Halaman

Kamis, 04 Februari 2021

Rangkaian HUT IWAPI ke-46, Kunjungi Kaum Lansia Panti Tresna Werdha Natar

Lampung Selatan - publiklampung.com -- Dalam Rangkaian Acara memperingati HUT Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ke-46 Tahun 2021, selain kegiatan lomba-lomba diantaranya lomba Kesekretariatan UMKM se-DPC IWAPI Provinsi Lampung, dan pelatihan digital marketing bekerjasama dengan tokopedia. 

Selain itu, IWAPI Provinsi Lampung juga mengadakan bakti sosial dengan menyerahkan paket makan siang, snack, dan tali asih berupa uang tunai yang salah satu lokasinya di Panti Tresna Werdha Natar, Jalan Sitara, Muara Putih, Natar, Lampung Selatan, yang dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi Lampung, Jumat (5/2).

Ketua DPD IWAPI Provinsi Lampung, Dr. Ir. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,MM, melihat bahwa, kelompok lansia adalah salah satu bagian masyarakat yang perlu perhatian d kasih sayang dimasa-masa senja mereka .

“Kegiatan Bakti Sosial Jumat Berkah IWAPI Provinsi Lampung ini sebenarnya program rutin, kebetulan kali ini juga dalam rangkaian kegiatan HUT IWAPI ke-46 tahun 2021. Sasaran kami hari ini adalah Panti Tresna Werdha Natar, Kunjungan ini sebagai salah satu wujud bakti anak kepada orang tua" Kata Bunda Reny.

Kunjungan IWAPI Provinsi Lampung ini disambut langsung Kepala UPTD PSLU Panti Tresna Werdha Natar, Drs. Maman Suparman.,MM serta perwakilan dari  penghuni panti.

“Mewakili para warga penghuni Panti Tresna Werdha Natar, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada IWAPI Provinsi Lampung atas kunjungannya. Harapannya semoga kegiatan ini bisa berjalan rutin, dan tak lupa kami mendoakn smga IWAPI menjadi Organisasi wanita yg Hebat , maju dan peduli dengan Sesama” Pungkasnya.

Muhammad Alam Faruq Mengajak Milenial di Lampung Peduli Terhadap Kelestarian Wisata

Bandarlampung - publiklampung.com -- Lampung memiliki masyarakat yang sangat berantusias tinggi untuk meningkatkan pariwisatanya, tidak hanya di pemerintahan saja yang melestarikan pariwisata bahkan masyarakat di kalangan pemuda juga sangat berantusias untuk melestarikan pariwisata yang ada.

Muhammad Alam Faruq atau yang lebih di kenal Faruq, remaja berusia 16 tahun ini  kelahiran Pulau Panggung Tanggamus pada 20 Agustus tahun 2004, Ia merupakan salah satu pelajar berprestasi di Kabupaten Tanggamus, Faruq adalah salah satu Finalis Putera Wisata Indonesia yang mewakili Provinsi Lampung. 

Dalam wawancaranya, Jumat (5/2), Finalis Putera Wisata Indonesia 2021, Faruq mengatakan bahwa, Ia sangat bersyukur atas apa yang ia capai hingga saat ini , dan Ia meminta dukungan dan doanya tentunya kepada seluruh masyarakat Lampung, agar untuk mendukung Ia di ajang nasional dan memberikan yang terbaik untuk Provinsi Lampung. 

“Saya sangat bersyukur karena sudah di percayai untuk mewakili Lampung di kanca nasional dan masih di berikan kesempatan untuk ikut di acara ini, dan saya sangat bersyukur karena kekurangan saya dapat bisa menjadi kan orang yang kuat dan menjadi orang yang selalu bersyukur,” ucapnya.

Setiap orang pastinya memiliki motivasi dan harapan untuk kedepannya, meningkatkan kualitas diri, dan untuk menggapai apa yang ia inginkan, serta untuk memperbaiki dirinya agar menjadi seseorang yang benar-benar baik merupakan salah satu motivasi dan harapan.

“Salah satu motivasi saya adalah ingin menunjukan bahwa saya bisa membanggakan Provinsi Lampung di kanca nasional, dan saya ingin membuktikan kepada semua orang bahwa tidak harus kita mempunyai gelar sarjana, dan gak harus good looking yang paling penting adalah good attitude yang harus di miliki semua orang, dan harus percaya diri walaupun memiliki kekurangan, dan Ingin membuktikan bahwa kekurangan saya bukan lah suatu halangan bagi saya untuk maju ke kanca nasional bahkan nanti di kanca internasional di umur saya yang masih muda ini, Harapan saya kedepannya semoga bisa sukses di bidang yang saya minati, dan juga bisa membanggakan Provinsi Lampung di kancah nasional maupun internasional, serta bisa menjadi motivator bagi orang-orang yang selalu berpikiran buruk pada diri mereka masing masing, dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Pandangan setiap orang terhadap melestarikan wisata yang ada di Lampung sudah jelas pastinya berbeda beda ada yang positif dan ada yang negatif, namun orang juga pastinya bisa memilah milih  terhadap pandangan itu sendiri, seperti pandangan Faruq terhadap kalangan milenial yang peduli akan melestarikan wisata di Lampung.

“Pandangan saya terhadap milenial di Lampung akan peduli terhadap wisata sendiri, Saya yakin pasti milenial lampung peduli dengan wisata yang ada di Lampung, dan pasti juga ada beberapa milenial yang kurang peduli terhadap wisata yang ada di Lampung padahal sering berkunjung ke tempat wisata, contoh seperti membuang sampah sembarangan dan masih banyak lagi yang lainya, tapi saya yakin hanya sedikit milenial yang tidak peduli wisata Lampung, dan saya sangat bangga karena milenial lampung sudah sangat peduli dengan wisata yang ada di Lampung, dan mari kita tingkatkan bersama kualitas pariwisata yang ada di Lampung dengan cara peduli wisata, terimakasih,” pungkasnya.

Didit Widiyanto, Pelestari Mangrove di Pantai Mutiara Baru

Bandarlampung - publiklampung.com -- Didit Widiyanto (30), merupakan seorang penggiat Mangrove, dan pemerhati lingkungan asal Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Sejak tahun 2018 silam, ia telah menjadi penggerak atau pencetus dari program penanaman mangrove di sekitar pesisir pantai mutiara baru.

Kemudian, pada tahun 2020, ia bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Bahari di bantu oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (BPDASHL WSS) untuk mengembangkan dan merawat sebuah amanah berupa Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN) untuk melakukan penanaman mangrove di pesisir pantai mutiara baru dengan menggagas KTH Mutiara Bahari yang mencakup 3 desa di wilayah register 15 dan diikuti oleh 43 anggota.

Dalam wilayah seluas 7 hektar, jenis tanaman yang di tanam dalam program ini diantaranya, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, serta Ceriops dengan sistem rumpun berjarak 5 meter dan berjumlah 35.000 batang dalam 70 variasi bedeng. Satu bedeng besar berisikan sekitar 500 batang, dan satu bedeng kecil berisikan 100 batang.

Didit mengatakan, alasan ia membentuk bedeng yang bervariasi adalah agar lokasi tersebut dapat di kelola oleh masyarakat Desa Karya Makmur untuk dijadikan lokasi ekowisata Pantai Mutiara Baru yang telah tercetus sejak 4 tahun silam.

Dalam pelestariannya, Didit mengatakan jika terdapat beberapa produk turunan yang dihasilkan dari mangrove.

"Ada beberapa produk hasil turunan mangrove, dan ini hasil kerjasama dari KTH Mutiara Bahari dan tim KKN Undip Semarang. Ini yang masih proses untuk kita kembangkan. Sekitar ada 16 produk, salah satunya Teh Jeruju dan Handsanitizer dari sari daun api-api," ungkapnya, Jum'at (5/2)

Didit mengaku jika ia sempat mendapat beberapa kesulitan dalam hal memahami karakter masyarakat saat melakukan pelestarian mangrove ini.

"Kesulitan yang dihadapi mungkin saat memahami karakter SDM masyarakat yang ada di sekitar kita, dan itu tantangan kita dalam upaya untuk menghidupkan menata kembali gerakan berbagi ruang dengan lingkungan sekitar. Untuk itu kita terus belajar dan berproses. 'Mengerti sebelum mencintai'. Itulah prinsip utama yang kita pegang untuk bergerak dalam ruang lingkungan hidup dan kehidupan," pungkasnya.

Ia juga berharap, agar masyarakat khususnya generasi selanjutnya dapat memahami pentingnya mengenal, menjaga, serta merawat ekosistem sekitar dimana pun kita berada. Karena pada saat ini kita sedang dihadapkan pada beberapa persoalan lingkungan yang harus segera diatasi, seperti Sampah, Banjir, Pencemaran sungai, Rusaknya ekosistem laut, Pemanasan global, Pencemaran udara, Sulitnya air bersih, Kerusakan hutan, Abrasi, Pencemaran tanah. Saat ini kita menghadapi dampak konkrit dari krisis lingkungan terhadap sumber daya alam.

Chodtela.com Situs Penyedia Chord Gitar Terbaik Bagi pemula

Bandarlampung - publiklampung.com -- Chordtela merupakan salah satu situs berbasis chordmusik yang mengedepankan akurasi dan update dalam meramaikan Dunia Musik Tanah Air.

Situs yang mengedepankan chord Dasar dan dilakukan penyederhaaan Chord membuat peminat musik yang akan melakukan ulik menjadi lebih nyaman dan cepat dalam menguasai chord tersebut

"Saat saat belum banyak situs yang mempunyai pola seperti Chordtela, karena kita lebih mementingkan kualitas rasanya," ujarnya, Jumat (5/2).

Perkembangan teknologi di era digital seperti sekarang ini bertumbuh semakin cepat dari hari ke hari. Sehingga secara tidak langsung penggunaan teknologi saat ini semakin meningkat tajam.

Meningkatnya perkembangannya yang semakin cepat, menjadi dampak terhadap banyak bidang. Salah satunya di bidang pembelajaran alat musik.

Jika di era lampau kita masih menggunakan sebuah buku chord-chord lagu ketika ingin belajar musik atau mengcover lagu, kini dengan hadirnya Chordtela.com kamu tidak perlu lagi membeli buku chord lagu yang terkesan tidak efisien.

Chordtela.com, situs yang selalu ramai dibanjiri pengunjung setiap harinya ini hadir sebagai wujud sumbangsih terhadap dunia musik dengan menghadirkan chord-chord kunci gitar dasar dari semua jenis lagu, mulai dari lagu dangdut, inggris, jawa, batak, minang, bali, dan sebagainya.

Chord-chord gitar yang tersedia di situs ini terbilang lebih mudah dimainkan untuk pemula, dan sangat bermanfaat bagi yang sudah mahir dalam bermain gitar.

Hampir keseluruhan chord kunci gitar yang ada di situs ini di publikasikan menjadi chord dasar, selain itu terdapat juga beberapa penyederhanaan dari chord aslinya, sehingga dapat lebih mudah dan dapat menyesuaikan dengan nada suara yang kita miliki.

Situs ini juga dilengkapi dengan alat transpose chord yang dapat difungsikan jika pengguna ingin memainkan chord yang ada di situs tersebut dengan chord-chord yang lain, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para penggunanya.


Rabu, 03 Februari 2021

Komunitas Rumah Baca Sahabatku Bangkit di Masa Pandemi Covid-19.

Bandarlampung - publiklampung.com -- Komunitas di lampung kian banyak, dari mulai komunitas yang bergerak di bidang pendidikan maupun ke bidang sosial, di Kota Bandar Lampung khususnya komunitas mulai aktif bergerak di bidangnya mulai dari kalangan pelajar dan mahasiswa, masyarakat , sampai komunitas yang bergerak dari pemerintahan.

Salah satu komunitas yang bergerak di bidang pendidikan adalah Komunitas Rumah Baca Sahabatku atau yang sering dikenal Komunitas Rumah Baca Sahabatku (RBS), resmi berdiri sejak tahun 2017 dan disahkan pada tanggal 2 Februari 2020 di sekretariat Rumah Baca sementara yaitu di kediaman Nurkhayati selaku ketua pengurus Rumah Baca Sahabatku, Kamis, (4/2).

Dalam wawancaranya, Ketua Penggerak RBS, Amkha, mengatakan bahwa dengan adanya RBS pemerintah setempat mengapresiasi kegiatan kegiatan yang di lakukan, karena kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan positif dan untuk mengembangkan serta menambah ilmu dari anak anak hingga kalangan dewasa agar ikut berpartisipasi dan melestarikan membaca, Kamis, (4/2).

“Kala itu sangat meriah, dan pada tahun 2020 kegiatan di RBS mulai aktif. Namun karena adanya Covid 19 dan untuk mematuhi protokol  kesehatan, aktivitas di RBS terpaksa berhenti sementara. Dan awal November pengurus berfikir keras untuk bangkit kembali. Dengan mengadakan kegiatan tatap muka namun tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengurangi kegiatan yang bersentuhan. Dan di tahun 2021, RBS menggelar Perayaan Anniversary Ke-1, dengan mengadakan event kecil namun berusaha memberikan dampak besar yang bersifat positif untuk literasi, yaitu mengadakan Lomba Photography Online yang diadakan pada tanggal 25-31 Januari 2021 dan Lomba Merias Tumpeng pada tanggal 2 Februari 2021 yang merupakan puncak acara sekaligus pengumuman dan pembagian hadiah beserta doorprize  kepada peserta lomba. Dengan  66 peserta Lomba Photography dari berbagai usia,dan juga daerah dengan tema (Cinta Literasi Dimasa Pandemi Covid 19),” Ucapnya.

Suatu komunitas pasti membutuhkan dana yang sangat luar biasa untuk mengadakan kegiatan yang bergerak di bidangnya, RBS memiliki niat dan tekat yang sangat luar bisa, mereka tidak takut akan guncangan terhadap pandangan sebelah mata, tetapi mereka yakin bahwa dengan merintis suatu komunitas akan bisa berdiri sendiri dan dibantu dengan masyarakat yang peduli, serta pemerintah yang mengapresiasi pasti akan menjadi komunitas yang besar.

“Kami berjalan dengan anggaran yang dibantu oleh aparat kampung, dan juga operasional pengurus, dan perlombaan tahun ini mendapat sponsor  atau donatur hadiah dari ketua RBS, serta beberapa doorprize yang berasal dari kepala kampung Kuto Winangun dan masyarakat sekitar yang ikut berpartisipasi, Sejak tahun 2020, Pemerintahan Kampung Kuto Winangun berencana untuk membangun gedung literasi untuk RBS, namun harus ditunda karena adanya Pandemi Covid 19, Kami berharap Indonesia segera pulih kembali, agar kegiatan positif bangkit kembali,Mari Cintai Literasi Dimasa Pandemi, SALAM LITERASI !!! Rumah Baca "SAHABATKU" (RBS)," pungkasnya.

UMKM Binaan Pertamina Berdayakan Anak Putus Sekolah Hingga Difabel

Bandarlampung - publiklampung.com --  Dukungan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II kepada para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Sumbagsel terus dilakukan secara berkelanjutan guna memberi perhatian lebih pada kelangsungan para pelaku UMKM. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh UMKM binaan saja, melainkan juga orang-orang yang berada di bawah naungan UMKM tersebut.

Program Kemitraan diberikan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil Mitra Binaan yang bertujuan menjadikan mereka mandiri dalam menjalankan usahanya,

seperti yang dilakukan Siti Halimah, Mitra Binaan Pertamina pemilik UMKM Kopi Cap Kuda Baru dalam menjalankan bisnisnya, ia memberdayakan anak-anak muda yang putus sekolah, mantan narapidana dan difabel agar lebih terampil dan memiliki penghasilan.

Siti mengatakan setidaknya ada 12 karyawan yang kini membantu usahanya, dan sebelumnya Siti juga banyak memberdayakan masyarakat sekitar dalam menjalankan bisnisnya.

“Semoga dengan adanya pekerjaan untuk mereka bisa merubah pola pikir mereka menjadi lebih baik dan sekaligus bisa mendapatkan penghasilan,” ujar Siti dari rilis yang diterima publik lampung.com, Kamis (4/2). 

Dengan usaha yang dijalani saat ini, Siti mampu menghasilkan omset hingga Rp 200 juta per bulan. Siti bersyukur sejak menjadi mitra binaan Pertamina, ia berharap usahanya mampu berkembang lebih pesat lagi, sehingga dapat memberdayakan orang-orang yang membutuhkan.

Pjs. Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR Agustina Mandayati mengapresiasi langkah yang dilakukan Siti Halimah, prinsip usaha yang dijalani Siti cukup mulia. Program Kemitraan bukan hanya sekedar pemberian modal kerja namun juga mendampingi mitra binaan untuk tumbuh dan berkembang dengan memberikan pembinaan, pelatihan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar. 

“Kita melewati masa sulit saat pandemi COVID-19 di sepanjang tahun 2020, di mana banyak pelaku UMKM yang terdampak sehingga dengan adanya Program Kemitraan ini, diharapkan dapat membantu dan menjadi langkah awal UMKM untuk bangkit,” tambahnya. 

“Pertamina sangat mengapresiasi usaha berbasis sociopreneur seperti ini dapat membantu menyediakan lapangan pekerjaan dan menciptakan kemandirian ekonomi,” ujar Tina.

Tina berharap, “Para mitra binaan dapat memberdayakan potensi dan kondisi ekonomi, sosial, lingkungan masyarakat di wilayahnya dengan fokus diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan pembangunan,” tutupnya.

Komunitas Odapus Lampung, Terbentuk Untuk Saling Memberikan Semangat.

Bandarlampung - publiklampung.com -- Penyakit lupus atau lupus eritematosus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, hingga otak. Lupus bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh wanita.

Menjadi penyandang lupus bukan hal mudah untuk diterima seseorang. Beragam gejala bisa dirasakan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Merli Susanti salah satunya. Mulai di diagnosis lupus sejak 11 tahun yang lalu, Santi berinisiatif membuka Komunitas Odapus Lampung atas motivasi dr. Firhat Esfandiari, Sp.PD.FINASIM

"Awalnya saya menjadi pasien dr. Firhat Esfandiani, Sp.PD.FINASIM dan bertemu teman-teman yang juga mengidap lupus dari sosial media sejak tahun 2014, itu belum terbentuk komunitas. Kemudian dr. Firhat menyarankan kepada saya untuk mengumpulkan teman-teman odapus lainnya, membentuk sebuah komunitas, dan bersama menyusun rencana kedepannya dengan beliau," ujarnya, Kamis (4/2)

Komunitas Odapus Lampung terbentuk sejak tahun 2017 silam, dan pertama kali mengadakan pertemuan sekaligus event pertamanya yaitu Seminar Awam Lupus yang diadakan di Rumah Sakit Natar Medika pada tanggal 13 Mei 2017.

Bertujuan sebagai wadah bagi para orang dalam lupus (odapus) agar dapat sharing, saling menguatkan, dan saling support satu sama lain agar tetap bisa menjadi odapus yang berdaya dan berkarya, Odapus Lampung sudah diikuti oleh lebih dari 185 anggota.

Karena beranggotakan mayoritas perempuan, Santi mengatakan jika Komunitas Odapus Lampung sering kali melakukan kegiatan pemberdayaan.

"Kita sering melakukan kegiatan pemberdayaan, karena rata-rata perempuan, kita adakan kelas-kelas untuk explore bakat yang bertujuan agar teman-teman odapus yang tidak bekerja masih tetap bisa berkarya dan berwirausaha dirumah, misalnya baking class, merajut, menulis, dan lain-lain," ungkapnya.

Selain itu terdapat beberapa kegiatan lain yang telah dilaksanakan oleh Komunitas Odapus Lampung, diantaranya, Melakukan pendampingan terhadap pasien lupus terutama pasien baru, melakukan pertemuan rutin untuk sharing dan silaturahmi, melakukan kunjungan terhadap pasien odapus, dan juga melakukan seminar untuk mensosialisasikan lupus kepada masyarakat. Bahkan, sebelum masa pandemi covid-19, KOL sering kali melaksanakan senam lupus bersama, pengajian rutin, dan juga bakti sosial.

Santi berharap dengan adanya komunitas ini, dapat memberikan manfaat yang banyak kepada odapus yang ada di Lampung, sehingga dapat saling memberikan motivasi, dan bantuan bagi odapus yang bertidak kemampuan dalam hal pengobatan.

"Untuk saat ini sih alhamdulillah kita sudah bekerjasama dengan Prodia. Jadi, dengan menunjukan kartu anggota Odapus Lampung, saat cek lab bisa mendapatkan diskon 10-15%. Saya harap dikedepannya kita bisa bekerjasama dengan instansi-instansi lain sehingga dapat membantu teman-teman untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya," tandasnya.

apa perbedaan HKI dan Paten dalam Penemuan Bidang Teknologi

  Kita mungkin sudah tidak asing dan sering mendengar kata hak cipta dan hak paten. Meskipun sudah familiar dengan paten dan cipta, masih ba...