Halaman

Senin, 25 Januari 2021

Alyn Tapis Kreasi Modern Khas Lampung

#bisnispubliklampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- Busana tradisional Lampung selalu identik dengan warna gemerlap, khususnya warna emas, hal ini dapat dilihat dari berbagai aksesorinya yang amat menonjolkan sentuhan warna emas, seperti siger, gelang kano, gelang bukhung, dan tanggai. Selain itu, sentuhan warna emas juga dapat ditemukan dalam produk tekstil tradisional Lampung. Salah satu di antaranya adalah kain tapis, yang kini menjadi produk tekstil unggulan provinsi ini.

Dengan keindahan motif dan kemegahan benang emas yang dipakai membuat tapis Lampung menjadi kain yang bernilai ekonomi tinggi.

Salah seorang pengusaha di bidang tapis di Bandarlampung, Novita Ria, berhasil membangun kemandirian ekonominya dengan berperan serta melestarikan budaya daerah.

Bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan dan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan perempuan, Novita juga membangun konsep kemitraan dimana mitra tersebut bekerjasama dengan para pengrajin dari Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus.

Selain itu, untuk wilayah Bandarlampung, Novita juga mendirikan pembinaan kepada para calon pengrajin yang belum bisa menyulam tapis. 

#bisnispubliklampung

Alyn Tapis kain Lampung & Souvenir, merupakan hasil produksi dari para pengrajin kreatif di Bandarlampung. Gerai yang beralamat di Jalan Pagar Alam No.23/171, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, ini memiliki berbagai produk dengan berbahan dasar tapis dengan hasil desain yang khas.

Memiliki produk berupa kain tapis, dompet, tas, selempang, peci, outer, jilbab, dan juga kaos gerai ini menggunakan konsep fashion etnik, dan cinderamata khas Lampung dengan berbagai varian jenis tapis, diantaranya sulam usus, celugam, dan juga madurawo.

Novita menyatakan jika Produk dari Alyn Tapis ini memiliki daya tarik yang khas.

"Kita selalu mengeluarkan desain-desain baru, sehingga sebagian besar produk Alyn Tapis ini tidak bisa ditemukan di tempat lain, walaupun biasanya ketika ada produk yg terlihat laku dipasaran, muncul produk-produk lain yg serupa dengan desain kami, contohnya pouch bulat, peci satu baris, dan lain-lain. Itu desain awal dari kami, toh sekarang sudah banyak yang membuat dan menjual produk serupa, tapi ya gak apa-apa sih, itu menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap produk-produk khas daerah cukup tinggi. Jadi harus sering-sering membuat inovasi baru." Ujarnya, Selasa (26/1). 

Produk-produk yang tersedia di gerai Alyn Tapis ini dibandrol dengan harga mulai sembilan ribu hingga enam juta rupiah. Harga paling tinggi didapatkan dari kain tapis yang di tenun dengan menggunakan benang asli.

Novita juga menjabarkan jika produk tapis dari Alyn Tapis ini memiliki motif khas tersendiri.

"Untuk produk kain, motif utama biasanya jungsarat mata kibau yang dipadu dengan motif-motif lain. Untuk produk turunan, motif menyesuaikan dengan varian produk. Lalu karena saat ini lebih banyak penjualan online, dimana Customer hanya melihat gambar, kita menggunakan motif yang umum dan mudah diproduksi ulang seperti unik atau ketik, sasap, tajuk atau pucuk rebung," katanya

Selain dipasarkan secara offline, Alyn Tapis juga melayani pemesanan luar kota melalui Instagram dan marketplace. Pemesanan via website dapat diakses melalui alyntapis.jstore.co. Namun, hanya terdapat sebagian kecil produk yang berhasil diupload kedalam website tersebut.

#bisnispubliklampung

Untuk menunjang marketing online, saat ini Alyn Tapis baru saja membangun website baru dengan nama alyntapis.com yang diperkirakan sudah bisa dioperasikan bulan Februari kelak.

Dalam wawancaranya, Novita berharap agar generasi muda dapat melestarikan budaya lokal.

"Harapannya, masyarakat khususnya generasi muda/milenial Lampung memiliki kebanggaan ketika menggunakan produk yg memiliki ciri khas daerah, untuk itu Alyn Tapis juga mengkonsep beberapa produk dengan konsep kekinian, dengan tetap memberikan sentuhan etnik daerah, seperti topi, kaos, dompet dan lain-lain.

Selain itu juga kami kerap melakukan kerja sama deng beberapa instansi, untuk mengenal kan kain tapis, proses penyulaman, pengolahan produk dan lain-lain agar masyarakat khususnya generasi muda memiliki wawasan dan kecintaan terhadap budaya lokal," ujarnya

"Kami jg kerap menerima kunjungan dari beberapa instansi yg berwisata rombongan ke Lampung, dan berkunjung ke Alyn Tapis, untuk melihat dan praktek langsung sulam tapis," tutupnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

1047x Dibaca

Buntah, Kreasi Milenial Daur Ulang Bahan Terbuang

Bandarlampung - publiklampung.com -- Berbicara tentang kreatifitas pemuda yang ada di Lampung tidak akan ada habisnya, hari demi hari remaja milenial di Lampung membuat dan mengembangkan kreatifitasnya, salah satunya adalah lima milenial mahasiswa Lampung berhasil memproduksi hasil kreatifitasnya yaitu membuat produk  Buntah atau yang dikenal dengan  sabun dari minyak jelantah, Selasa (26/1).

Buntah adalah daur ulang limbah minyak jelantah yang dijadikan produk sabun dengan berbagai bentuk yang unik dan berkualitas, produk buntah ini selain memiliki daya membersihkan juga memiliki estetika dalam hal bentuk, warna, dan aroma yang banyak diminati banyak orang dan disesuaikan.

Lima mahasiswa Universitas Lampung dan UIN Raden Intan Lampung yang berhasil mengembangkan produk buntah sendiri yakni Tria Fadilla, Muhammad Rian Hidayat, Rianti Dewi, Izzah Safina An-Najjah dan Afandi Radefa.

"Dimana kita tahu sebagai makhluk hidup pasti membutuhkan makan tiap harinya, tidak sedikit penggunaan minyak sebagai upaya dalam penyediaan makanan. Disini mengapa kami memberikan perhatian lebih untuk pengelolaan limbah minyak jelantah melalui kegiatan pembuatan produk buntah," ujar Izzah Safina kepada publiklampung.com

Berawal dari sebuah kegiatan yang sangat berkualitas dan banyak diikuti oleh para mahasiswa salah satunya adalah kegiatan yang berkaitan dengan eco-entrepreneurship, mereka berkomitmen untuk bergerak dan berkontribusi untuk memajukan karyanya dalam aspek produksi ramah lingkungan tentunya.

“Kami memiliki harapan dimana Harapanya adalah Produk ini bisa menjadi salah satu produk yang menginspirasi banyak masyrakat dan sebagai upaya mengurangin pencemaran lingkungan,” pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

1034x Dibaca

Minggu, 24 Januari 2021

Laboratorium Pengujian Teknik Sipil UBL Mendapatkan Akreditasi

Bandarlampung - publiklampung.com --  Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Bandar Lampung (UBL), Laboratorium Pengujian Teknik Sipil UBL (LPTS) diakreditasi dengan 15 Jenis Pengujian.

Hal ini sesuai dengan Sertifikat Akreditasi yang sudah diterima oleh UBL bernomor LP-1449-IDN yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 30 Desember 2020.

Sertifikasi ini adalah sertifikasi kedua yang didapatkan oleh LPTS-UBL, dimana sebelumnya tersertifikasi dengan standar 2008 dan terbaru yakni tersertifikasi ISO/IEC 17025:2017.

Ronny Hasudungan Purba, S.T., MSc.E., Ph.D., selaku Kepala LPTS-UBL seperti yang dilansir dari situs UBL, menyampaikan bahwa perolehan akreditasi ini memerlukan waktu dan proses yang cukup panjang, dikarenakan LPTS UBL memperluas ruang lingkup pengujian yang tadinya hanya 5 jenis pengujian meningkat 3 kali lipat menjadi 15 jenis pengujian. 

“Proses sertifikasi ini kita lakukan selama satu setengah tahun bersama dengan berbagai pihak yang sudah terlibat dengan begitu besar sehingga membuahkan hasil yang baik. Terkhusus penanggung jawab puncak yakni Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S Barusman, MBA., 16 staf laboratorium, dan dosen-dosen lain yakni Ir. Lilies Widojoko, M.T.,  sebagai Kepala Laboratorium sebelumnya, Ir. Sugito M.T., dan Agus Sukoco, S.Hut., M.Kom. Keterlibatan semua pihak sangat berarti, dan bersyukur sekali kabar gembira ini sebagai hadiah di tahun baru 2021 bagi LPTS-UBL,” Katanya.

Awalnya UBL hanya memiliki 5 jenis pengujian, masih banyak pengujian yang belum diakreditasi sementara permintaan pasar dari dunia konstruksi membutuhkan pengujian yang tersertifikasi.

"Terdorong untuk memberikan pelayanan prima dan kompeten. 15 pengujian tersebut terdiri dari Uji Kuat Tekan Beton Silinder, Uji Kuat Tekan Beton Kubus, Uji Kuat Tekan Beton Paving Block, Uji Kuat Tekan Beton Inti, Uji Kuat Tekan Beton Mortar, Uji Angka Pantul Beton Keras, Uji Ketebalan Perkerasan Rigid, Uji Penyelidikan Tanah Dengan Alat Sondir, Uji Tarik Logam, Uji Lengkung Logam, Uji Ketebalan Perkerasan Aspal, Uji Kepadatan Perkerasan Aspal, Uji Kadar Aspal dengan Metode Ekstraksi, Pengambilan Sample Beton Inti Core, Pengambilan Sample Uji Campuran Beraspal,” tambah Ronny.

Dengan diterimanya sertifikat akeditasi ini, LPTS-UBL jadi bagian elite group lab yang terakreditasi oleh KAN. Ada 32 Lab Pengujian Sipil seluruh Indonesia dan hanya 4 yang berbasis universitas salah satunya LPTS-UBL. 

"Kami siap melayani permintaan kebutuhan berbagai pengujian diatas, silahkan datang langsung ke LPTS-UBL yang beralamat di kampus B Pascasarjana UBL, Jl. ZA. Pagar Alam No.89, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, atau bisa mengunjungi website UBL http://www.ubl-labtekniksipil.com/ atau dapat menghubungi no telepon 0812-7118-6088,” tutup Ronny. (rls).

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

494x Dibaca

Klub Literasi Sekolah, Upaya Memperkuat Literasi Lewat Kampus Merdeka

Bandarlampung - publiklampung.com --  Persoalan penguatan literasi menjadi tantangan dunia pendidikan di Indonesia mengingat indikator PISA 2018 terkait hal ini masih menempatkan Indonesia di kelompok bawah pemeringkatan.

Menyadari hal ini, South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) melalui South East Asian Asian Quality Improvement for Teacher in Language (SEAQIL) menginisiasi program Klub Literasi Sekolah (KLS) guna mendongkrak kompetensi literasi siswa.

Dalam program KLS ini, SEAQIL juga menggandeng pendidikan tinggi sebagai wadah implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang telah dicanangkan Kemendikbud.

“Pembentukan KLS merupakan respons SEAQIL terhadap kebijakan Kemendikbud, yakni Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, dan penetapan Asesmen Nasional dengan literasi sebagai salah satu komponen penilaian," ujar Direktur SEAQIL, Luh Anik Mayani yang dilansir dari kompas.com

Hal ini disampaikan Luh Anik saat membuka sosialisasi KLS ke perguruan tinggi dan komunitas literasi secara daring pada Jumat, 23 Januari 2021.

Dalam kesempatan yang sama disampaikan pula rencana kerja sama (MOU dan MOA) SEAQIL dengan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Al-Azhar Indonesia. 

Deputi Direktur Administrasi, Misbah Fikrianto, mempertegas pernyataan Luh Anik bahwa KLS mendukung realisasi kebijakan Kampus Merdeka, khususnya dalam hal hak belajar tiga semester di luar program studi yang tertuang dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

"Mahasiswa diberikan hak untuk mengambil kegiatan selama 3 semester diluar program studinya, termasuk didalamnya Magang Mahasiswa, pengembangan softskill, dan lainnya," jelas Misbah.

Luh Anik menambahkan, untuk Kampus Merdeka, KLS akan membuka peluang program magang bagi mahasiswa jurusan bahasa dan jurusan lain yang relevan dengan aktivitas KLS.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

239x Dibaca

Gasayba, Pasukan Tangguh Pramuka MTs Negeri 2 Tanggamus

#pendidikanpubliklampung

Tanggamus- publiklampung.com -- Pramuka telah menginspirasi bagi kalangan pelajar serta kalangan lainya, selain mengajarkan kemandirian untuk setiap orang pramuka juga melatih seseorang untuk mempunyai karakter dan attitude yang baik, tidak hanya itu pramuka juga mengajarkan akan cinta terhadap tuhan dan cinta terhadap alam serta kasih sayang sesama manusia seperti yang tertuang  pada Dasa Dharmanya.

Di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, Kabupaten Tanggamus telah berhasil melahirkan generasi pramuka yang sangat luar biasa, salah satu sekolah yang melahirkan generasi pramuka hebat adalah MTs Negeri 2 Tanggamus, Senin, (25/1).

MTs Negeri 2 Tanggamus mempunyai Ekstrakulikuler pramuka yang sangat luar biasa tangguh, dengan nama pasukan Gasayba atau singkatan Garda Satya Bawika memiliki makna yang sangat luar biasa berkualitas, menurut bahasa Garda artinya Terdepan, Satya artinya Setia, sedangkan Bawika artinya Janji makna dari Gasyaba sendiri berarti pasukan terdepan yang setia pada janji.

#pendidikanpubliklampung

Dalam wawancaranya, Pelatih Gasayba, Finoza, mengatakan bahwa, Dia dan tim sangat bersyukur atas pencapaiannya yang luar biasa bisa dikatakan hampir sempurna, karena itu ia dan team harus terus berjuang untuk memberikan yang terbaik agar pencapaian ia dan team  bisa lebih dari yang sekarang, ia dan team harus berusaha dan banyak berdoa agar karyanya lebih naik serta berkualitas, Senin, (25/1).

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kami selain itu juga kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan dukungan dan support selalu untuk kami, kami juga berterimakasih untuk para wali murid yang telah mendukung anak-anaknya dalam mengikuti kegiatan yang kami adakan maupun yang kami ikuti,” ucapnya.

Pramuka MTs Negeri 2 Tanggamus telah melahirkan generasi pramuka yang hebat dan memiliki prestasi yang sangat baik, pasukan Gasayba telah memberikan prestasi yang luar biasa bahkan pasukan ini pernah menjadi Juara umum Putera dan Juara umum Puteri dalam ajang Lomba Pramuka yang diadakan tingkat SMP/MTs Se- Sumatera Bagian Selatan. 

“Alhamdulillah kami diberikan Allah anggota Pramuka yang luar biasa, mereka bisa menghasilkan prestasi yang sangat baik, banyak pencapaiannya yang telah diraih dan bahkan kami bisa mendapatkan juara umum putera dan puteri di tingkat Sumatera bagian selatan, pada awal tahun ini pun di tahun 2021 kami mengikuti perlombaan pramuka tingkat nasional, tetapi dengan perlombaan yang berbeda yang di lakukan secara virtual karena pandemi saat ini,” ujar Pelatih Dua Gasayba, Ilvan. 

"Kami berterima kasih kepada pihak sekolah yang sangat mendukung setiap kegiatan yang kami ikuti tidak hanya mendanai bahkan pihak sekolah juga memberi motivasi serta dukungan penuh pada kami, ditambah anak-anaknya sangat antusias dan mempunyai semangat juang yang sangat luar biasa loyalitas dan jiwa militan mereka tidak diragukan lagi bisa dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang kami torehkan menandakan anak anak Gasayba berprestasi dan memiliki daya juang tinggi untuk bersaing," Tutup Finoza.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

839x Dibaca

Sabtu, 23 Januari 2021

Masjid Al Furqon, destinasi wisata Religi Kota Bandarlampung

#tempatwisatapubliklampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- Masjid Al Furqon yang terletak Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandarlampung menjadi salah satu obyek wisata Religi yang wajib dikunjungi saat berada di kota Tapis Berseri ini.

Masjid yang dibangun pada tahun 1958 ini turut menjadi saksi sejarah perkembangan pembangunan kota Bandarlampung.

Salah satu pengurus masjid, Drs Adnan Nawawi mengatakan, Masjid tersebut di gerakan oleh pejabat muslim residen Lampung beserta tokoh, Ulama dan Cendikiawan tingkat provinsi sejak 1958 sampai dengan 1996. 

“Kala itu, bangunan Masjid Al-Furqon di desain memiliki dua lantai, namun ketika pembangunan berlangsung Masjid Al-Furqon belum memiliki Kubah. Pembangunan pertama masjid Al-Furqon dengan luasan area gedung 20 x 25 meter atap cor tanpa kubah,” kata Adnan.

Seiring berjalannya waktu pembangunan dan pengelolaan masjid Al-Furqon pada 15 April 1996 dengan Surat Nomor 456/957/06/1996. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto menyerahkan pembinaan dan pengelolaan Masjid Al-Furqon kepada walikota Bandar Lampung Drs H Suharto, dengan Surat Berita acara serah terima pada 17 April 1996.

“Pembangunan Masjid Al-Furqon pertama tahun 1958 kala itu pembangunan di pimpin oleh Raden Haji Muhammad Mangondiprojo. Demi terwujudnya pembangunan Gedung masjid Al-Furqon, Residen Lampung melakukan pengadaan/pembelian tanah seluas 60.850 meter persegi atau istilah sekarang pembebasan lahan,” kata Adnan.

Saat ini, untuk menarik pengunjung agar hadir ke obyek wisata religi ini, Pemkot telah menambah gerai-gerai untuk UMKM dan perluasan fasilitas parkir agar pengunjung merasa nyaman dan bisa membeli oleh-oleh khas dari kota Bandarlampung.

Salah satu bangunan masjid yang menarik dikunjungi oleh wisatawan adalah menara masjid setinggi 114 meter dan mampu menampung hingga 20 orang.

"Di masa pandemi Covid-19, pengunjung akan dibatasi untuk penerapan protokol kesehatan jaga jarak. Sehingga nantinya sekali naik menggunakan lift maksimal 5 orang,"  kata salah satu pengurus masjid yang enggan disebut namanya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

813x Dibaca

Jumat, 22 Januari 2021

Kado Ultah Megawati, DPC PDIP Kota Bandarlampung Tanam Pohon se-Kota Bandarlampung

#tokohpubliklampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung dan Walikota Bandarlampung, H. Herman HN beserta Walikota terpilih Kota Bandarlampung Hj. Eva Dwiana mengadakan kegiatan penanaman pohon di seluruh kelurahan dan kecamatan se-kota Bandarlampung.

Penanaman pohon ini merupakan gerakan mencintai bumi sekaligus wujud syukur atas HUT ke-48 PDI Perjuangan juga sebagai hadiah ultah Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

#tokohpubliklampung

Walikota Bandarlampung terpilih yang diusung oleh PDIP, Hj. Eva Dwiana melakukan penanaman pohon secara simbolis di di jalur dua Teuku Cik Ditiro, Kemiling, sabtu (23/1).

Kegiatan yang dilakukan pengurus, anggota DPC hingga anak ranting PDIP se-Kota Bandarlampung ini merupakan program gerakan penghijauan dan gerakan membersihkan lingkungan yang dicanangkan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri pada peringatan hari ulang tahun partai.

#tokohpubliklampung

Bunda Eva, sapaan akrab Hj. Eva Dwiana berharap penanaman pohon ini tidak hanya simbolis tetapi terus menerus dilakukan secara berkelanjutan agar kota Bandarlampung menjadi asri, nyaman, sejuk, cantik.

“Saya berharap seluruh masyarakat kota Bandar Lampung dapat menjaga, merawat dan melakukan penanaman pohon dilingkungan nya masing masing,” Katanya.

Bunda Eva juga mengapresiasi seluruh warga Kota Bandarlampung yang terus menjaga lingkungan disekitarnya dan mengajak semua pihak agar gerakan penghijauan di HUT PDIP ke-48 ini sebagai momentum untuk melestarikan dan menghijaukan lingkungannya masing-masing.

"Mari kita lestarikan lingkungan di sekitar kita dengan menanam pohon serta menjaganya, agar keseimbangan alam bisa terjaga dan bencana alam salah satunya banjir bisa kita antisipasi dini," Pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

2389x Dibaca

apa perbedaan HKI dan Paten dalam Penemuan Bidang Teknologi

  Kita mungkin sudah tidak asing dan sering mendengar kata hak cipta dan hak paten. Meskipun sudah familiar dengan paten dan cipta, masih ba...