Halaman

Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Februari 2021

Perayaan Imlek di Vihara Thay Hin Bio Bandarlampung Ditiadakan

Bandarlampung - publiklampung.com -- Di masa pandemi covid-19, Vihara Thay Hin Bio di Jalan Ikan Kakap Nomor 35, Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandarlampung ini tidak mengadakan perayaan tahun baru Imlek.

Meskipun demikian, vihara ini tetap melakukan persiapan untuk ibadah yang nantinya akan diikuti oleh jumlah jemaat yang terbatas. Persiapan yang telah dilakukan antara lain menyalakan lilin-lilin berukuran besar telah tertata dengan rapi di dalam vihara.

Pengurus Vihara Thay Hin Bio, Viria Parama mengatakan mayoritas umat Budha dan keturunan Tionghoa yang ada di Bandarlampung mengadakan perayaan tahun baru Imlek secara sederhana. 

"Untuk tahun ini segala bentuk perayaan yang menimbulkan kerumunan seperti barongsai dan liong akan kami tiadakan. Tetapi untuk ibadah per orangan di vihara masih tetap dilaksanakan dengan jumlah jemaat dan waktu yang terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya

Jika pada hari-hari biasa, Vihara Thay Hin Bio membuka jam operasionalnya mulai pukul 6.30 WIB sampai dengan jam 4 sore, kini di malam tahun baru Imlek vihara akan buka sampai pukul 21.30 WIB

Sedangkan pada tanggal 12 Februari, Vihara Thay Hin Bio kembali beroperasional untuk ibadah perorangan mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Makanisme pelaksanaan ibadah Imlek di Vihara tersebut dilakukan secara bergantian, dengan disediakan ruang tunggu.

"Kita menyediakan tempat tunggu agar tidak terjadi kerumunan di dalam vihara, jadi jika didalam sudah mencapai 10 sampai 29 orang, maka kita stop, kemudian nanti bergantian dengan yang ada di ruang tunggu," ungkapnya

Selain itu, Vihara Thay Hin Bio juga menyediakan jalur khusus pintu masuk dan keluar, Tempat cuci tangan, alat cek suhu di pintu masuk, dan juga menyediakan masker dan sarung tangan gratis bagi jemaat yang ingin beribadah, sehingga tetap selalu patuh terhadap protokol kesehatan.

GPL Menjadi Lembaga Pendukung Dan Penggerak Pelajar di Bidang Pendidikan Dan Karakter

Bandarlampung - publiklampung.com -- Gebyar Pelajar Lampung (GPL), adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan para generasi muda.

Gebyar Pelajar Lampung ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah untuk menambah jaringan, menjalin hubungan dan kerjasama antar pelajar, instansi dan masyarakat, Dapat berbagi informasi kepada Pelajar seputar informasi pendidikan dan guna memperluas wawasan dan pengetahuan, Melakukan pengembangan diri dan membentuk karakter Pelajar di masa depan, dan Membantu pelajar Lampung dalam bantuan biaya pendidikan.

Komunitas ini dibentuk pada tanggal 01 Februari 2019 yang diinisiasi oleh sebuah perkumpulan Mahasiswa Universitas Lampung yang menerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) atau bantuan pendidikan yang diberikan oleh suatu yayasan kepada perguruan tinggi yang ada di Indonesia. 

“KSE memiliki banyak program bermanfaat yang telah kami ikuti. seperti Pelatihan Kepemimpinan, seminar atau coaching, entrepreneur, dan social project. Banyak manfaat yang kami dapat dan rasakan, sehingga kami mempunyai inisiatif dan ide untuk membuat sebuah wadah untuk berbagi kepada orang lain khususnya pelajar. Oleh karena itu, kami membentuk GPL sebagai wadah untuk kami membantu adik-adik pelajar khususnya di Provinsi Lampung untuk menyiapkan diri masa depan,” Ungkap Ramadhani selaku salah satu pendiri komunitas Gebyar Pelajar Lampung, Kamis (11/2).

Memiliki visi guna menjadi lembaga pendukung dan penggerak bagi para pelajar di bidang pendidikan dan karakter, GPL sukses menjalankan beberapa program. Diantaranya, program Sharing informasi dan kegiatan pendidikan, Edukasi Talk Online (Edutalk Online), Membangun kerjasama antar Instansi/Lembaga dan Kolaborasi antar Komunitas, dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Meskipun kegiatan orientasinya lebih banyak digelar di Bandar Lampung, Rama mengatakan jika para pelajar yang tergabung dalam komunitas ini juga berasal dari berbagai kota/kabupaten.

“Kami juga memilik wadah khusus untuk anak-anak tingkat SMA, SMK Sederajat yaitu Forum Pelajar Lampung dan keanggotaannya sudah ada di masing-masing daerah dalam waktu singkat yang masih berumur 2 tahun ini. Saat ini GPL sudah diikuti oleh sekitar 1.200 pelajar yang tersebar dari beberapa kabupaten/kota dari jenjang SMA kelas X sampai XII, 40 orang pengurus, dan 77 orang volunteer dari kalangan mahasiswa dan umum,” ujarnya

Dalam pemilihan anggotanya, Rama juga mengatakan jika sebelumnya para calon anggota akan mengikuti standar persyaratan recuitment dengan mengikuti serangkaian seleksi.

“Untuk calon anggota sebelumnya kita adakan seleksi, kalau yang terakhir kemarin bulan November itu calon anggota akan menghubungi contact person kami, lalu mereka akan mengisi form yang kami sediakan melalui google form, setelah itu mereka akan upload twibbon di media sosial, dan terakhir akan kami interview,” ungkapnya.

Sabtu, 06 Februari 2021

IWAPI Lampung Gelar Webinar untuk pelaku UMKM

Bandarlampung - publiklampung.com -- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung menggelar kegiatan webinar dalam rangkaian peringatan HUT IWAPI ke 46 Tahun 2021 pada Rabu (10/2/2021). Webinar yang diselenggarakan oleh IWAPI Provinsi Lampung, Sabtu (6/2/2021), mengangkat tema “Peluang Mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Peralatan (Non Tunai) yang Mendukung Pelaku Usaha Perempuan Masa Pandemi Covid-19”.

Dalam webinar ini IWAPI Provinsi Lampung menghadirkan beberapa narasumber yakni, Ketua DPD IWAPI Provinsi Lampung, Dr. Ir. Hj. Armalia Reny WA., M.M, Ketua KADIN Provinsi Lampung, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H, Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Gunawan, S.E, Kabag Bisnis Mikro BRI Kanwil Bandarlampung, Novan Erianto. Kegiatan webinar ini di moderatori oleh Wakil Ketua Umum (WKU) I DPD IWAPI Provinsi Lampung, Dr. Hj. Yusnani HZ Maramis, S.H., M.Hum.

Ratusan peserta yang diantaranya merupakan pelaku UMKM kecil menengah, maupun besar serta para milenial di Provinsi Lampung turut hadir dalam webinar ini. 

Webinar dibuka dengan diawali oleh sambutan Ketua DPD IWAPI Provinsi Lampung, Dr. Ir. Hj. Armalia Reny WA., M.M, sekaligus menyampaikan materi webinar, dimana Ketua DPD IWAPI Provinsi Lampung mengatakan bahwa, Ia bangga dengan para WKU dan jajaran DPD IWAPI Provinsi Lampung yang bahu membahu sehingga dapat terselenggaranya webinar ini.

“Hari ini saya sangat bangga dengan para WKU dan jajaran DPD IWAPI Provinsi Lampung karena dapat bahu membahu sehingga dapat terselenggaranya webinar ini, webinar ini pula dilaksanakan dalam rangka HUT IWAPI ke 46 yang akan jatuh pada 10 Februari nanti, selain kegiatan webinar ini, DPD IWAPI Provinsi Lampung juga akan melaksanakan pelatihan yang akan dilaksanakan bersama Tokopedia, bakti sosial, dan perlombaan antar DPC IWAPI se Provinsi Lampung,” ujar Bunda Reny. 

Ketua DPD IWAPI Provinsi Lampung, Dr. Ir. Hj. Armalia Reny WA., M.M, menambahkan bahwa dengan adanya webinar ini, diharapakan bahwa pelaku UMKM dapat perhatian dan bantuan untuk meningkatkan produktivitasnya. Karena pelaku UMKM di Provinsi Lampung ini 85 persen merupakan UMKM kecil, 13 persen UMKM menengah, 2 persen UMKM Besar.

“Diharapkan dengan pelaksanaan webinar ini, para pelaku UMKM yang terimbas kondisi covid mendapat kesempatan bantuan baik tunai maupun peralatan yang dapat mendukung produktivitas pelaku UMKM. Karena menurut data di Provinsi Lampung, 85 persen merupakan UMKM kecil, 13 persen UMKM menengah, dan 2 persen UMKM besar, sehingga kita menyadari betul perlunya ada pendampingan maupun pelatihan untuk UMKM tersebut,” ungkapnya. 

Dalam materi kedua yang disampaikan oleh Ketua KADIN Provinsi Lampung, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H, menyampaikan bahwa dalam banyak perubahan dari segi pola hidup, pola komunikasi, dan pola sosial akibat pandemi covid-19 ini. Kadafi mengungkapkan pula dalam setiap usaha yang akan dijalankan, perlu dilihat potensi sebagai pemandu keberhasilan usaha tersebut.

“Kita semua menyadari dampak dari pandemi covid-19 ini kita harus berubah pola hidup, pola komunikasi kita, pola sosial kita, dan bila kita berbicara tentang usaha, kita perlu tahu potensi dalam usaha yang akan kita bangun, agar apa yang kita usahakan menjadi berhasil,” ujar Kadafi yang juga Anggota Komisi X DPR RI.

Kadafi menambahkan, dalam program Komisi X DPR RI yang salah satunya meliputi bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, dimana program tersebut yakni program bantuan permodalan, pelatihan, dan sertifikasi untuk pelaku usaha.

“Kebetulan saya di Komisi X DPR RI yang menaungi juga bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, disana banyak sekali program bantuan untuk para pelaku usaha berupa permodalan, pelatihan, maupun sertifikasi, sehingga saya harap IWAPI Provinsi Lampung dapat memanfaatkan program sehingga dapat menambah jaringan untuk mempermudah mengembangkan usaha,” ujarnya.

Dalam paparan materi ketiga yang disampaikan oleh Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Gunawan S.E menyampaikan bahwa saat ini para pelaku usaha dituntut dapat mengikuti era digitalisasi 4.0 dimana segala bentuk pemasaran dilaksanakan secara daring, memang diakui banyak  permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku usaha adalah ketersediaan modal, pengembangan bisnis, inovasi produk hingga distribusi produk.

“Untuk era sekarang ini, para pelaku usaha dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman dimana sekarang ini ada pada era 4.0 yang serba digital sehingga proses pemasaran produk dilakukan secara daring, meskipun kita ketahui masih banyak permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha yakni ketersediaan modal,kurangnya pengembangan bisnis, kurang berinovasi produk hingga distribusi produknya sendiri,” ungkapnya.

Gunawan menambahkan bahwa hingga Januari 2021 kemarin, pemerintah tengah melanjutkan program bansos yang disalurkan presiden untuk Provinsi Lampung sebanyak 315.888 UMKM dengan jumlah bantuan Rp 2,4 juta.

“Hingga akhir Januari 2021 kemarin, kita masih menyalurkan bansos dari presiden dimana untuk Provinsi Lampung sebanyak 315.888 UMKM dengan jumlah bantuan sebesar Rp 2,4 juta, yang kini kita semua masih menunggu program selanjutnya,” ujarnya.

Dalam paparan materi terakhir, Kabag Bisnis Mikro BRI Kanwil Bandarlampung, Novan Erianto menyampaikan bahwa untuk melakukan pinjaman dari lembaga keuangan untuk permodalan usaha, dengan syarat bahwa pinjaman yang diberikan dapat memberikan efek sinergi kepada usaha tersebut, dalam pinjaman tersebut, BRI memiliki beberapa program salah satunya KUR dengan bunga ringan yakni 6 persen pertahun dikarenakan untuk KUR ini mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Kita di BRI memiliki prinsip bahwa pelaku usaha yang melakukan pinjaman dari lembaga keuangan untuk modal usaha itu harus bisa sinergi usahanya sehingga usahanya bisa berputar bukan malah menjadi beban dalam usaha, di BRI juga kita punya beberapa program salah satunya KUR dengan Bunga yang sangat ringan yakni 6 persen pertahun dikarenakan ini merupakan subsidi dari pemerintah,” ujarnya.                                                                            

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab kepada narasumber dan foto bersama peserta dan narasumber secara virtual melalui aplikasi zoom.

Kamis, 04 Februari 2021

Rangkaian HUT IWAPI ke-46, Kunjungi Kaum Lansia Panti Tresna Werdha Natar

Lampung Selatan - publiklampung.com -- Dalam Rangkaian Acara memperingati HUT Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ke-46 Tahun 2021, selain kegiatan lomba-lomba diantaranya lomba Kesekretariatan UMKM se-DPC IWAPI Provinsi Lampung, dan pelatihan digital marketing bekerjasama dengan tokopedia. 

Selain itu, IWAPI Provinsi Lampung juga mengadakan bakti sosial dengan menyerahkan paket makan siang, snack, dan tali asih berupa uang tunai yang salah satu lokasinya di Panti Tresna Werdha Natar, Jalan Sitara, Muara Putih, Natar, Lampung Selatan, yang dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi Lampung, Jumat (5/2).

Ketua DPD IWAPI Provinsi Lampung, Dr. Ir. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,MM, melihat bahwa, kelompok lansia adalah salah satu bagian masyarakat yang perlu perhatian d kasih sayang dimasa-masa senja mereka .

“Kegiatan Bakti Sosial Jumat Berkah IWAPI Provinsi Lampung ini sebenarnya program rutin, kebetulan kali ini juga dalam rangkaian kegiatan HUT IWAPI ke-46 tahun 2021. Sasaran kami hari ini adalah Panti Tresna Werdha Natar, Kunjungan ini sebagai salah satu wujud bakti anak kepada orang tua" Kata Bunda Reny.

Kunjungan IWAPI Provinsi Lampung ini disambut langsung Kepala UPTD PSLU Panti Tresna Werdha Natar, Drs. Maman Suparman.,MM serta perwakilan dari  penghuni panti.

“Mewakili para warga penghuni Panti Tresna Werdha Natar, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada IWAPI Provinsi Lampung atas kunjungannya. Harapannya semoga kegiatan ini bisa berjalan rutin, dan tak lupa kami mendoakn smga IWAPI menjadi Organisasi wanita yg Hebat , maju dan peduli dengan Sesama” Pungkasnya.

Rabu, 03 Februari 2021

Komunitas Rumah Baca Sahabatku Bangkit di Masa Pandemi Covid-19.

Bandarlampung - publiklampung.com -- Komunitas di lampung kian banyak, dari mulai komunitas yang bergerak di bidang pendidikan maupun ke bidang sosial, di Kota Bandar Lampung khususnya komunitas mulai aktif bergerak di bidangnya mulai dari kalangan pelajar dan mahasiswa, masyarakat , sampai komunitas yang bergerak dari pemerintahan.

Salah satu komunitas yang bergerak di bidang pendidikan adalah Komunitas Rumah Baca Sahabatku atau yang sering dikenal Komunitas Rumah Baca Sahabatku (RBS), resmi berdiri sejak tahun 2017 dan disahkan pada tanggal 2 Februari 2020 di sekretariat Rumah Baca sementara yaitu di kediaman Nurkhayati selaku ketua pengurus Rumah Baca Sahabatku, Kamis, (4/2).

Dalam wawancaranya, Ketua Penggerak RBS, Amkha, mengatakan bahwa dengan adanya RBS pemerintah setempat mengapresiasi kegiatan kegiatan yang di lakukan, karena kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan positif dan untuk mengembangkan serta menambah ilmu dari anak anak hingga kalangan dewasa agar ikut berpartisipasi dan melestarikan membaca, Kamis, (4/2).

“Kala itu sangat meriah, dan pada tahun 2020 kegiatan di RBS mulai aktif. Namun karena adanya Covid 19 dan untuk mematuhi protokol  kesehatan, aktivitas di RBS terpaksa berhenti sementara. Dan awal November pengurus berfikir keras untuk bangkit kembali. Dengan mengadakan kegiatan tatap muka namun tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengurangi kegiatan yang bersentuhan. Dan di tahun 2021, RBS menggelar Perayaan Anniversary Ke-1, dengan mengadakan event kecil namun berusaha memberikan dampak besar yang bersifat positif untuk literasi, yaitu mengadakan Lomba Photography Online yang diadakan pada tanggal 25-31 Januari 2021 dan Lomba Merias Tumpeng pada tanggal 2 Februari 2021 yang merupakan puncak acara sekaligus pengumuman dan pembagian hadiah beserta doorprize  kepada peserta lomba. Dengan  66 peserta Lomba Photography dari berbagai usia,dan juga daerah dengan tema (Cinta Literasi Dimasa Pandemi Covid 19),” Ucapnya.

Suatu komunitas pasti membutuhkan dana yang sangat luar biasa untuk mengadakan kegiatan yang bergerak di bidangnya, RBS memiliki niat dan tekat yang sangat luar bisa, mereka tidak takut akan guncangan terhadap pandangan sebelah mata, tetapi mereka yakin bahwa dengan merintis suatu komunitas akan bisa berdiri sendiri dan dibantu dengan masyarakat yang peduli, serta pemerintah yang mengapresiasi pasti akan menjadi komunitas yang besar.

“Kami berjalan dengan anggaran yang dibantu oleh aparat kampung, dan juga operasional pengurus, dan perlombaan tahun ini mendapat sponsor  atau donatur hadiah dari ketua RBS, serta beberapa doorprize yang berasal dari kepala kampung Kuto Winangun dan masyarakat sekitar yang ikut berpartisipasi, Sejak tahun 2020, Pemerintahan Kampung Kuto Winangun berencana untuk membangun gedung literasi untuk RBS, namun harus ditunda karena adanya Pandemi Covid 19, Kami berharap Indonesia segera pulih kembali, agar kegiatan positif bangkit kembali,Mari Cintai Literasi Dimasa Pandemi, SALAM LITERASI !!! Rumah Baca "SAHABATKU" (RBS)," pungkasnya.

UMKM Binaan Pertamina Berdayakan Anak Putus Sekolah Hingga Difabel

Bandarlampung - publiklampung.com --  Dukungan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II kepada para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Sumbagsel terus dilakukan secara berkelanjutan guna memberi perhatian lebih pada kelangsungan para pelaku UMKM. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh UMKM binaan saja, melainkan juga orang-orang yang berada di bawah naungan UMKM tersebut.

Program Kemitraan diberikan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil Mitra Binaan yang bertujuan menjadikan mereka mandiri dalam menjalankan usahanya,

seperti yang dilakukan Siti Halimah, Mitra Binaan Pertamina pemilik UMKM Kopi Cap Kuda Baru dalam menjalankan bisnisnya, ia memberdayakan anak-anak muda yang putus sekolah, mantan narapidana dan difabel agar lebih terampil dan memiliki penghasilan.

Siti mengatakan setidaknya ada 12 karyawan yang kini membantu usahanya, dan sebelumnya Siti juga banyak memberdayakan masyarakat sekitar dalam menjalankan bisnisnya.

“Semoga dengan adanya pekerjaan untuk mereka bisa merubah pola pikir mereka menjadi lebih baik dan sekaligus bisa mendapatkan penghasilan,” ujar Siti dari rilis yang diterima publik lampung.com, Kamis (4/2). 

Dengan usaha yang dijalani saat ini, Siti mampu menghasilkan omset hingga Rp 200 juta per bulan. Siti bersyukur sejak menjadi mitra binaan Pertamina, ia berharap usahanya mampu berkembang lebih pesat lagi, sehingga dapat memberdayakan orang-orang yang membutuhkan.

Pjs. Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR Agustina Mandayati mengapresiasi langkah yang dilakukan Siti Halimah, prinsip usaha yang dijalani Siti cukup mulia. Program Kemitraan bukan hanya sekedar pemberian modal kerja namun juga mendampingi mitra binaan untuk tumbuh dan berkembang dengan memberikan pembinaan, pelatihan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar. 

“Kita melewati masa sulit saat pandemi COVID-19 di sepanjang tahun 2020, di mana banyak pelaku UMKM yang terdampak sehingga dengan adanya Program Kemitraan ini, diharapkan dapat membantu dan menjadi langkah awal UMKM untuk bangkit,” tambahnya. 

“Pertamina sangat mengapresiasi usaha berbasis sociopreneur seperti ini dapat membantu menyediakan lapangan pekerjaan dan menciptakan kemandirian ekonomi,” ujar Tina.

Tina berharap, “Para mitra binaan dapat memberdayakan potensi dan kondisi ekonomi, sosial, lingkungan masyarakat di wilayahnya dengan fokus diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan pembangunan,” tutupnya.

Komunitas Odapus Lampung, Terbentuk Untuk Saling Memberikan Semangat.

Bandarlampung - publiklampung.com -- Penyakit lupus atau lupus eritematosus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, hingga otak. Lupus bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh wanita.

Menjadi penyandang lupus bukan hal mudah untuk diterima seseorang. Beragam gejala bisa dirasakan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Merli Susanti salah satunya. Mulai di diagnosis lupus sejak 11 tahun yang lalu, Santi berinisiatif membuka Komunitas Odapus Lampung atas motivasi dr. Firhat Esfandiari, Sp.PD.FINASIM

"Awalnya saya menjadi pasien dr. Firhat Esfandiani, Sp.PD.FINASIM dan bertemu teman-teman yang juga mengidap lupus dari sosial media sejak tahun 2014, itu belum terbentuk komunitas. Kemudian dr. Firhat menyarankan kepada saya untuk mengumpulkan teman-teman odapus lainnya, membentuk sebuah komunitas, dan bersama menyusun rencana kedepannya dengan beliau," ujarnya, Kamis (4/2)

Komunitas Odapus Lampung terbentuk sejak tahun 2017 silam, dan pertama kali mengadakan pertemuan sekaligus event pertamanya yaitu Seminar Awam Lupus yang diadakan di Rumah Sakit Natar Medika pada tanggal 13 Mei 2017.

Bertujuan sebagai wadah bagi para orang dalam lupus (odapus) agar dapat sharing, saling menguatkan, dan saling support satu sama lain agar tetap bisa menjadi odapus yang berdaya dan berkarya, Odapus Lampung sudah diikuti oleh lebih dari 185 anggota.

Karena beranggotakan mayoritas perempuan, Santi mengatakan jika Komunitas Odapus Lampung sering kali melakukan kegiatan pemberdayaan.

"Kita sering melakukan kegiatan pemberdayaan, karena rata-rata perempuan, kita adakan kelas-kelas untuk explore bakat yang bertujuan agar teman-teman odapus yang tidak bekerja masih tetap bisa berkarya dan berwirausaha dirumah, misalnya baking class, merajut, menulis, dan lain-lain," ungkapnya.

Selain itu terdapat beberapa kegiatan lain yang telah dilaksanakan oleh Komunitas Odapus Lampung, diantaranya, Melakukan pendampingan terhadap pasien lupus terutama pasien baru, melakukan pertemuan rutin untuk sharing dan silaturahmi, melakukan kunjungan terhadap pasien odapus, dan juga melakukan seminar untuk mensosialisasikan lupus kepada masyarakat. Bahkan, sebelum masa pandemi covid-19, KOL sering kali melaksanakan senam lupus bersama, pengajian rutin, dan juga bakti sosial.

Santi berharap dengan adanya komunitas ini, dapat memberikan manfaat yang banyak kepada odapus yang ada di Lampung, sehingga dapat saling memberikan motivasi, dan bantuan bagi odapus yang bertidak kemampuan dalam hal pengobatan.

"Untuk saat ini sih alhamdulillah kita sudah bekerjasama dengan Prodia. Jadi, dengan menunjukan kartu anggota Odapus Lampung, saat cek lab bisa mendapatkan diskon 10-15%. Saya harap dikedepannya kita bisa bekerjasama dengan instansi-instansi lain sehingga dapat membantu teman-teman untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya," tandasnya.

Komunitas KOPALA Lampung Wujudkan Kepedulian Tulus Untuk Autisme

Metro - publiklampung.com -- Komunitas Peduli Autis Lampung (KOPALA), merupakan sebuah komunitas yang dibentuk sejak tahun 2015 yang dimanfaatkan untuk mengenal apa itu autisme dan cara penangananya. Dalam perjalanannya, komunitas ini bekerja sama dengan dinas pendidikan, dinas sosial, dinas pertanian, dan juga komunitas-komunitas lainnya yang ada di lampung. Anggotanya mayoritas terdiri dari para kaum ibu, yang memiliki anak spesial (autisme).

Tak hanya berada di kota Metro dan Bandar Lampung saja, KOPALA sudah menyebar ke beberapa Kabupaten, diantaranya Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Selatan, Pringsewu, Lampung Utara, dan beberapa kota di luar Lampung

Berawal dari seminar singkat saat memperingati Hari Autis Sedunia pada tanggal 02 April 2015 yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa School Metro Lampung, para peserta sepakat untuk berkumpul kembali dan mendirikan komunitas ini.

Dianawati, selaku founder Komunitas Peduli Autis Lampung, mengatakan bahwa salah satu kegiatan dari komunitas ini yaitu mengedukasi dan mensosialisasikan perihal autism kepada masyarakat luas.

"Saya dan teman-teman berinisiatif membuat komunitas ini agar para orang tua tau apa itu autisme dan bagaimana cara mengenali apakah anak kita autisme dan bagaimana cara penanganannya. Dengan bergabung bersama saling menguatkan satu sama lainnya sehingga tidak ada lagi orang tua yg merasa sendiri. Bila ada permasalahan dan orang tua tidak tau bagaimana cara penanganannya, bisa disampaikan di grup komunitas. Nanti akan banyak masukan atau sharing dari orang tua lain yang mungkin sudah memahami," Ujarnya, Kamis (4/2)

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh komunitas ini yaitu mengedukasi masyarakat metro tentang deteksi dini tumbuh kembang pada anak pra sekolah di wilayah iring mulyo metro timur, mengadakan edukasi ke beberapa sekolah melalui izin kepala dinas pendidikan kota metro untuk sosialisasi tentang apa itu perundungan atau bullying, Mengadakan seminar mengenai apa itu pendidikan inklusi, bagaimana cara menerapkan diet casein free, gluten free, and sugar ree (CF GF SF) pada anak autisme.

Selain itu, komunitas ini juga membuat buku resep makanan CF GF SF yang aman di konsumsi anak autisme, 

Didalam prestasinya, komunitas ini pernah memenangkan lomba Video Challenge Virtual tentang 3M oleh Dinas Sosial pada bulan desember 2020 lalu. 

Diana juga mengatakan, sejak dalam masa pandemi covid-19, KOPALA hanya mengadakan sharing dan lomba hanya melalui daring zoom, meet, dan juga grup whatsapp.

Rabu, 27 Januari 2021

Komunitas Dongeng Dakocan, Dari Menghibur Hingga Mewariskan Budaya Sastra

Bandarlampung - publiklampung.com -- Dongeng ialah sebuah cerita yang tidak benar-benar terjadi atau biasa kita sebut dengan cerita khayalan. Dongeng biasanya mempunyai sifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan.

Dibalik itu, Dongeng dapat dijadikan sebagai salah satu metode belajar yang baik dan efektif. Karena, selain menghibur, dongeng juga dapat mendorong kecerdasan anak, sekaligus sarana mewariskan budaya sastra tutur kepada generasi penerus.

Sayangnya, di era modern ini, dongeng telah menjadi barang langka di kehidupan para anak-anak.

Untuk mengisi ruang kosong perdongengan yang belakangan ini telah ditinggalkan, seniman yang ada di Lampung, Iin Muthmainnah Zakaria dan Ivan Sumantri Bonang membentuk suatu komunitas bernama Komunitas Dongeng Dakocan sejak 28 November 2002 silam. Tanpa disangka, pada tahun 2015 tanggal terebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Dongeng Nasional untuk mengenang hari kelahiran Legenda Dongeng bapak Drs. Suyadi atau yang dikenal sebagai Pak Raden.

Iin yang pada saat itu merupakan seorang penggiat seni di bidang pertunjukan teater dan sastra beranggapan bahwa dongeng adalah salah satu cabang seni yang bisa digeluti tanpa harus mengesampingkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

“Dari sekolah saya memang sudah terlibat dalam dunia pertunjukan teater dan sastra. Namun, saat setelah  menikah dan punya anak, latihan sudah tidak bisa, karena membutuhkan waktu yang sangat banyak. Kemudian, ketika melihat teman mendongeng, baru terfikir ternyata dengan cara mendongeng inilah saya bisa tetap berdekatan dengan dunia anak-anak namun tidak menghilangkan dunia panggung. Jadi dongeng menjadi kendaraan bagi saya untuk dapat tetap eksis di dunia pertunjukan seni peran,” ujarnya, kamis (28/1).

Iin menjelaskan bahwa nama Dakocan merupakan usulan dari seorang rekannya, kemudian dipakai sebagai nama komunitas ini karena Dakocan merupakan mainan anak-anak pada zaman dahulu dengan harapan dapat menghidupkan kembali nama permainan zaman dahulu yang sudah hilang termakan zaman.

Dalam perjalanannya nya selama 19 tahun, Iin menceritakan jika Komunitas ini telah membagi 15 tahun program. Program di tahun pertama hingga tahun ke-5 digunakan sebagai sarana sosialisasi dengan cara melakukan dongeng keliling ke 22 sekolah TK sembari melakukan riset kuisioner kepada orang tua atau guru untuk melihat kedudukan dongeng dimata mereka. 

“Dari 1000 kuisioner, kita menganalisa ternyata dari sekian banyak yg mengisi, mereka tidak menganggap bahwa dongeng itu penting. Namun, saat ditanya, mereka tau soal dongeng, pernah dibacakan dongeng sewaktu kecil. Maka kami beranggapan bahwa dongeng yang diceritakan akan melekat sampai mereka dewasa, dari sini kita dapat pijakan bahwa dongeng harus kembali kita sosialisasikan lagi.” Ungkapnya

Lima tahun berikutnya, Komunitas ini merambah menuju pelatihan kepada guru TK/Paud.  5 tahun berikutnya, pada tahun ke 15, Komunitas Dongeng Dakocan mencoba untuk mengajak banyak ibu, komunitas, atau masyarakat lainya sehingga mereka minat untuk bergabung dan mengikuti gerakan ini secara sukarela.

Pada tahun 2007 hingga 2021 saat ini, lebih dari 9000 masyarakat yang telah mengikuti pelatihan dongeng bersama Komunitas Dongeng Dakocan. Tak hanya berdongeng, Komunitas Dongeng Dakocan juga mengajak anak-anak untuk bermain peran dalam drama kolosal yang mengangkat berbagai macam kisah yang telah diadaptasi ke cerita anak-anak. Sebelumnya anak-anak akan diperintahkan untuk mendengarkan dongeng terlebih dahulu sebelum memainkan perannya.

Iin berharap, Saat ini masyarakat dapat melestarikan dan mengembangkan dongeng-dongeng di Indonesia agar kelak Indonesia dapat kembali menjadi sorotan melalui cerita rakyatnya yang berkembang.

“Dongeng kan tidak hanya bicara soal hiburan dan mengajarkan nilai, dongeng juga bicara soal budaya, kita mengajarkan budaya bisa lewat dongeng. Maka kita ingin gerakan dongeng ini bukan hanya terjadi di sekolah, atau di pendidikan, tapi juga diranah pendidikan dan masyarakat. Artinya  mari sama-sama melihat dan membangun Indonesia melalui cerita-cerita rakyat yg kita punya. Sehingga, Indonesia bisa kembali menjadi sorotan lewat cerita rakyat yang berkembang. Cerita-cerita itu tidak mungkin bisa didengar jika tidak diceritakan. Jadi pesanku hanya mari sama sama mendongeng, boleh melalui media apapun, bisa Instagram, Youtube, Podcast, Facebook, apapun bisa, " ujarnya.

RS AKA Medika Sribhawono Salurkan Zakat Karyawan Ke Dompet Dhuafa Lampung

Lampung Timur - publiklampung.com -- Rumah Sakit (RS) AKA Medika Sribhawono Lampung Timur menyalurkan zakat karyawan kepada Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa Lampung, Kamis (28/1). Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Direktur RS AKA Medika Sribhawono Idham Hamid kepada Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Yogi Achmad Fajar di RS AKA Medika Sribhawono.RS AKA Medika Sribhawono Salurkan Zakat Karyawan Ke Dompet Dhuafa Lampung. 

Management RS AKA Medika Sribhawono menyadari bahwa ada kewajiban bagi setiap muslim untuk berbagi terhadap sesama melalui zakat. Inilah yang mendasari kebijakan memfasilitasi zakat karyawan RS AKA Medika Shribawono untuk disalurkan secara kolektif.

"Dalam Islam disebutkan bahwa di sebagian rezekimu ada rezeki orang lain," ujar Idham.

Idham berharap bahwa zakat karyawan melalui Dompet Dhuafa Lampung ini bisa tersalurkan dengan tepat kepada mereka yang membutuhkan atau tepat sasaran. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat di Lampung yang amat membutuhkan uluran bantuan. 

"Ya harapan sederhananya, semoga ini bisa membantu mereka yang membutuhkan," imbuh Idham.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Yogi Achmad Fajar menyambut dan menerima dengan baik zakat karyawan RS AKA Medika Sribhawono. Yogi juga mengapresiasi management RS AKA Medika Sribhawono memfasilitasi pelaksanaan ibadah zakat bagi para karyawannya.

“Kami mengapresiasi kepada management RS AKA Medika Sribhawono atas inisiatifnya mengakomodasi ibadah zakat karyawan. Terima kasih atas kepercayaannya menyalurkan donasi zakat karyawan melalui Dompet Dhuafa Lampung,” terang Yogi.

Dengan amanah yang diterima ini, imbuh Yogi, Dompet Dhuafa Lampung siap untuk mendayagunakan dana zakat tersebut untuk disalurkan melalui berbagai program yang tepat sasaran. 

Usai acara simbolis penyerahan donasi zakat karyawan, management RS AKA Medika Sribhawono dan Dompet Dhuafa Lampung menyempatkan melakukan tour rumah sakit, yakni meninjau fasilitas rumah sakit dan menyapa beberapa pasien.

Kamis, 21 Januari 2021

Lampung Menjadi Tuan Rumah Gathering Nasional Honda PCX Club Indonesia (HPCI)

Lampung Selatan - publiklampung.com -- Pemilik motor Honda PCX di provinsi Lampung kini bisa mencari informasi serta saling bertukar pengalaman seputar kendaraan jenis ini. Sekretariat yang bertempat di Jalan Srimulyo 1 No. 6, Pemanggilan, Natar, Lampung selatan ini selalu ramai.

Fadhel Aprilliano, selaku Ketua Chapter (Honda PCX Club Indonesia) HPCI Lampung mengatakan, awal komunitas motor ini terbentuk dari kumpul- kumpul sesama pemilik Honda PCX.

"HPCI Lampung, terbentuk berawal dari kumpul-kumpul sesama pengguna PCX, akhirnya terbentuklah komunitas pecinta PCX dan resmi terbentuk pada tanggal 11 Mei 2018," ujarnya, Kamis (21/1)

Deklarasi HPCI Lampung berbarengan dengan agenda Anniversary Honda PCX Club Indonesia ke-7 di TMII tanggal 23 September 2018.

"Awalnya terbentuk anggotanya hanya 10 orang, alhamdulillah sekarang sudah beranggotakan kurang lebih 60 orang," Lanjut Fadhel.

Fadhel juga mengungkapkan bahwa HPCI Lampung rencananya akan melaksanakan Gathering Nasional (Gatnas) pada tanggal 13-14 maret 2021 nanti. Provinsi Lampung ditunjuk sebagai tuan rumah dalam perhelatan ini. 

Acara yang seharusnya dilaksanakan pada bulan April tahun 2020 lalu awalnya sempat tertunda dikarenakan adanya pandemi covid-19. Rencananya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kawasan Wisata Tanjung Setia, Lampung Barat dengan fokus kegiatan-kegiatan sosial dan gathering sesama anggota se-Indonesia.

"Acara gatnas nanti selain kegiatan intern, kami akan mengajak peserta turing ke obyek wisata di sana, tujuannya memperkenalkan keindahan obyek wisata di provinsi Lampung kepada anggota se-Indonesia. Semoga kegiatan kami nanti bisa berjalan dengan sukses," Pungkasnya.


Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

418x Dibaca

Rabu, 20 Januari 2021

Komunitas VidyCoin Kumpulkan Rp 70 Juta untuk Donasi Korban Gempa Sulbar

#komunitaspubliklampung

Jakarta - publiklampung.com -- Indonesia kembali dirundung berita duka dimana Provinsi Sulawesi Barat dilanda musibah. Di awal Januari 2021 di wilayah Majene dan Mamuju Sulawesi Barat terjadi gempa berkekuatan magnitudo 6,2 dan kembali diguncang gempa susulan sehari setelahnya dengan magnitudo 4,8.

Melihat terjadinya bencana tersebut, membuat jiwa sosial Komunitas VidyCoin tergerak untuk turut berpartisipasi membantu para korban terdampak gempa Sulbar.

Komunitas VidyCoin membuka donasi berupa dana yang terkumpul sebesar Rp 70.841.000 pada update list donasi 17 Januari 2021 dan bahan makanan pokok yang diharapkan dapat berguna bagi kehidupan korban gempa Sulbar.

“Alhamdulillah, keluarga besar VidyCoin Peduli Sulbar turut membantu saudara kita di Sulbar. Dengan adanya donasi ini, kami telah menyalurkan hari ini 2 titik posko Lembaga yakni, Lazismu dan Sobat Peduli Sidrap. Insya Allah akan dilanjutkan besok di Pinrang dengan beberapa posko lainnya,” ucap Irfan Irwan selaku Koordinator VidyCoin Peduli Sulbar yang dilansir dari suara.com, Rabu (20/1).

“Insya Allah seluruh bantuan keluarga besar VidyCoin disalurkan. Bahkan kami berencana untuk membawa langsung bantuan dengan beberapa armade ke beberapa titik lokasi di Sulbar,” Irfan menambahkan.

Bentuk bantuan Komunitas VidyCoin akan disalurkan lagi ke beberapa titik posko lainnya dan dihimpun oleh Komunitas VidyCoin dari seluruh Indonesia, bahkan juga Komunitas VidyCoin yang berdomisili di Jerman dan Malaysia.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

3555x Dibaca

Keaktifan SAKA Bhayangkara Polsek Talang Padang Dalam Kegiatan Sosial

#komunitaspubliklampung

Tanggamus - publiklampung.com --  Kegiatan bakti sosial banyak dilakukan masyarakat di Indonesia termasuk salah satu daerah di Provinsi Lampung yaitu Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tanggamus banyak sekali  masyarakat yang mengikuti kegiatan seperti komunitas dan organisasi yang bergerak di bidang sosial. 

Seperti halnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan anggota Satuan Karya Pramuka atau yang lebih dikenal dengan sebutan SAKA, salah satu yang masih aktif hingga saat ini adalah SAKA Bhayangkara Polsek Talang Padang. 

“Saka bhayangkara khususnya di Polsek Talang Padang ini, cukup memberikan kontribusi terhadap peserta didik khususnya para anggota Saka Bhayangkara itu sendiri, Saka Bhayangkara Polsek Talang Padang juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan pengamanan saat hari-hari besar keagamaan dan malam pergantian tahun,serta kami aktif juga dalam kegiatan sosial seperti menggalang dana untuk saudara kita yang membutuhkan dengan berkoordinasi dengan Humas Polres Tanggamus untuk penyaluran bantuan tersebut,kami bekerja sama dengan beberapa pihak lain dalam melakukan kegiatan yang serupa untuk membantu korban bencana alam yang saat ini banyak terjadi di Indonesia,”  ucap, Ketua SAKA Bhayangkara Polsek Talang Padang,Daniel, Kamis, (21/1).

#komunitaspubliklampung

Perlu diketahui bahwa SAKA Bhayangkara Polsek Talang Padang memiliki anggota yang sangat banyak, kegiatan kegiatan yang di jalankan banyak mendapatkan apresiasi bukan hanya dari pemerintahanya saja tetapi banyak juga apresiasi dari masyarakat baik dari dalam daerah maupun luar daerah.

#komunitaspubliklampung

"Kegiatan SAKA saat pandemi sangat terbatas dan mengingat kabupaten Tanggamus saat ini berstatus zona merah, kami dari pihak pengurus hanya menerapkan kegiatan baksos untuk membersihkan ruang SAKA Bhayangkara dan lingkungan Polsek Talang Padang itu sendiri dan untuk anggota kami bagi menjadi beberapa regu piket setiap harinya. Dan untuk kegiatan sosial kami juga berkoordinasi dengan saka lain seperti SAKA Bakti Husada untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang kami adakan serta memberikan pengarahan kepada para anggota apa saja yang harus dilakukan dimasa pandemi ini demi menjaga diri sendiri dan orang lain khususnya keluarga," pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

2311x Dibaca

Komunitas Penulis Muda Lampung Wadah Bagi Remaja Dengan Minat Bakat Di Bidang Literasi.

#komunitaspubliklampung

Lampung Selatan - publiklampung.com --  Memiliki slogan #satuSENIberjutaKARYA, Komunitas Penulis Muda Lampung atau yang disingkat dengan nama KPM Lampung bergerak dalam bidang Keorganisasian dan Kemanusiaan, di mana komunitas ini sering kali mengadakan kegiatan-kegiatan positif dengan lingkungan masyarakat dalam mengembangkan potensi SDM di komunitas dan membangun minat baca, tulis, inovasi, kreatifitas dan wawasan bagi orang banyak. 

Komunitas yang terbangun sejak tahun 2019 ini berpusat di Lampung Selatan. Tepat nya di Pustaka KPM Lampung, Jl. Halil Rahman, Dusun IIIA, Desa Fajar Baru, Kec. Jati Agung, Kab. Lampung Selatan.

Anggi Farhan Saputra, yang merupakan seorang Founder sekaligus Ketua Umum Komunitas Penulis Muda Lampung mengatakan bahwa ia ingin membentuk sebuah wadah bagi pemuda-pemudi yang memiliki minat dan bakal dalam bidang literasi.

#komunitaspubliklampung

"Awalnya saya sempat berfikir, Apakah cuma saya doang yang suka dengan dunia kepenulisan ini di sini. Nah dari situlah saya lalu berinisiatif membuat sebuah wadah bagi para pemuda pemudi yang punya minat dan bakat dalam kepenulisan. Hingga akhirnya lahirlah, Komunitas Penulis Muda Lampung. Jadi bisa dibilang, saya ingin mencari teman dalam mengembangkan potensi ini," ungkapnya. Kamis (21/1)

Saat ini, KPML sudah memiliki 300 lebih anggota yang tersebar di 13 Kabupaten dan 2 kota di Provinsi Lampung. Disetiap daerahnya memiliki kepengurusan tersendiri yang biasa disebut dengan Divisi Cabang.

Namun, Anggi juga mengatakan bahwa saat ini KPM Lampung sudah membentuk cabang baru di Jawa barat.

#komunitaspubliklampung

"Pada Tahun 2020 lalu KPM Lampung baru aja punya saudara baru, yang bertempat di Jawa Barat, dan dinamakan KPM Jawa Barat tapi dengan KPM Lampung sebagai induknya.l," ujarnya.

Untuk saat ini KPM Lampung menjadi Komunitas yang bergerak secara mandiri, umum dan terbuka. 

Dari area internalnya, KPM Lampung telah berhasil mencetak generasi penulis muda berbakat di Lampung, beberapa dari anggota KPM Lampung telah berhasil menerbitkan buku, menciptakan lagu dan beberapa karya sesuai minat dan bakat masing-masing. 

Selain itu, KPM Lampung juga sering kali diundang untuk menjadi pembicara di beberapa kegiatan berupa event seminar atau webinar mengenai kepenulisan. Sehingga KPM Lampung ini sudah banyak bekerja sama dengan beberapa komunitas lain di Lampung. 

Anggi mengungkapkan, setelah berakhirnya pandemi, KPM Lampung akan mengadakan kegiatan yang lebih besar lagi.

"Untuk rencana, KPM Lampung telah memiliki beberapa rencana yang berhubungan dengan kegiatan yang lebih baik dan besar lagi, kami ingin bisa menjadi salah satu pelopor minat baca, seni, budaya dan teknologi di Lampung. Maka dari itu sudah ada beberapa agenda untuk mewujudkan rencana tersebut. Tapi di sisi lain kami masih menunggu agar keadaan kembali membaik. Maka dari itu harapan kami kedepannya, semoga Indonesia kembali pulih lagi, agar kami bisa berkumpul, saling berbagi ilmu dan berbagi pengalaman secara langsung," Tutupnya. 

Ia juga berharap Agar KPM Lampung bisa lebih maju dan bisa mengembangkan lagi sayapnya hingga menjadi salah satu bukti bahwa pemuda-pemudi Lampung yang positif dan bisa menjadi alasan terwujudnya cita-cita Indonesia Maju.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

517x Dibaca

Bukan Hanya Mengenal Alam, MTMA Tanggamus Mengajarkan Bagaimana Mencintai Alam

#komunitaspubliklampung

Tanggamus - publiklampung.com -- Indonesia dikenal sebagai negara Maritim dan Agraris,karena Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan Lautan yang luas dan memiliki tanah yang subur sehingga tepat  untuk bercocok tanam, tidak hanya itu negara Indonesia juga dikenal sebagai  paru-paru dunia, Negara Megabiodiversitas dan juga dikenal sebagai negara Heaven On Earth.

Hal ini semua memang pantas Negara Indonesia mendapatkan julukan itu, dengan banyak pulau yang mayoritas adalah hutan dan berbagai flora fauna yang tumbuh berkembang , serta Negara Indonesia memang pantas untuk menjadi surga dunia karena keindahan alam dan kekayaannya yang melimpah.

Indonesia memiliki masyarakat yang sangat berantusias dalam melestarikan keindahan alamnya, salah satu komunitas Pecinta Alam yang ikut berpartisipasi dalam melestarikan alam di Lampung yakni Komunitas My Trip My Adventure TANGGAMUS atau yang dikenal dengan sebutan MTMA Tanggamus. 

#komunitaspubliklampung

“ My Trip My Adventure ( MTMA) Tanggamus berdiri pada tahun 2016, tepatnya pada tanggal 16 oktober 2016, MTMA adalah komunitas pecinta alam yang sangat berantusias untuk melestarikan dan mengenalkan keindahan alam yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Kabupaten Tanggamus dan yang ada di Provinsi Lampung” ucap, Ketua MTMA Tanggamus, Aji, Kamis,(21/1).

MTMA Tanggamus Selalu Mengadakan Acara Anniversary setiap Tahunnya,Mengadakan Open Recruitment dan masih banyak lagi acara yang di adakan , tidak hanya itu MTMA Tanggamus juga sering mengikuti kegiatan di Tanggamus sendiri ataupun Luar Tanggamus .

"Banyak acara yang kami ikuti Seperti Gathering Nasional MTMA se-Indonesia ke 3 di Palembang dan Gathering Nasional 5 di Jakarta, Mengadakan Kopdar antar Komunitas serta ikut meramaikan Acara Anniversary komunitas lain ,MTMA Tanggamus juga  Melakukan Trip Wajib Setiap Bulanya sekaligus kopdar wajib hanya saja acara kami dan kegiatan kami masih dihantui pandemi sehingga banyak terjadi penundaan, sekalipun kami mengikuti acara kami tetap mematuhi protokol kesehatan," tambah Humas MTMA Tanggamus, Ulik, Kamis (21/1).

Aji melanjutkan, dimasa pandemi ini memiliki begitu banyak Sudut pandang dari sisi positif. Positifnya adalah Alam Kembali Segar Dan tidak tercemar kembali  karena ulah-ulah tangan kotor  penikmat alam yg tak bertanggung jawab, pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

2309x Dibaca

Selasa, 12 Januari 2021

Mendirikan Komunitas Jendela Lampung Sebagai Upaya Peningkatan Literasi

Komunitas

Bandar Lampung - publiklampung.com -- Di era saat ini, komunitas literasi yang berdiri selain sebagai sebuah komunitas, berfungsi juga untuk berbagi dan bertukar informasi mengenai pengetahuan dan berbagai ilmu pendidikan. 

Di Provinsi Lampung, komunitas yang fokus pada upaya peningkatan literasi, sudah hadir sejak 13 November 2014 silam dengan nama Komunitas Jendela Lampung, yang didirikan oleh Mika Margareta, wanita kelahiran Kotabumi, pada  11 Maret 1989.

Alumni Pascasarjana Universitas Gajah Mada, Prodi Teknologi Industri Pertanian tahun 2014 itu menginisiasi Komunitas Jendela Lampung sejak selesai melaksanakan pendidikannya di Jogja, karena sebelumnya pernah sempat bergabung didalam Komunitas Jendela yang ada di Jogja.

Komunitas

"Sebelumnya aku bergabung di komunitas jendela jogja, kebetulan aku disana menjadi koordinator divisi program yang bertugas untuk merancang program yang bisa diberikan untuk adik-adik di jendela, saat kembali ke Lampung, saya merasa ada yang hilang dan muncul keinginan untuk berbagi manfaat kepada orang lain. Kemudian akhirnya aku tuangkan kembali melalui pendirian Komunitas Jendela di Lampung." Ujarnya, Rabu (13/1)

Mika juga menyebutkan beberapa tujuan dari terbentuknya komunitas ini adalah untuk membentuk kemandirian belajar anak melalui kebiasaan membaca buku dan juga memberikan pengetahuan gratis pada anak-anak di daerah Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Bakung, melalui kegiatan non-formal yang dapat mengasah kreativitas anak dan juga kemampuan motorik anak. 

Komunitas

Saat ini, Komunitas Jendela Lampung masih berfokus untuk mengembangkan program rumah baca. Sebelumnya, jendela lampung juga mengadakan mobile library yang tersebar di tempat-tempat keramaian yang banyak anak-anak. Namun karena dalam Pandemi Covid-19, pengoperasian mobile library saat ini masih tertunda.

Rumah baca tersebut terletak di Jalan Morotai No.1 Bakung, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Dan beroperasi setiap hari Minggu.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

1902x Dibaca

Senin, 11 Januari 2021

Koar Bandes : Siap Turun Kejalan !

Publik Lampung

Bandar Lampung - publiklampung.com -- Relawan Eva Dwiana- Deddy Amarullah yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bandar Lampung Peduli Demokrasi yang sehat (Koar Bandes) menyatakan sikap akan siap turun ke jalan.

Hal itu dilakukan guna menolak putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Bandar Lampung, yang menyatakan membatalkan pasangan calon nomor urut tiga sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung, 

Ketua Paguyuban Projo Pandowo Lampung, Nuryono mengatakan KPU dan Bawaslu  menganulir kemenangan Eva-Deddy, maka dari itu seluruh relawan harus bersikap memperjuangkan 57 persen lebih suara rakyat.

"Mau dikemanakan suara itu, kita harus tolak, memangnya kita ini dianggap apa? kita kirim surat ke MA dan kawal prosesnya," ungkapnya saat menyampaikan pernyataan sikap di posko pemenangan Eva Deddy yang berada di kecamatan Langkapura, Senin (11/01/2021).

Relawan yang tergabung dalam Asam Pade, Kasno mengatakan, mendengar adanya putusan Bawaslu pihaknya mengaku kaget. Ia mengatakan hal ini adalah tindakan yang menyakiti semua relawan.

"Kita sudah rapat bersama seluruh anggota dan menyatakan kita siap demo ke KPU dan Bawaslu, bila harus demo," ungkapnya.

Perwakilan Saiyo Sakato Adam Sikumbang mengatakan, pihaknya memiliki semangat yang sama. Dirinya mengaku, saat pengumuman Bawaslu, ketua relawan langsung menyatakan sikap bawah keputusan tersebut adalah "miris dan sadis", dan ternilai mencari-cari kesalahan. 

"Faktanya dalam pileg kemarin, suara Eva langsung mendapat 4 kursi dapil. Dalam masa kampanye, Kita diwanti-wanti semua relawan untuk menimalisir kesalahan. Orang-orang yang mencari kesalahan itu tidak jantan, apakah Bawaslu dan KPU tidak lagi melihat suara Eva yang tidak mampu dilampaui oleh lawan. Kita hargai keputusan dari Bawaslu dan KPU tetapi apa lembaga tersebut tidak melihat dari hal suara rakyat," ujarnya.

Hal ini juga disampaikan, Ketua relawan sahabat Eva-Deddy, Juawanda. Pihaknya mengaku sejak awal ikut serta dan turun langsung ikut kampanye, tidak ada pihaknya melakukan politik uang. "Saya juga mantan penyelenggara. Bawaslu telah memperkosa kedaulatan rakyat," tandasnya.(*rls)

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

1148x Dibaca

apa perbedaan HKI dan Paten dalam Penemuan Bidang Teknologi

  Kita mungkin sudah tidak asing dan sering mendengar kata hak cipta dan hak paten. Meskipun sudah familiar dengan paten dan cipta, masih ba...