhi aturan saat pengisian bahan bakar serta jika ada perilaku tidak aman di sekitar SPBU yang dilakukan oleh siapa saja, konsumen dapat melaporkannya ke Call Center Pertamina di 135.

Senin, 25 Januari 2021

Alyn Tapis Kreasi Modern Khas Lampung

#bisnispubliklampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- Busana tradisional Lampung selalu identik dengan warna gemerlap, khususnya warna emas, hal ini dapat dilihat dari berbagai aksesorinya yang amat menonjolkan sentuhan warna emas, seperti siger, gelang kano, gelang bukhung, dan tanggai. Selain itu, sentuhan warna emas juga dapat ditemukan dalam produk tekstil tradisional Lampung. Salah satu di antaranya adalah kain tapis, yang kini menjadi produk tekstil unggulan provinsi ini.

Dengan keindahan motif dan kemegahan benang emas yang dipakai membuat tapis Lampung menjadi kain yang bernilai ekonomi tinggi.

Salah seorang pengusaha di bidang tapis di Bandarlampung, Novita Ria, berhasil membangun kemandirian ekonominya dengan berperan serta melestarikan budaya daerah.

Bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan dan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan perempuan, Novita juga membangun konsep kemitraan dimana mitra tersebut bekerjasama dengan para pengrajin dari Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus.

Selain itu, untuk wilayah Bandarlampung, Novita juga mendirikan pembinaan kepada para calon pengrajin yang belum bisa menyulam tapis. 

#bisnispubliklampung

Alyn Tapis kain Lampung & Souvenir, merupakan hasil produksi dari para pengrajin kreatif di Bandarlampung. Gerai yang beralamat di Jalan Pagar Alam No.23/171, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, ini memiliki berbagai produk dengan berbahan dasar tapis dengan hasil desain yang khas.

Memiliki produk berupa kain tapis, dompet, tas, selempang, peci, outer, jilbab, dan juga kaos gerai ini menggunakan konsep fashion etnik, dan cinderamata khas Lampung dengan berbagai varian jenis tapis, diantaranya sulam usus, celugam, dan juga madurawo.

Novita menyatakan jika Produk dari Alyn Tapis ini memiliki daya tarik yang khas.

"Kita selalu mengeluarkan desain-desain baru, sehingga sebagian besar produk Alyn Tapis ini tidak bisa ditemukan di tempat lain, walaupun biasanya ketika ada produk yg terlihat laku dipasaran, muncul produk-produk lain yg serupa dengan desain kami, contohnya pouch bulat, peci satu baris, dan lain-lain. Itu desain awal dari kami, toh sekarang sudah banyak yang membuat dan menjual produk serupa, tapi ya gak apa-apa sih, itu menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap produk-produk khas daerah cukup tinggi. Jadi harus sering-sering membuat inovasi baru." Ujarnya, Selasa (26/1). 

Produk-produk yang tersedia di gerai Alyn Tapis ini dibandrol dengan harga mulai sembilan ribu hingga enam juta rupiah. Harga paling tinggi didapatkan dari kain tapis yang di tenun dengan menggunakan benang asli.

Novita juga menjabarkan jika produk tapis dari Alyn Tapis ini memiliki motif khas tersendiri.

"Untuk produk kain, motif utama biasanya jungsarat mata kibau yang dipadu dengan motif-motif lain. Untuk produk turunan, motif menyesuaikan dengan varian produk. Lalu karena saat ini lebih banyak penjualan online, dimana Customer hanya melihat gambar, kita menggunakan motif yang umum dan mudah diproduksi ulang seperti unik atau ketik, sasap, tajuk atau pucuk rebung," katanya

Selain dipasarkan secara offline, Alyn Tapis juga melayani pemesanan luar kota melalui Instagram dan marketplace. Pemesanan via website dapat diakses melalui alyntapis.jstore.co. Namun, hanya terdapat sebagian kecil produk yang berhasil diupload kedalam website tersebut.

#bisnispubliklampung

Untuk menunjang marketing online, saat ini Alyn Tapis baru saja membangun website baru dengan nama alyntapis.com yang diperkirakan sudah bisa dioperasikan bulan Februari kelak.

Dalam wawancaranya, Novita berharap agar generasi muda dapat melestarikan budaya lokal.

"Harapannya, masyarakat khususnya generasi muda/milenial Lampung memiliki kebanggaan ketika menggunakan produk yg memiliki ciri khas daerah, untuk itu Alyn Tapis juga mengkonsep beberapa produk dengan konsep kekinian, dengan tetap memberikan sentuhan etnik daerah, seperti topi, kaos, dompet dan lain-lain.

Selain itu juga kami kerap melakukan kerja sama deng beberapa instansi, untuk mengenal kan kain tapis, proses penyulaman, pengolahan produk dan lain-lain agar masyarakat khususnya generasi muda memiliki wawasan dan kecintaan terhadap budaya lokal," ujarnya

"Kami jg kerap menerima kunjungan dari beberapa instansi yg berwisata rombongan ke Lampung, dan berkunjung ke Alyn Tapis, untuk melihat dan praktek langsung sulam tapis," tutupnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

1047x Dibaca

Buntah, Kreasi Milenial Daur Ulang Bahan Terbuang

Bandarlampung - publiklampung.com -- Berbicara tentang kreatifitas pemuda yang ada di Lampung tidak akan ada habisnya, hari demi hari remaja milenial di Lampung membuat dan mengembangkan kreatifitasnya, salah satunya adalah lima milenial mahasiswa Lampung berhasil memproduksi hasil kreatifitasnya yaitu membuat produk  Buntah atau yang dikenal dengan  sabun dari minyak jelantah, Selasa (26/1).

Buntah adalah daur ulang limbah minyak jelantah yang dijadikan produk sabun dengan berbagai bentuk yang unik dan berkualitas, produk buntah ini selain memiliki daya membersihkan juga memiliki estetika dalam hal bentuk, warna, dan aroma yang banyak diminati banyak orang dan disesuaikan.

Lima mahasiswa Universitas Lampung dan UIN Raden Intan Lampung yang berhasil mengembangkan produk buntah sendiri yakni Tria Fadilla, Muhammad Rian Hidayat, Rianti Dewi, Izzah Safina An-Najjah dan Afandi Radefa.

"Dimana kita tahu sebagai makhluk hidup pasti membutuhkan makan tiap harinya, tidak sedikit penggunaan minyak sebagai upaya dalam penyediaan makanan. Disini mengapa kami memberikan perhatian lebih untuk pengelolaan limbah minyak jelantah melalui kegiatan pembuatan produk buntah," ujar Izzah Safina kepada publiklampung.com

Berawal dari sebuah kegiatan yang sangat berkualitas dan banyak diikuti oleh para mahasiswa salah satunya adalah kegiatan yang berkaitan dengan eco-entrepreneurship, mereka berkomitmen untuk bergerak dan berkontribusi untuk memajukan karyanya dalam aspek produksi ramah lingkungan tentunya.

“Kami memiliki harapan dimana Harapanya adalah Produk ini bisa menjadi salah satu produk yang menginspirasi banyak masyrakat dan sebagai upaya mengurangin pencemaran lingkungan,” pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

1034x Dibaca

Senin, 18 Januari 2021

Modifikasi Kain Tapis Bergaya Milenial

#bisnispubliklampung

Tanggamus - publiklampung.com -- Seperti daerah lainnya, Lampung memiliki kain tenun khas. Tenun dari Lampung lebih dikenal dengan kain tapis.

Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

#bisnispubliklampung

Berbekal kecintaan dan semangat berkreasi, Inke Gustia Rosa atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Keke menginovasikan hal tersebut menjadi sebuah karya baru berupa kaos, kemeja, gelang, outer, hoodie, dompet, masker dan juga totebag yang dipadukan dengan tapis.

Dalam pemaparannya, Keke mengungkapkan bahwa alasan ia menggunakan produk tapis adalah agar kaum milenial dapat menggunakan tapis didalam berbagai acara.

"Semua produk kita tapis, karena kita ingin mengangkat tapis lampung yang mana harapannya anak-anak muda bisa mengangkat nama lampung dengan memakai produk tapis walau tidak untuk acara resmi saja, tapi untuk ootd santai juga," ungkapnya, Selasa (19/01).

#bisnispubliklampung

Dimasa pandemi covid-19, Store dengan nama Tanggom Lampung ini sempat mengalami penurunan omset. Namun, omset kembali naik setelah Tanggom merilis produk baru berupa masker tapis.

Selain itu, Keke juga menjelaskan, bahwa totebag tapis juga sedang menjadi primadona saat ini.

"Untuk saat ini totebag menjadi bestseller, karena dari muda sampai tua bisa pakai." Ujarnya

Segala produk tapis yang ditawarkan dalam store ini dibandrol dengan harga 5ribu sampai 500ribu rupiah.

Selain dipasarkan melalui store yang ada di Gisting, Tanggamus. Keke juga memasarkan produk Tapisnya malalui media sosial instagram dengan nama akun Tanggom_lpg, e-commerce (Shopee) dengan nama akun Tanggom.lpg, dan Facebook dengan nama akun Tanggomlpg.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

228x Dibaca

Diprediksi Minyak Bumi RI Bisa Habis 9,5 Tahun Lagi

#bisnispubliklampung

Jakarta - publiklampung.com -- Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengungkapkan cadangan minyak bumi Indonesia 9,5 tahun. Sementara, gas bumi lebih panjang yakni 19,9 tahun.

Minyak dan gas bumi itu akan habis jika tidak ada penemuan cadangan baru.

"Umur cadangan minyak bumi diperkirakan akan habis bumi 9,5 tahun, dan gas bumi akan habis 19,9 tahun dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan baru dan tingkat produksi minyak bumi pada level 700 ribu bopd dan gas bumi 6 bscfd," kata Arifin saat rapat dengan Komisi VII yang dilansir dari detik.com, Selasa (19/1).

Arifin menyebutkan, cadangan minyak bumi nasional 4,17 miliar barel. Sementara yang terbukti (proven) sebanyak 2,44 miliar barel.

"Kita mengetahui cadangan minyak bumi nasional ada 4,17 miliar barel di antaranya, data yang proven 2,44 miliar barel," ujarnya.

Sementara, cadangan gas bumi 62,4 triliun kaki kubik. Lalu, cadangan gas bumi yang terbukti 43,6 triliun kaki kubik.

"Cadangan gas bumi 62,4 triliun cubic feet di antaranya proven 43,6 triliun cubic feet," ujarnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

117x Dibaca

Masker Organik Berbahan Alami, Hasil Produksi Dosen Itera.

#bisnispubliklampung

Bandar Lampung - publiklampung.com -- Masker organik adalah masker wajah yang menggunakan 100% bahan alami. Berbeda dengan masker biasa, masker organik tidak menggunakan tambahan bahan kimia. Semua bahannya berasal dari alam sehingga tidak menjadi racun pada tubuh.

Belakangan ini, menggunakan masker organik tengah menarik perhatian masyarakat milenial. Manfaat yang didapatkan hasil menggunakan masker tersebut cukup luar biasa bagi kulit wajah. Hal tersebut mendorong salah satu dosen Fakultas Sains, Program Studi (Prodi) Teknologi Kosmetik, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Tikarahayu Putri, S.Pd.,M.Si untuk memproduksi masker organik tersebut.

#bisnispubliklampung

Bermula dari keinginan Tika yang ingin tetap bisa melakukan perawatan kulit wajah walaupun dalam keadaan menyusui. Awalnya ia melakukan perawatan menggunakan putih telur, beras kencur yang di blender atau masker tomat yang setelahnya disimpan di kulkas, namun masker tersebut tidak akan bertahan lama karena disimpan dalam keadaan berair. Akhirnya Tika berinisiatif untuk mencoba membuat masker yang lebih tahan lama dengan metode pengeringan.

Tika mengungkapkan, keinginannya untuk melakukan pemasaran terhadap produk hasil olahannya muncul disaat ia melihat di media sosial lebih banyak remaja yang tertarik akan produk-produk personal care, termasuk masker kecantikan.

"Saya memantau sosial media, remaja sekarang lagi senang dengan produk personal care dimana bisa memakai masker. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba di pasarkan dan alhamdulillah di terima di costumer saya." Ujarnya, selasa (19/1)

Bisnis yang bermula sejak pertengahan Desember 2020 ini dalam proses pembuatannya Tika mengadukan bahwa terdapat beberapa kendala, diantaranya pada proses pengeringan, dan dalam menentukan perbandingan komposisi campuran. Sehingga proses produksi bisa memakan waktu 2 sampai 3 hari.

"Karena berbahan dasar beras, paling kendalanya di proses pengeringan ketika matahari tidak bersinar terang. Selain itu, dalam menentukan perbandingan komposisi campurannya  sampai ketemu tekstur yang gak mudah hancur ketika maskernya kering. Harus di uji coba berkali-kali perbandingan campurannya, sehingga dalam proses produksi nominalnya memakan waktu hingga 2 sampai 3 hari." Pungkasnya.

Masker produksi yang diproduksi oleh Tikarahayu dipasarkan secara online melalui E-commerce (Shopee), akun Instagram 'Ukhtea.clo' dan melalui WhatsApp.

Masker by Tikarahayu ini dibandrol dengan harga terjangkau. Masker ini memiliki berbagai varian dan manfaat, diantaranya,

• Daun kelor, untuk menyamarkan noda hitam, merawat wajah dari jerawat, komedo, dan bruntusan. Mengecilkan pori pori. Daun kelor memiliki efek antimikroba.

• Coklat, Sebagai sumber nutrisi dan antioksidan, melembabkan kulit, mencerahkan wajah. Coklat memiliki kandungan flavonoid yang cukup tinggi.

• Susu, bermanfaat untuk membersihkan wajah, mencerahkan wajah, mencegah kerutan, dan melembabkan kulit

• Charcoal, Mengangkat minyak di wajah, membersihkan pori-pori sehingga bisa mencegah jerawat dan komedo, dan detoksifikasi kulit.

Namun, Tika juga menyampaikan kepada pemilik kulit wajah yang rentan terkena alergi, harus berhati-hati dalam penggunaannya.

"Nah, mungkin sedikit untuk catatan. Ada beberapa orang yang memiliki riwayat alergi. Itu yang tau dari pihak si penggunanya ya. Karena hanya mereka sendiri yang tau kondisi tubuh mereka alerginya tehadap apa." Ungkapnya

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

254x Dibaca

Imbas Banyak PHK, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 36,5 Triliun

#bisnispubliklampung

Jakarta - publiklampung.com -- Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Agus Susanto mengatakan, terjadi lonjakan pembayaran klaim atau jaminan imbas dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang 2020 akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Adapun dana klaim yang diberikan sebesar Rp 36,5 triliun atau terjadi peningkatan 20,01 persen. Dengan rincian, klaim untuk JHT mencapai Rp 33,1 triliun untuk 2,5 juta kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 34,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 1,35 triliun.

Kemudian, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 221,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 1,55 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 97,5 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 489,47 miliar.

"Tentunya kami akan selalu optimis dengan tetap waspada terhadap tantangan-tantangan yang mungkin akan muncul di depan, seperti dengan mewujudkan transformasi digital berkelanjutan," ujarnya melalui keterangan tertulis yang dilansir dari kompas.com, Senin (18/1/).

"Tahun 2021 ini harus bisa dijadikan titik balik pulihnya perekonomian Indonesia setelah didera pandemi. BP Jamsostek siap mendukung upaya ini agar perlindungan menyeluruh pekerja Indonesia dapat segera terwujud," sambung Agus.

Menilik kinerja kepesertaan, sebanyak 50,72 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga akhir Desember 2020. Sementara dari sisi perusahaan peserta atau pemberi kerja, pada periode yang sama capaian yang diraih mencapai 683,7 ribu perusahaan.

Melalui inisiatif Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai), BP Jamsostek juga mendorong kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Terhitung sejak 2017 sampai dengan akhir Desember 2020, Perisai ini telah berkontribusi positif terhadap kepesertaan sebesar 1,6 juta peserta dengan total iuran Rp 364,2 miliar yang dilakukan oleh 4.694 Perisai aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara untuk perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) terhitung Desember 2020, sebanyak 376,6 ribu PMI telah terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan dengan nilai iuran mencapai Rp 31,9 miliar.

"Walaupun banyak terjadi PHK akibat berkurangnya pendapatan usaha sebagai dampak dari pandemi Covid-19, BP Jamsostek tetap dapat melakukan akuisisi peserta sebanyak 17,4 juta untuk tahun 2020," jelas Agus.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

169x Dibaca

Rabu, 13 Januari 2021

Batik Siger Lampung Memberdayakan Alumni SLB Untuk Berkreasi Batik Lampung


Bisnis

Bandar Lampung - publiklampung.com --  Jika Anda berpikir bahwa wisata batik hanya dapat ditemui di Yogya, Pekalongan atau Solo, Lampung dapat ambil bagian dalam seni batik tersebut.

Pasalnya, di Lampung pun kita juga bisa menemui sebuah galeri sekaligus workshop membatik bernama "Batik Siger Lampung" yang terletak di bilangan Jalan Teuku Cik Ditiro Gang Bayam Kemiling, segala proses kreatif dan produksi batik Lampung dikerjakan dengan telaten setiap tahapnya.

Bisnis

Dibawah pimpinan Laila Al Khusna, Rumah Batik Siger Lampung ini mulanya dimulai dari program LKP (Lembaga Keterampilan & Pendidikan) dimana berbagai kelompok berpartisipasi dalam workshop ini, dimulai dari Ibu-Ibu rumah tangga, pelajar, murid-murid ataupun alumni dari Sekolah Luar Biasa (SLB), dan juga dari lapisan masyarakat yang lain.

Para perempuan asuhan Lembaga Kursus dan Pendidikan Batik Siger yang telah terampil dengan teliti menggambar, memberikan malam (nyanting), mewarnai hingga merebus kain.

Sapuan Bukowo, selaku Operation Manager mengatakan bahwa anak-anak disabilitas yang dipekerjakan disini juga tidak kalah terampil, bahkan ada yang hingga memenangkan lomba tingkat nasional.

Bisnis`

"Untuk membantu memberikan lapangan pekerjaan bagi kaum disabilitas, maka kami juga ada mempekerjakan beberapa anak disabilitas, untuk sekarang yang masih aktif ada 4 orang. Mereka saat bekerja memiliki mindset yang lebih fokus pada pekerjaan sehingga tak sedikit hasil karya mereka yang mendapat apresiasi, bahkan ada beberapa karya dari mereka yang memang dalam lomba nasional." Ujarnya (14/1).

Batik Siger Lampung memang terdiri dari beberapa bangunan, dimana bangunan utama merupakan galeri,  di bangunan inilah pengunjung akan disuguhi aneka produk batik untuk diperjual belikan.

Kemudian, ada juga bangunan yang dikhususkan untuk proses produksi (workshop), disana proses menggambar pada kain, hingga mencanting dilakukan.

Dibelakang bagunan workshop, terdapat bangunan khusus pewarnaan, perebusan, dan produksi akhir hingga menjadi sehelai kain batik yang indah.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

1836x Dibaca

apa perbedaan HKI dan Paten dalam Penemuan Bidang Teknologi

  Kita mungkin sudah tidak asing dan sering mendengar kata hak cipta dan hak paten. Meskipun sudah familiar dengan paten dan cipta, masih ba...