Halaman

Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2021

Muhammad Alam Faruq Mengajak Milenial di Lampung Peduli Terhadap Kelestarian Wisata

Bandarlampung - publiklampung.com -- Lampung memiliki masyarakat yang sangat berantusias tinggi untuk meningkatkan pariwisatanya, tidak hanya di pemerintahan saja yang melestarikan pariwisata bahkan masyarakat di kalangan pemuda juga sangat berantusias untuk melestarikan pariwisata yang ada.

Muhammad Alam Faruq atau yang lebih di kenal Faruq, remaja berusia 16 tahun ini  kelahiran Pulau Panggung Tanggamus pada 20 Agustus tahun 2004, Ia merupakan salah satu pelajar berprestasi di Kabupaten Tanggamus, Faruq adalah salah satu Finalis Putera Wisata Indonesia yang mewakili Provinsi Lampung. 

Dalam wawancaranya, Jumat (5/2), Finalis Putera Wisata Indonesia 2021, Faruq mengatakan bahwa, Ia sangat bersyukur atas apa yang ia capai hingga saat ini , dan Ia meminta dukungan dan doanya tentunya kepada seluruh masyarakat Lampung, agar untuk mendukung Ia di ajang nasional dan memberikan yang terbaik untuk Provinsi Lampung. 

“Saya sangat bersyukur karena sudah di percayai untuk mewakili Lampung di kanca nasional dan masih di berikan kesempatan untuk ikut di acara ini, dan saya sangat bersyukur karena kekurangan saya dapat bisa menjadi kan orang yang kuat dan menjadi orang yang selalu bersyukur,” ucapnya.

Setiap orang pastinya memiliki motivasi dan harapan untuk kedepannya, meningkatkan kualitas diri, dan untuk menggapai apa yang ia inginkan, serta untuk memperbaiki dirinya agar menjadi seseorang yang benar-benar baik merupakan salah satu motivasi dan harapan.

“Salah satu motivasi saya adalah ingin menunjukan bahwa saya bisa membanggakan Provinsi Lampung di kanca nasional, dan saya ingin membuktikan kepada semua orang bahwa tidak harus kita mempunyai gelar sarjana, dan gak harus good looking yang paling penting adalah good attitude yang harus di miliki semua orang, dan harus percaya diri walaupun memiliki kekurangan, dan Ingin membuktikan bahwa kekurangan saya bukan lah suatu halangan bagi saya untuk maju ke kanca nasional bahkan nanti di kanca internasional di umur saya yang masih muda ini, Harapan saya kedepannya semoga bisa sukses di bidang yang saya minati, dan juga bisa membanggakan Provinsi Lampung di kancah nasional maupun internasional, serta bisa menjadi motivator bagi orang-orang yang selalu berpikiran buruk pada diri mereka masing masing, dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Pandangan setiap orang terhadap melestarikan wisata yang ada di Lampung sudah jelas pastinya berbeda beda ada yang positif dan ada yang negatif, namun orang juga pastinya bisa memilah milih  terhadap pandangan itu sendiri, seperti pandangan Faruq terhadap kalangan milenial yang peduli akan melestarikan wisata di Lampung.

“Pandangan saya terhadap milenial di Lampung akan peduli terhadap wisata sendiri, Saya yakin pasti milenial lampung peduli dengan wisata yang ada di Lampung, dan pasti juga ada beberapa milenial yang kurang peduli terhadap wisata yang ada di Lampung padahal sering berkunjung ke tempat wisata, contoh seperti membuang sampah sembarangan dan masih banyak lagi yang lainya, tapi saya yakin hanya sedikit milenial yang tidak peduli wisata Lampung, dan saya sangat bangga karena milenial lampung sudah sangat peduli dengan wisata yang ada di Lampung, dan mari kita tingkatkan bersama kualitas pariwisata yang ada di Lampung dengan cara peduli wisata, terimakasih,” pungkasnya.

Didit Widiyanto, Pelestari Mangrove di Pantai Mutiara Baru

Bandarlampung - publiklampung.com -- Didit Widiyanto (30), merupakan seorang penggiat Mangrove, dan pemerhati lingkungan asal Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Sejak tahun 2018 silam, ia telah menjadi penggerak atau pencetus dari program penanaman mangrove di sekitar pesisir pantai mutiara baru.

Kemudian, pada tahun 2020, ia bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Bahari di bantu oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (BPDASHL WSS) untuk mengembangkan dan merawat sebuah amanah berupa Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN) untuk melakukan penanaman mangrove di pesisir pantai mutiara baru dengan menggagas KTH Mutiara Bahari yang mencakup 3 desa di wilayah register 15 dan diikuti oleh 43 anggota.

Dalam wilayah seluas 7 hektar, jenis tanaman yang di tanam dalam program ini diantaranya, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, serta Ceriops dengan sistem rumpun berjarak 5 meter dan berjumlah 35.000 batang dalam 70 variasi bedeng. Satu bedeng besar berisikan sekitar 500 batang, dan satu bedeng kecil berisikan 100 batang.

Didit mengatakan, alasan ia membentuk bedeng yang bervariasi adalah agar lokasi tersebut dapat di kelola oleh masyarakat Desa Karya Makmur untuk dijadikan lokasi ekowisata Pantai Mutiara Baru yang telah tercetus sejak 4 tahun silam.

Dalam pelestariannya, Didit mengatakan jika terdapat beberapa produk turunan yang dihasilkan dari mangrove.

"Ada beberapa produk hasil turunan mangrove, dan ini hasil kerjasama dari KTH Mutiara Bahari dan tim KKN Undip Semarang. Ini yang masih proses untuk kita kembangkan. Sekitar ada 16 produk, salah satunya Teh Jeruju dan Handsanitizer dari sari daun api-api," ungkapnya, Jum'at (5/2)

Didit mengaku jika ia sempat mendapat beberapa kesulitan dalam hal memahami karakter masyarakat saat melakukan pelestarian mangrove ini.

"Kesulitan yang dihadapi mungkin saat memahami karakter SDM masyarakat yang ada di sekitar kita, dan itu tantangan kita dalam upaya untuk menghidupkan menata kembali gerakan berbagi ruang dengan lingkungan sekitar. Untuk itu kita terus belajar dan berproses. 'Mengerti sebelum mencintai'. Itulah prinsip utama yang kita pegang untuk bergerak dalam ruang lingkungan hidup dan kehidupan," pungkasnya.

Ia juga berharap, agar masyarakat khususnya generasi selanjutnya dapat memahami pentingnya mengenal, menjaga, serta merawat ekosistem sekitar dimana pun kita berada. Karena pada saat ini kita sedang dihadapkan pada beberapa persoalan lingkungan yang harus segera diatasi, seperti Sampah, Banjir, Pencemaran sungai, Rusaknya ekosistem laut, Pemanasan global, Pencemaran udara, Sulitnya air bersih, Kerusakan hutan, Abrasi, Pencemaran tanah. Saat ini kita menghadapi dampak konkrit dari krisis lingkungan terhadap sumber daya alam.

Kamis, 28 Januari 2021

Ketua IPPNU Kecamatan Sumberojo Mengajak Pelajar Muslimah Dalam Meningkatkan Pendidikannya

Tanggamus - publiklampung.com -- Pendidikan yang dimiliki seorang perempuan  adalah hal yang paling utama yang harus dimiliki seorang wanita, karena pendidikan merupakan sumber pusat sebagai ilmu pengetahuan, selain itu perempuan harus memiliki pendidikan yang tinggi karena perempuan di era sekarang harus dapat memimpin dan dapat dipimpin untuk menguasai ilmu pengetahuan.

Seperti yang dimiliki seorang perempuan muslimah di Pekon Sumberejo Kabupaten Tanggamus, Nur Setiawati, ia merupakan salah satu ketua Ikatan Pelajar Perempuan Nahdatul Ulama Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, yang merupakan salah satu Mahasiswa Universitas Lampung. 

Dalam wawancaranya, Ketua IPPNU Kec. Sumberejo, Nur Setiawati, mengatakan bahwa, Semestinya sebagai perempuan pelajar muslimah kita haru memiliki harapan yang bisa menjadi contoh khususnya di bidang pendidikan, Jumat, (29/1).

“Harapan saya untuk perempuan NU yang sekarang menjadi pelajar adalah untuk tetap menjadi pelajar yang cerdas, berakhlakul karimah, berintelektual, dan tetap menjunjung tinggi NU dan jadilah pelajar yang jujur karena di zaman ini banyak sekali siswa yang tidak jujur dalam menuntut ilmu, sebagai contoh adalah mencontek, sehingga harus ditanamkan bahwa menuntut ilmu itu harus dilakukan dengan cara yang baik agar hasilnya juga baik, lebih baik sedikit tapi bermanfaat dari pada banyak tapi tidak ada yang membekas dalam sebuah karya,” ujarnya.

Seperti yang kita lihat saat ini, banyak sekali perempuan muslimah yang menorehkan prestasi baik tingkat akademik maupun nonakademiknya, sebagai seorang perempuan sudah semestinya ikut andil dalam belajar atau pendidikan, beda dengan hal zaman dahulu dimana perempuan tidak boleh mengenyam pendidikan dan tidak dapat hak yang sama seperti laki laki.

“Menurut saya kita harus melihat sosok perjuangan ibu kita Kartini, sudah patut setiap wanita harus mencontohnya, dengan karya-karya yang dimiliki dan perjuangan ia membela wanita di Indonesia yang semestinya kita memang harus bangga dan harus kita contoh, disamping itu juga perempuan terpelajar akan melahirkan generasi terpelajar pula, karena pada dasarnya perempuan akan menjadi ibu dan ibu adalah Madrasah pertama bagi anak anaknya (Al-Ummu Madrasah Al-Ula), motivasi saya menjadi Ketua IPPNU ini awalnya tidak pernah terbesit dan tidak ada sedikit pun niatan untuk menjadi Ketua IPPNU, hanya saja mungkin pada akhirnya menjadi ketua karena sebuah kesempatan dan memang sudah diberikan amanah oleh Allah SWT,” tutupnya.

Widyastuti Murniasih Ryantini, Designer Muda Berbakat Asal Lampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- Mulai mencintai dunia fashion sejak kecil, Widyastuti Murniasih Ryantini atau yang kerap dikenal dengan panggilan Wiwid, merupakan desainer muda asal Lampung kelahiran Sekampung, 18 Juli 1995 yang memulai kariernya sejak Januari 2015 silam. Bermula dari usia nya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, Wiwid sudah mengemban dunia Fashion dengan mengikuti ajang Fashion show untuk memamerkan hasil jahitan karya sang ibu.

Saat ini, Wiwid sudah memiliki brand fashion bernama Yasmin Wiwid. Brand milik seorang ibu anak satu ini secara garis besar memproduksi busana-busana muslim terutama untuk wanita dengan menyongsong konsep modern etnik dan feminim. Unsur etnik yang dirujuk oleh Wiwid diantaranya sulam usus, tapis, serta batik Lampung.

Hal ini sesuai dengan harapan wiwid yang ingin melestarikan budaya lokal lewat karya-karyanya. Namun, hingga saat ini Yasmin Wiwid masih belum memiliki butiknya sendiri, sehingga penjualan hanya difokuskan secara online.

Sejak adanya pandemi covid-19, Wiwid sempat mengalami penurunan penjualan. Oleh karena itu Wiwid dituntut untuk memutar otak agar dapat menciptakan inovasi baru sehingga bisa tetap berdiri di dunia fashion.

Akhirnya pada Mei 2020 silam, ia mulai beralih menggunakan teknik ecoprint atau produksi seni cetak natural yang dinilai karena keunikannya dan lebih ramah lingkungan.

Menariknya, konsep ecoprint yang ia kombinasikan dengan sulaman tapis Lampung tersebut justru memberikan dampak yang lebih baik, dimana produk hasil dari teknik ecoprint lebih banyak digandrungi oleh masyarakat sehingga meningkatkan penjualannya.

Dalam hal peragaan busana, Yasmin Wiwid pernah mengikuti beberapa ajang fashion show, diantaranya

• Lampung Fashion Show tahun 2018-2020

• Festival Lampung Syariah 2020

• Lampung Craft 2020

• Festival Batik Lampung 2019

• Kanikan Festival Lampung 2019

• Lalangwaya Festival, Lampung 2018

• Ramadhan Fashion Week 2018

• Lampung Fashion Districk 2018

• Fashion Look Lampung 2017

• Lampung Fashion Week 2016

• Internasional Hijab Fair, Brunei 2016

• Esmod Jakarta Fashion Festival 2015

• Ethnic Urbanovative Creation, JCC 2015

• HIJABMORFOSA, JEC Yogyakarta 2015

• Lampung Trade, Tourism, and Investment (TTI) Expo 2015-2016


Selain menggeluti bidang fashion, Wiwid juga memiliki bisnis lain betema kuliner yang bernama Ozilicious. Ozilicious merupakan produk camilan berupa sale pisang.

Uniknya, jika kebanyakan sale pisang hanya disajikan secara natural, maka Wiwid mengolahnya bersama baluran coklat bubuk serta coklat lumer.

Saat ini, Wiwid sedang terjun untuk mengikuti webinar dalam pengembangan produk-produknya, eksperimen teknik-teknik produksi baru, pengerjaan orderan, dan mengemban planning untuk tahun 2021 kedepan. Sehingga bisnis yang ia bangun dapat berkembang dan maju sesuai harapannya.

"Semoga usaha bisnis yang saya bangun bisa berkembang dan maju supaya bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang, baik secara pribadi maupun orang sekitar, bisa mengoptimalkan SDM sekitar dengan baik, dan tetap berkarya mengukir prestasi yang lebih baik lagi hingga kacah nasional maupun internasional. Sehingga bisa menginspirasi banyak orang dengan karya-karya terbaik saya." Ungkapnya Jumat (29/1)

Ia juga mengatakan jika saat ini berhijab bukan lagi menjadi alasan keterbatasan dalam berkarya justru sekarang peluang sektor muslim muslimah sangat banyak dan luas.

Jumat, 22 Januari 2021

Kado Ultah Megawati, DPC PDIP Kota Bandarlampung Tanam Pohon se-Kota Bandarlampung

#tokohpubliklampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung dan Walikota Bandarlampung, H. Herman HN beserta Walikota terpilih Kota Bandarlampung Hj. Eva Dwiana mengadakan kegiatan penanaman pohon di seluruh kelurahan dan kecamatan se-kota Bandarlampung.

Penanaman pohon ini merupakan gerakan mencintai bumi sekaligus wujud syukur atas HUT ke-48 PDI Perjuangan juga sebagai hadiah ultah Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

#tokohpubliklampung

Walikota Bandarlampung terpilih yang diusung oleh PDIP, Hj. Eva Dwiana melakukan penanaman pohon secara simbolis di di jalur dua Teuku Cik Ditiro, Kemiling, sabtu (23/1).

Kegiatan yang dilakukan pengurus, anggota DPC hingga anak ranting PDIP se-Kota Bandarlampung ini merupakan program gerakan penghijauan dan gerakan membersihkan lingkungan yang dicanangkan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri pada peringatan hari ulang tahun partai.

#tokohpubliklampung

Bunda Eva, sapaan akrab Hj. Eva Dwiana berharap penanaman pohon ini tidak hanya simbolis tetapi terus menerus dilakukan secara berkelanjutan agar kota Bandarlampung menjadi asri, nyaman, sejuk, cantik.

“Saya berharap seluruh masyarakat kota Bandar Lampung dapat menjaga, merawat dan melakukan penanaman pohon dilingkungan nya masing masing,” Katanya.

Bunda Eva juga mengapresiasi seluruh warga Kota Bandarlampung yang terus menjaga lingkungan disekitarnya dan mengajak semua pihak agar gerakan penghijauan di HUT PDIP ke-48 ini sebagai momentum untuk melestarikan dan menghijaukan lingkungannya masing-masing.

"Mari kita lestarikan lingkungan di sekitar kita dengan menanam pohon serta menjaganya, agar keseimbangan alam bisa terjaga dan bencana alam salah satunya banjir bisa kita antisipasi dini," Pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

2389x Dibaca

Kamis, 21 Januari 2021

Berkolaborasi Dengan Pemusik Nasional Johan DX Tetap Bawakan Syair Lampung

Bandar Lampung - publiklampung.com --  Johani Adam, atau yang populer dikenal dengan panggilan Johan DX adalah seorang Pelestari Kesenian Lampung kelahiran Kalianda yang bertempat tinggal di Perumahan Blora Indah Blok G No. 1, Segala Mider, Bandar Lampung.

Sebelumnya, Johan adalah seorang lulusan Sarjana Hukum di Universitas Lampung pada tahun 1989. Namun, karena memiliki Latar belakang dari keluarga yang terjun di bidang kesehatan, sejak tahun 1991, ia diperbantukan bekerja di Rumah Sakit Bumi Waras sebagai seorang Asisten Dokter Orthopedi hingga saat ini.

Ia juga merupakan Pensiunan Pegawai Negri Sipil (PNS) sejak 2013 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Sub Bagian Humas Rumah Sakit Umum Dr H Abdul Moeloek.

Dalam wawancaranya, Johan mengaku ia mulai menyukai seni sejak duduk di SLTP dan mulai berkarya sejak tahun 1995 dengan Album pertamanya yaitu 'Lempasing', mengambil dari salah satu nama lokasi wisata yang ada di Provinsi Lampung yang didalamnya terdapat 10 lagu-lagu bertemakan pariwisata, tentang percintaan, dan juga kehidupan.

Masih bertemakan pariwisata Lampung, Johan menerbitkan Album Ke dua nya pada tahun 2016 yang bernama 'Taman Bumi Kedaton'.

Pada tahun 2017, Johan beralih tema dari Pariwisata menjadi Religi hingga album ke empat. Namun, di album ke empatnya ia Featuring dengan sebuah grup religi asal Jakarta DJ Brothers dengan judul 'Pengakuan'.

Sedangkan pada Album ke lima nya yang terbit pada tahun 2018, ia menerbitkan album yang dinamakan 'Lapah Jejama' (LJJ) yang berisi tentang Seni dan Budaya Lampung, dimana dalam album ini ia melibatkan beberapa artis yang sudah Go nasional, untuk menghimbau kepada seluruh masyarakat Lampung baik Pepadun maupun Sai Batin untuk saling menghargai dan saling mensupport meski berbeda bahasa dan budaya.

Terakhir, pada tahun 2019, ia menerbitkan album ke enam 

nya yang melibatkan anak-anak atau disebut dengan LJJ Kids. Dengan bertemakan Seni budaya Lampung dan lagu nasional Bersama anak anak Lampung berbakat (TK dan SD).

Selain menciptakan album, Johan DX telah berpengalaman menjadi juri di beberapa event yang ada di Bandar Lampung yakni berupa festival atau lomba lagu-lagu Daerah Lampung tingkat SD, SMP, hingga dewasa/umum, termasuk festival lagu dangdut yang di gelar di Bandar Lampung.

Dalam wawancaranya, Johan berharap masyarakat Lampung bisa melestarikan budaya dan lagu-lagu Lampung.

"Berpegang pada sebuah slogan. Sekali yang ada di lirik lagu ciptaan ku. Lapah Jejama(LJJ). Ki Mak kham sapa lagi, Mak Ganta Kapan Lagi yang artinya Kalau bukan kita siapa lagi, Kalau bukan sekarang kapan lagi. Kenali, pelajari, lalu cintai sebuah anugerah Warisan Leluhur kita." Ungkapnya, Jum'at (22/1).

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

813x Dibaca

Milenial Kembar Lampung Jadi Sorotan Pageant Lampung Dalam Bidang Modeling

#tokohpubliklampung

Bandar Lampung - publiklampung.com --  Berbicara dunia pageant, Lampung sudah lama mengembangkan dunia ini, pada dasarnya Lampung mencari dan menggali potensi anak-anak muda yang memiliki bakat serta pengetahuan yang luas dan berkualitas.

Sebagai salah satu tokoh model di Lampung dua milenial kembar ini terus mengembangkan Permodelan terkhusus pria dikalangan milenial, pemuda kembar ini aktif terjun dan terus meningkatkan  di dunia permodelan, Jumat, (22/1).

#tokohpubliklampung

Diki Erwin Saputra dan Diko Erwan Saputra, biasa dikenal dengan nama Diki dan Diko, pemuda kelahiran Sukaraja ini berasal dari Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu tersebut adalah 2 milenial kembar yang menjadi pusat perhatian dunia model di Lampung.

Dalam wawancaranya, mereka mengatakan bahwa mereka sangat bersyukur terhadap Allah SWT yang telah banyak memberikan jalan setiap mereka  menghadapi kesulitan dan memberikan orang-orang  Yang dapat membantu,memotivasi, dan memberikan ilmu kepada kami  untuk menggapai kesuksesan, Jumat, (22/1).

“Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan, Terima kasih ya Allah atas segala kenikmatan yang kau berikan pada ku saat ini,” ucap, Diki, Jumat (22/1).

Tidak hanya itu, Diki dan Diko semasa menjadi pelajar mereka juga aktif di dunia pendidikan banyak prestasi yang telah mereka capai baik akademik maupun non akademik diantaranya, menjadi perwakilan sekolah dalam acara OSN tingkat kabupaten, dan mereka juga pernah mengikuti ajang pemilihan Putera Puteri Daerah Kabupaten Pringsewu pada tahun yang berbeda,  Diki menjadi juara 3 sedangkan Diko menjadi Finalis pada tahun 2020, mereka juga mengikuti pemilihan Putera Pariwisata Lampung serta mengikuti Lampung Fashion pada tahun 2020.

“Modeling atau fashion di Lampung sudah cukup baik, namun perlu peran penting dari segenap management model di Lampung untuk mencari bibit" Baru di dunia modelling dan fashion khususnya yang diperuntukkan untuk generasi milenial Lampung saat ini, agar dapat menumbuhkan model" Yang lebih berkualitas dan memiliki pengalaman yang banyak di dunia modelling,” Ujar Diko, Jumat, (22/1).

Diki dan Diko melanjutkan, kami ingin membanggakan kedua orang tua kami, kami ingin menambah pengalaman kami, dan mengembangkan diri kami, karena menurut kami  dunia model adalah fashion yang cocok untuk kami, kami ingin terjun kedunia entertainment, dan dunia model lah sebagai batu loncatan untuk kami kedepannya, motivasi yang membuat kami  terjun di dunia modeling yang  pasti di modeling kami dapat menghasilkan uang dari hasil kerja kami sendiri tanpa harus meminta ataupun membebani orang tua.

“Pageant di Lampung pada era covid-19 ini banyak yg memberikan prestasi di nasional, seperti mister tourism, miss tourism, puteri kebudayaan Lampung, puteri tari Lampung dll, dari  semua itu kita dapat belajar bahwa dalam keadaan yang sulitpun, bukan berarti kita berhenti untuk terus berprestasi baik di daerah maupun nasional, di situasi pandemi seperti ini  banyak kegiatan pageant yg ada di Lampung ditunda ataupun ditiadakan karena melihat situasi yang masih dibilang zona merah untuk lampung sendiri," pungkas mereka.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

1856x Dibaca

Putera Kreatif Lampung Siap Mengajak Milenial Mencintai Kebudayaan dan Kesenian Lampung

#tokohpubliklampung

Bandar Lampung - publiklampung.com -- Putera Kreatif Lampung dibawah naungan Regional Director, Taka Yoshi, menggelar pemilihan Putera Puteri  Lampung pada tahun 2020 lalu, dimana ajang tersebut diikuti oleh Putera Puteri terbaik yang ada di daerah Provinsi  Lampung.

Putera Kreatif Lampung terpilih 2020, Muhammad Maulana Wahyudin, atau yang sering dikenal Maul  merupakan salah satu pelajar dari Kabupaten Pringsewu, diusia  17 tahun Maul sangat luar biasa bisa bersaing diajang yang sangat bergengsi di Provinsi Lampung, dengan keberanian dan menguasai materi Maul terpilih menjadi Putera Kreatif Lampung.

Dalam wawancaranya, Maul mengatakan bahwa, ia sangat senang dan merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan atas pencapaiannya terpilih sebagai Putera Kreatif Lampung 2020, Jumat, (22/1).

#tokohpubliklampung

“Alhamdulillah saya bisa membuktikan bahwa saya bisa menjadi apa yang saya inginkan, dan saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan hadiah kepada saya dalam penobatan di ajang yang sangat bergengsi ini,” ungkapnya.

Maul mengakui bahwa  tidak ada yang mudah, semua yang di lakukan dengan usaha dan perlu banyak belajar Akan kebudayaan akulturasi & wawasan umum,  serta wawasan Nusantara karena ia dituntut tidak hanya bisa berpenampilan tapi juga sebagai generasi muda yang menjadi tauladan dan agen Perubahan menengok kurangnya rasa cina terhadap tanah air di kalangan pelajar dan pemuda. 

"Terimakasih banyak atas semua yg telah mendukung saya, yg tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Tanpa gelar Putera Kreatif Lampung ini, saya saya sebenernya suka sudah melakukan hal positif, tetapi saya sadar dengan Gelar ini maka saya akan memiliki Pengaruh lebih untuk orang lain, serta saya akan mengembangkan kreatifitas yang bisa mengajak pemuda-pemudi milenial lebih mencintai kebudayaan dan kesenian serta yang lainya yang ada di Lampung," pungkasnya.

sumber : www.publiklampung.com

Kamis, 14 Januari 2021

Bangun Ruang Lampung, Havez Ingin Mahasiswa Kritis di Masyarakat

Tokoh

Bandar Lampung - publiklampung.com -- Kesuksesan seseorang tak memandang batasan usia, ada banyak contoh pengusaha bahkan aktifis sosial sukses pada usia muda, bahkan beberapa diantaranya justru merintis sendiri dari NOL. 

Tentu saja, setiap  keberhasilan yang dicapai tidak akan terlepas dari sikap kerja keras dan pantang menyerah. Havez Annamir salah satunya.

Alumnus Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum, Universitas  Lampung ini sukses merintis karir di bidang sosial.

Tokoh

Awalnya ia merasa bahwa mahasiswa lebih banyak yang jago didalam kampus tapi lemah di lingkungan masyarakat.

Tidak ada gerakan-gerakan yang menyentuh masyarakat.

“Ternyata anak muda ini kekurangan wadah dan ilmu untuk menjadi aktivis sosial, karena tak bisa dipungkiri, menjadi aktivis sosial itu harus memiliki kompetensi, ilmu dan skill. Itu yang melatar belakangi terbentuknya Ruang Sosial lahir sebagai wadah untuk anak muda,” katanya.

Ruang Sosial juga menjadi wadah bagi anak muda yang ingin belajar menjadi aktivis muda yang baik, memiliki sifat sosial yang tidak menyinggung hati masyarakat, Havez juga pernah Menjadi Pemuda pelopor (2018) lewat Ruang Sosial.

“Sebenarnya yang mendapat gelar itu saya, tetapi induknya adalah Ruang Sosial. Pemuda pelopor ini adalah program penganugerahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk anak-anak muda yang punya potensi masyarakat di lima bidang, salah satunya adalah pendidikan.” imbuhnya

Tokoh

Sudah banyak prestasi-prestasi yang sudah Havez petik, diantaranya Juara 1 Lomba debat Hukum Se-Provinsi Lampung (2015), Speaker Terbaik Lomba Debat Hukum Se-Provinsi Lampung (2015), Finalis Program Wirausaha Muda Pemula Kemenpora (2017).

Selain prestasi, pengalaman yang telah dilalui oleh Havez pun tak kalah hebat, diantaranya adalah sebagai Pendamping Program Kader PMMD Kemenpora (2017), Penerima Dana PMW Unila (2015), Penerima Beasiswa PGN (2014-2017), Peserta PGN Innovation Cap Jogja (2016), menjadi Founder dalam Komunitas Ruang Sosial, dan saat ini menjabat Sukses menjabat sebagai Law Analyst di Kementrian Keuangan RI.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

2532x Dibaca

Zaki Mahardika : Pemuda Harus Berani Bilang Tidak Untuk Narkoba

Tokoh

Tanggamus - publiklampung.com -- Seorang pemuda berhasil menjadi relawan muda anti narkoba dan berhasil melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat, serta mengharumkan nama daerahnya serta BNNK Tanggamus.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tanggamus, berhasil melahirkan seorang relawan muda yang memiliki bakat dan prestasi yang sangat berkualitas.

Tokoh

Relawan Muda Anti Narkoba Kabupaten Tanggamus, Zaki Mahardika, atau yang sering dikenal Zack, yang merupakan salah satu mahasiswa Indonesia Hotel School Lampung, dimana Zaki mewakili Kabupaten Tanggamus dan Provinsi Lampung dalam ajang pemilihan IMPC INDONESIA.

Berkat keberaniannya menguasai materi dan kesosialannya, Zaki sukses dipilih sebagai Duta Anti Narkoba dan Relawan Anti Narkoba yang di sahkan oleh kepala Badan Narkotika Nasional Tanggamus, serta sukses membawa pidato  di ajang nasional dengan judul Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja.

Dalam wawancaranya, Zaki Mahardika, mengatakan dia sangat bersyukur atas pencapainnya yang di raih sebagai Duta Anti Narkoba, Relawan Anti Narkoba, dan Best Speech Nasional, dan dia sangat bersyukur walaupun belum bisa menjadi pemenang tapi dia sangat senang sudah bisa mencapai di TOP 15, Jumat, (15/1).

Tokoh

“Allhamdulillah suatu kehormatan dan kebanggaan, Saya bisa dinobatkan sebagai Relawan Anti Narkoba, Duta Anti Narkoba dan menjadi Best Speech Nasional di ajang IMPC INDONESIA, " ungkapnya.

Zaki mengakui bahwa yang didapat tidaklah mudah , banyak halangan dan rintangan untuk saya mencapai semuanya, namun berkat dukungan dari orang tua , keluarga dan orang orang dekat yang sangat luar biasa sehingga dia yakin bisa sampai di posisi sekarang.

“Awal mulanya, saya menyukai kegiatan kemasyarakatan karena khususnya dilingkungan saya sendiri para remaja dan pemuda kurang akan kesadarannya  terhadap hal hal yang mereka perbuat. Saya juga mengucapkan terimakasih banyak atas semua yang telah mendukung saya, khususnya pemerintahan Kabupaten Tanggamus dan Provinsi Lampung, BNN Tanggamus, Indonesia Hotel School, serta Ikatan Muli Mekhanai Tanggamus, dengan gelar ini maka saya memiliki pengaruh besar untuk diri saya dan orang lain dalam menangani kegiatan dan hal hal positif," pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

1218x Dibaca

Aktif Organisasi, Eduard Theodora Rengkuh Banyak Prestasi Keorganisasian

Tokoh

Lampung Tengah - publiklampung.com -- Pelajar yang berasal dari Lampung Tengah menjadi sorotan karena kegiatan positif dan prestasinya, Provinsi Lampung memang sudah tidak diragukan lagi, untuk pendidikan dan kebudayaannya.

Mencintai kegiatan positif berhasil mengantarkan, Eduard Theodora atau yang biasa dikenal Edo, sebagai pelajar yang berprestasi dalam berorganisasi, Pelajar kelahiran Pringsewu, 24 oktober 2002 memiliki banyak prestasi dan pengalaman berorganisasi. Edo saat ini masih mengenyam pendidikan di SMAN 1 Kalirejo dan sekarang ia menjabat sebagai Ketua OSIS SMAN 1 Kalirejo.

Tokoh

“Saya pernah mengikuti forum pelajar lampung, dan dengan puji tuhan, saya menjadi Ketua Muda Mudi Gereja Kerasulan Baru Indonesia, serta masih banyak lagi kegiatan dan organisasi lainnya, yang mengantarkan saya sampai bisa seperti ini,” ungkapnya,(15/1).

Edo mengungkapkan bahwa, ia senang berorganisasi sejak dulu, selain itu ia saat ini  menjadi salah satu anggota UBEX Basketball dan Anggota Wollvrine Basketball. Dan selain itu edo juga memiliki prestasi diantaranya prestasi di ajang FLS2N  di ajang Kompetisi Olahraga bahkan baru baru ini edo menjadi salah satu pemenang Model Icon Ekowisata Lampung.

Tokoh

“Untuk kedepannya saya ingin mengajak rekan rekan semua mengikuti kegiatan positif dan melakukan hal hal yang mengarah dengan kebaikan, saya memanfaatkan media sosial, maka dari itu saya sekarang aktif di media sosial seperti Instagram dan Facebook serta di Youtube juga, dimana tujuannya untuk mengajak rekan rekan semua melakukan kegiatan  hal positif, tak hanya itu saya juga mengajak semua agar lebih memanfaatkan media sosial untuk metode pembelajaran dengan baik,” pungkasnya .

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

213x Dibaca

Segudang Prestasi di Bidang Literasi, Anggi Farhan Tetap Mengedepankan Akademik

Tokoh

Bandar Lampung - publiklampung.com -- Mencintai dunia literasi mengantarkan Anggi Farhan Saputra bukan hanya sebagai penulis berbakat, melainkan juga memberikan inspirasi bagi para penulis muda di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung. 

Sudah ada 5 karya yang telah ia rilis di usia nya yang masih terbilang muda, yaitu 17 tahun. Buku-buku hasil karya tangan Anggi yang telah terbit yaitu

Janji Latif (2019) (Fiksi-Novel)

Titik Inspirasi Sastra (2019) (Non-Fiksi)

Sebuah Buku yang Mengajarkan Sikap Santuy (2019) (Non Fiksi)

Satu Rasa Sejuta Seni (2019) Puisi

Semesta Selalu Punya Cara (2020) (Fiksi-Novel)

Tak hanya itu, Laki-laki kelahiran Lampung Tengah yang saat ini masih mengenyam pendidikan di SMK Al-Huda Jati Agung, Lampung Selatan, ini berhasil membanggakan nama Lampung atas beberapa prestasi yang dihasilkan, salah satunya Dia berhasil menjadi Founder didalam Komunitas Penulis Muda Lampung yang saat ini sudah memiliki 300 lebih anggota yang tersebar di 13 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Lampung.

Tokoh

”Saya pernah juara 2 Lomba Menulis essay oleh Olimpiade PPKN 2020 Di Unila, Pernah menjadi terbaik 3 Lomba puisi oleh Anliteras Group, Menjadi bagian dari Indonesia Innovative Writers 2020/2021, Mewakili Provinsi Lampung dan terpilih menjadi 15 penulis terbaik muda sehingga menyingkirkan 2,655 peserta pada ajang tersebut. Dari semua itu semua, saya mendapatkan gelar C.PI (Certified Penulis Indonesia),” Ujarnya, Jumat, (15/1). 

Anggi mengungkapkan bahwa sejak kecil ia telah hobi menulis, Tak hanya genre romance, dimana dalam novel tersebut Anggi menyematkan kisah-kisah kekeluargaan dan sebagian dari kisah tersebut diambil dari kisah nyata atau pengalaman pribadi.

“Untuk genre, gak cukup kalau hanya satu genre aja, gak selalu romance, dimasukan tentang keluarga, atau kehidupan nya juga. Jadi memang sebagian dari buku saya, khususnya buku pertama saya (Janji Latif) itu sebagian dari kehidupan pribadi dan sebagiannya lagi hasil imajinasi/karangan, karena aku pribadi adalah tipe yang membaca karakter, jadi sebelum akhirnya membuat cerita aku membaca lingkungan sekitar terlebih dahulu agar cerita bisa masuk ke alur,” Pungkasnya.

Tokoh

Walaupun begitu, Anggi tidak menyingkirkan dunia pendidikannya. Ia tetap melaksanakan pendidikan nya dengan baik, dan tetap memprioritaskan pendidikan, karena menurutnya antara akademik dengan non-akademik harus seimbang.

“Aku harus bisa membagi waktu secara baik antara akademik dan non-akademik harus seimbang. Lagipula, kalau lagi ada tugas sekolah misalnya, itu saya selesaikan dulu semuanya. Jika sudah, baru saya mulai lanjutkan menulis,” Lanjutnya.

Akibat pandemi covid-19, Anggi mengungkapkan bahwa untuk buku barunya yang berjudul Semesta Selalu Punya Cara saat ini belum masuk di Gramedia Lampung, tetapi beberapa sudah masuk di kawasan Jabodetabek. Akan tetapi untuk yang ada diluar Jabodetabek sudah bisa pesan melalui platform belanja online.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

213x Dibaca

Rabu, 13 Januari 2021

Bakat Diwarisi Dari Sang Ayah, Eva Bertekad Cabor Renang Bawa Pulang Emas di PON XX Papua 2021

Tokoh

Bandar Lampung - publiklampung.com --  Nama Musarofah (52) atau yang biasa dipanggil Eva sudah tidak asing lagi sebagai pelatih renang di bumi Ruwa Jurai, Lampung, bahkan di Kancah nasional.

Wanita kelahiran 27 Januari 1969 ini mengenal dunia renang sejak masih kecil, hampir setiap hari Eva selalu diajak ke kolam renang untuk berlatih bersama saudara-saudaranya. Adalah Djuhriansyah atau lebih dikenal dengan Pak Djuju sosok pelatih yang juga Ayah Kandung Eva menempa Dia dan saudaranya hingga menjadi atlet renang nasional.

Tokoh

“Ayah saya adalah pelatih renang profesional di Lampung, sehingga hampir setiap hari kami sekeluarga diajaknya ke kolam renang, dari situlah saya belajar dan akhirnya renang menjadi tidak terpisahkan dari hidup saya,” Ungkapnya.

Puluhan prestasi telah diraih oleh Eva, selain cabang olahraga (cabor) renang kolam, atlet multi talenta ini telah menyumbangkan 1 medali emas dan 2 medali perak pada (cabor) selam tahun 1985 di Jakarta serta beberapa prestasi yang ditorehkan saat mengikuti beberapa pertandingan renang di Asia Tenggara.

Tokoh

“Saya tiga kali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan semua berbeda cabor, diantaranya tahun 1981 dapat 1 perunggu cabor renang. Tahun 1985 dapat 1 emas dan 2 perak cabor selam dan tahun 1989 cabor panahan, serta saya juga pernah mengikuti pertandingan renang di Malaysia tahun 1979,Thailand tahun 1980, Filipina tahun 1981, dan Singapura tahun 1982” Ujarnya.

Eva akhirnya fokus ke dunia renang dari tahun 1994 sampai sekarang sebagai pelatih renang di Klub Renang Jaka Utama dan saat ini dipercaya sebagai pelatih tim renang Lampung yang akan berlaga di PON XX 2021 di Papua nanti. 

“Saya prihatin dengan cabor renang di Lampung, sudah lama kami puasa medali di ajang PON, sejak 2008 di Kaltim. Harapannya atlet renang Lampung bisa memboyong Emas kembali pada PON XX yang akan digelar di Papua pada Oktober 2021 Nanti,” Pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

1394x Dibaca

Jumat, 04 Desember 2020

Papua Adalah Indonesia, Papua Tetap NKRI

 


publiklampung.com(Bandar Lampung) - Publik Lampung TV kembali membuat Kontent Pemersatu Bangsa melalui Channel nya Publik Lampung TV (04/12).

Obrolan sore dengan tema " Papua adalah Indonesia, Papua Tetap NKRI " menghadirkan 2 pembicara. Pembicara pertama adalah Toni Betay, Sosok asal Papua yang telah menetap dilampung selama 33 Tahun merupakan Tokoh agama dan tokoh masyarakat papua di Lampung.


 

Opa Toni sapaan akrabnya menjelaskan betapa baiknya sambutan masyarakat Lampung terhadap Kami dari Papua. Budaya yang indah membuat kami merasa nyaman tinggal di provinsi lampung, salah satu penjelasan saat Dialog Sore bersama.

Pembicara berikutnya adalah Paul Derek Gutteridge yang merupakan warga Australia yang tinggal di lampung. Beliau menjelaskan Papua adalah Kesatuan Negara Republik Indonesia yang memiliki kepribadian yang baik dan budaya yang luar Biasa.

Dialog yang berlangsung sederhana dan santai tersebut menggerakan harmonisasi keberagaman di Provinsi Lampung. Derek menuturkan Keberagaman merupakan sebuah Hal yang Harus Kita Jaga bersama demi Menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.(*rls) 

sumber : www.publiklampung.com

 

Selasa, 10 November 2020

Hari Pahlawan, Studio Podcast Publik Lampung TV diresmikan Oleh Bunda Eva Dwiana

 

 

Bandar Lampung - publiklampung.com -- Publik Lampung.com  mendapatkan kesempatan spesial ketika melakukan Soft Opening Studio Podcast Publik Lampung TV (10/11).


Di hari pahlawan yang spesial ini hadir secara resmi Bunda Eva Dwiana yang meresmikan Studio Tersebut. Doa dan ucapan khusus diberikan bunda Eva kepada Publik Lampung.com semoga Menjadi Media yang Terbaik Di Provinsi Lampung.

Bunda Sapaan Akrab Beliau juga berkenan melihat ruang Produksi di Lantai 2 dan menyapa rekan rekan engineer publik lampung.com yang mayoritas diisi oleh anak anak Muda Kreatif.


Di Tahun Ke 4 publik lampung menjadi kesan tersendiri bagi Sekelik Publik Lampung TV sapaan persaudaraan bagi Rekan Rekan Publik Lampung. Bersama Membangun Lampung Menjadi Jargon media yang komitmen pada dunia Pendidikan, Sosial dan Kesehatan ini.

Setelah pemotongan Pita, acara dilanjutkan dengan Podcast Bersama Bunda Eva. Beliau secara Ramah menjelaskan tentang Hal Hal Penting di Hari Pahlawan 10 November. 

Publik Lampung akan Tumbuh Terus dan akan Menjadi Yang Terbaik, Ujar Istri dari Bapak Walikota Bandar Lampung Herman HN tersebut.

 

Ketua Panitia Melaporkan ada 16 perusahaan yang ikut serta mendukung Soft Opening Studio Podcast Publik Lampung TV. ada Institusi, Hotel, Tokoh dan Beberapa Rekanan yang selalu mendukung Kami.(rls/*)

Editor : Ikol Moko
Reporter : Nikie Kinarya 
Released © publiklampung.com

9891x Dibaca





Sabtu, 27 Juni 2020

Dang Ike, Gandeng Generasi Muda Untuk Majukan Bandar Lampung

Dang Ike Bersama Generasi Muda Lampung

publiklampung.com(Bandar Lampung) - Calon Walikota Bandar Lampung Ike Edwin yang berpasangan dengan calon Wakil Walikota Bandar Lampung Dr. Zam Zamariah, mengajak berdiskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) SeBandar Lampung.(24/6)

Generasi Muda Khususnya mahasiswa diharapkan menjadi Generasi dan harapan yang baik untuk bangsa dan rakyat kedepannya.  Didalam diskusi tersebut disampaikan beberapa visi dan misi calon wali kota tersebut.

Menjadikan kota bandar Lampung sebagai kota mendunia, Kota idaman dan teraman, Kota berakhlak, Ekonomi Jasa dan pemerintahan, Kota kesejahteraan dan bermartabat , Kota millenial dan bermanfaat, Kota pendidikan dan iptek serta perbaikan segala bidang, sebut pemilik Jargon Salam Bintang Dua Tersebut      

Generasi Muda Khususnya mahasiswa sebagai harapan bangsa berdiskusi bersama untuk Bandar Lampung yang lebih baik salah satunya dengan memperhatikan kompetensi yang dimiliki dari berbagai bidang terutama Sumber Daya Manusianya. Sehingga Bandar Lampung dapat mencentak generasi yang inovatif, kreatif, dan beretika. Sehingga Efektif dan Efisien dan menghasilkan sumber daya manusia yang kompetetif sesuai bidang yang optimal.

Editor : Mia Lestari
Reporter : Sobri Sahidin
Released © publiklampung.com

6921x Dibaca


apa perbedaan HKI dan Paten dalam Penemuan Bidang Teknologi

  Kita mungkin sudah tidak asing dan sering mendengar kata hak cipta dan hak paten. Meskipun sudah familiar dengan paten dan cipta, masih ba...