Halaman

Rabu, 03 Februari 2021

BRI Buka Lowongan Besar-besaran Sampai 19 Februari! Ini Syaratnya

BFLP merupakan program rekrutmen BRI yang ditujukan bagi fresh graduate yang memiliki semangat muda, kreatif dan inovatif, serta memiliki semangat untuk mengembangkan potensi menjadi the next future leader di BRI Group.

Lowongan yang dibuka minimal untuk lulusan S1 semua jurusan. Bagi yang berminat dan mau melakukan pendaftaran atau mencari informasi lebih lanjut dapat dilakukan pada laman https://e-recruitment.bri.co.id.

Berikut syarat umum bagi yang berminat melamar di program BFLP awal tahun ini:

1. Lulusan S1 atau S2 dari universitas terkemuka dan diutamakan terakreditasi A

2. IPK diutamakan di atas 3,00 (untuk lulusan S1) dan IPK minimal 3.25 (untuk lulusan S2) dengan IPK S1 minimal 3,00

3. Berusia maksimal 25 tahun untuk lulusan S1 (belum berulang tahun yang ke-26 pada tanggal 1 Februari 2021), dan maksimal 28 tahun untuk lulusan S2 (belum berulang tahun yang ke-29 pada tanggal 1 Februari 2021)

4. Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi

5. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama proses seleksi hingga diangkat sebagai Pekerja Tetap BRI atau BRI Group

6. Bersedia ditempatkan di seluruh unit kerja BRI dan BRI Group

7. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian dengan BRI atau BRI Group apabila dinyatakan diterima sebagai peserta BFLP BRI

8. Mengikuti seluruh tahapan tes


Kandidat posisi umum merupakan lulusan dari semua fakultas/jurusan, sedangkan kandidat pada posisi IT merupakan lulusan dari fakultas/jurusan berikut:

* Teknik Informatika

* Teknik Elektro

* Teknik Telekomunikasi

* Teknik Elektro Telekomunikasi

* Sistem Informasi

* Ilmu Komputer

* Teknik Jaringan

* Teknik Komputer

sumber : www.publiklampung.com

Selasa, 02 Februari 2021

Toko Trubus Pasarkan 500 Lebih Jenis Tanaman

Bandarlampung - publiklampung.com -- Toko Trubus menjual beragam jenis tanaman buah-buahan, sayuran pertama di  Bandarlampung, berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim No.45, Sukarame.

Deni Ramdani, selaku Kepala Cabang Trubus Bandar Lampung menyatakan jika Toko Trubus ini menjual berbagai jenis pohon dan bibit.

Terdapat lebih dari 1.500 item pohon dengan 500 jenis tanaman yang berbeda.

“Tanaman yang dijual ada tanaman buah dan sayur, dan berbagai macam benihnya. Kita juga menjual tanaman hias dengan harga bervariasi, menyesuaikan besar dan jenis pohon. Untuk jenis pohon harganya kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 5 juta 500 ribu. Sedangkan untuk bibit dibandrol dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 500 ribu,” ujarnya, Selasa (2/2).

Tak hanya menjual bibit dari segala jenis tanaman buah-buahan, di tempat ini ada banyak menjual kebutuhan untuk bertani, mulai dari media tanam, alat petanian, pupuk, termasuk juga buku atau majalah yang mengulas tentang pertanian.

Deni juga mengatakan jika toko cabang dari Cimanggis ini diresmikan pada tahun 2015 silam. Seiring waktu, Toko Trubus terus berkembang sehingga memiliki banyak peminat dibidang pecinta tanaman.

“Terutama dimasa pandemi ini, dunia pertanian prospek nya lagi bagus. Karena pandemi, orang-orang jadi banyak yang dirumah, sehingga mereka memilih untuk berkegiatan bercocok tanam. Untuk saat ini yang lagi sering diburu itu tanaman pohon Durian, Alpukat, dan Jambu air. Setelah itu kita juga menyediakan algoritma yang saat ini juga sedang naik, ” tuturnya.

Deni juga mengakatakan jika sering kali ia mendapat beberapa kendala dari aspek pemeliharaannya.

"Karena disini tersedia berbagai jenis tanaman, ada sedikit kesulitan. Karena setiap tanaman memiliki karakter yang berbeda, walaupun perawatannya sama. Terutama di musim kemarau, jangan sampai ketinggalan proses penyiramannya. Terutama pohon Durian, karena pohon jenis Durian ini jika sudah kena stress, layu atau rontok, pengembaliannya akan sulit," Ungkapnya

Lanjutnya, Deni juga mengatakan jika Toko Trubus selalu memberikan pelayanan yang terbaik, mulai dari Proses Pembelian, pemanduan dalam penanaman, hingga proses perawatannya. 

Bantuan Langsung Tunai Subsidi Upah Tahun Ini Ditiadakan

Bandarlampung - publiklampung.com -- Pertanyaan mengenai kelanjutan program bantuan subsidi upah/gaji (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan akhirnya terjawab. Jawabannya program ini tidak dilanjutkan di tahun ini.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan program BSU memang tidak dimasukan dalam anggaran APBN 2021. Sehingga kelanjutan program ini tidak terlihat untuk tahun ini.

"Jika kita lihat pada anggaran PEN 2021, memang tidak nampak kelanjutan dari BSU di tahun ini. Kemnaker sendiri hingga saat ini belum mendapat penugasan untuk kembali menyalurkan BSU, kami ikut keputusan dari Komite PEN saja," ungkapnya yang dilansir dari detikcom, Selasa (2/2).

Program yang sudah berjalan dari tahun lalu ini berakhir Desember 2020. BLT upah ini menyasar 12,4 juta pekerja dengan nilai bantuan Rp 2,4 juta per orang.

Meski begitu Ida menegaskan, pemerintah masih terus berupaya untuk memitigasi dampak pandemi ini bagi angkatan kerja. Salah satunya dengan melanjutkan program Kartu Pra Kerja dan mendorong program padat karya di berbagai kementerian dan lembaga.

"Kemnaker sendiri ikut berpartisipasi dalam Pra Kerja dan menyelenggarakan program padat karya yang memang rutin kami lakukan," tuturnya.

Selain itu, lanjut Ida, pada masa pemulihan ekonomi ini Kemnaker juga fokus pada peningkatan daya saing angkatan kerja seperti skilling dan upskilling, maupun pekerja yang terdampak pandemi (reskilling) dengan mengoptimalkan program pelatihan vokasi di BLK-BLK maupun pemagangan.

"Tujuan pelatihan vokasi ini tidak hanya untuk masuk ke pasar kerja, namun juga dengan kompetensi yang didapatkan mereka bisa mengembangkan usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru," tutupnya.

Perpaduan Kain Tapis Menjadi Ciri Khas Gerai Thasya Busana

Bandarlampung - publiklampung.com -- Thasya Busana, merupakan salah satu toko pakaian yang menyediakan berbagai jenis produk busana dan souvenir yang dipadukan oleh kain Tapis yang terletak di jalan Purnawirawan IX Nomor 30, Gunung Terang, Bandarlampung.

Berdiri sejak 2015, Nur Aini atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Umi Nur, selaku Owner Thasya Busana mengatakan jika saat itu bisnis yang dijalani belum serius.

"Saat 2015, masih berupa brand seadanya. Yang dijual itu baju daily, set muslimah syar'i, pokoknya itu masih dalam tahap mencari jati diri," ujarnya, Selasa (02/02)

Lalu, sejak 2016, Umi Nur mencoba sebuah inovasi baru berupa perpaduan busana syar'i menggunakan tapis.

"Mulai 2016, saya melihat banyak orang yang menggunakan kain tapis di acara formal karena tapis menambah kesan mewah di dalamnya. Lalu saya berfikir, bisa tidak ya jika dipadukan dengan syar'i sedangkan tapis dinilai terlalu ramai jika dibuat menjadi gamis. Sehingga saya berinisiatif dan memulai konsep membuat outer dengan tapis, sehingga saat dipadukan dengan gamis tidak terlalu ramai, dan bisa dipakai oleh semua kalangan usia, mulai remaja, dewasa, dan orangtua," ungkapnya

Setelah berjalan dua tahun, pada tahun 2017 akibat banyaknya permintaan pasar, akhirnya Thasya Busana mulai mengeluarkan produk pakaian pria bertema Tapis, dan mulai mengeluarkan beberapa produk aksesories seperti Dompet, Tote bag, goodie bag, gelang, mini clutch, wadah tisu, bucket hat, dan kotak pensil.

Dimasa pandemi covid-19, Umi Nur juga mengatakan bahwa Thasya Busana mengeluarkan produk masker beserta connector masker yang juga merupakan perpaduan antara dasar kain tenun dan tapis. Produksi tersebut membuahkan hasil baik, terbukti dari penjualan masker tapis yang selalu sold out 5.000 pcs perbulan dan memiliki beberapa reseller yang tersebar.

"Semenjak pandemi kita mulai produksi masker dan connector. Karena sekarang sudah masuk era New Normal, beberapa orang sudah aktivitas diluar rumah. Mereka pasti bosan jika memakai masker yang itu-itu aja, akhirnya saya memutuskan untuk memproduksi masker tapis ini agar walaupun memakai masker, kita tetap bisa terlihat modis dan cantik." Pungkasnya

Dalam mempekerjakan karyawan, Umi Nur memiliki visi misi yang mana meskipun di rumah, para pekerja tetap bisa produktif.

"Dalam mempekerjakan karyawan di bidang produksi, saya memiliki konsep dimana mereka ambil bahan baku disini, lalu  kembali kerumahnya masing-masing untuk memproduksi. Sekitar empat hari sekali mereka setor produk jadi ke saya. Sehingga, meskipun di rumah, para perempuan pekerja saya masih bisa berkarya dan berpenghasilan sembari urus anak, suami, dan pekerjaan rumah tangga lainnya," ujarnya

Selain dipasarkan di warehouse-nya, Thasya Busana juga mempromosikan berbagai produknya melalui instagram @Thasya_busana, dan Facebook Tasya Busana. 

Umi Nur juga mengatakan jika dalam produk yang dipasarkan tidak mematok harga yang terlampau mahal. Untuk busana pria dan wanita dibanderol mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta, tergantung dari jenis tapis permintaan konsumen. Sementara, untuk produk jenis tas mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Kemudian, berbagai produk masker dibanderol mulai Rp 12 ribu sampai Rp 30 ribu.

Senin, 01 Februari 2021

Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen


Jakarta - publiklampung.com -- Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memperkirakan produksi rokok akan turun hingga 3,3 persen pada 2021 setelah pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata tertimbang sebesar 12,5 persen pada 1 Februari 2021.

“Kami sudah melakukan simulasi produksi rokok 2021 ini turun 2,2 persen hingga 3,3 persen,” kata Kepala Sub Bidang Cukai BKF Kementerian Keuangan Sarno yang dilansir dari bisnis.com dalam webinar Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat di Jakarta, Selasa (2/2).

Dalam paparannya, Sarno menjelaskan total produksi untuk keseluruhan golongan yakni Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) pada 2020 mencapai 298,4 miliar batang.

Dengan estimasi penurunan produksi itu, Kementerian Keuangan memperkirakan penurunan volume produksi rokok tahun ini mencapai sekitar 288 miliar batang. Jika dibandingkan 2020, dengan kenaikan cukai hasil tembakau sebesar 23 persen, jumlah produksi rokok menurun hingga 11 persen.

Kemenkeu, lanjut dia, dengan kenaikan rata-rata 12,5 persen tarif cukai rokok, juga diperkirakan indeks keterjangkauan atau affordability index naik dari 12,2 persen menjadi 13,7-14 persen.

Berdasarkan jenis golongan, kenaikan tarif cukai hanya terjadi untuk SKM dan SPM, sedangkan SKT tidak diberlakukan karena mencermati sektor padat karya dan situasi pandemi Covid-19.

"Itu menunjukkan bahwa dengan kenaikan tarif cukai 2021, mengindikasikan harga rokok akan semakin tidak terjangkau di masyarakat,” ujarnya. Selain itu, angka prevalensi merokok dewasa akan turun menjadi 32,3 hingga 32,4 persen dan anak-anak hingga remaja turun menjadi 8,8 hingga 8,9 persen.

Penurunan itu, kata dia, konsisten dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPKMN) 2020-2024 sebesar 8,7 persen pada 2024. Sarno menambahkan kebijakan cukai tahun ini dilakukan dengan lebih fokus kembali dalam pengendalian konsumsi.

Pengendalian itu, kata dia, ditandai dengan besaran kenaikan cukai lebih tinggi yang dominan pada golongan SKM mengingat SKM memiliki porsi terbesar pangsa pasar mencapai 71,4 persen dan golongan yang memiliki kandungan lokal rendah yakni SPM.

Dengan kebijakan cukai itu diharapkan mendorong penerimaan negara di sektor cukai yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp173,78 triliun.

Sedangkan, capaian selama 2020, penerimaan cukai hasil tembakau mencapai Rp170,24 triliun atau naik dibandingkan realisasi 2019 mencapai Rp164,87 triliun.

Capaian itu juga lebih tinggi dari target penerimaan cukai hasil tembakau sesuai Perpres 72/2020 mencapai Rp164,94 triliun.

Denik Bisnis Fashion Dengan Mengikuti Perkembangan Tren Masa Kini

Bandarlampung - publiklampung.com --  Bisnis di bidang fashion banyak sekali saat ini digeluti banyak orang, dari kalangan anak muda hingga dewasa banyak sekali yang mengunjungi bisnis fashion karena menginginkan untuk memiliki barang yang sedang buming pada saat ini.

Salah satu bisnis yang bergerak dibidang fashion adalah Denik, Denik adalah bisnis yang menjual pakaian wanita yang sesuai dengan tren sekarang, selain itu Denik juga menjual beberapa aksesoris lainya, Denik terletak di Mall Boemi Kedaton lantai 3 dan berdekatan dengan XXI Mall Boemi Kedaton Bandar Lampung, Selasa, (2/2).

Dalam wawancaranya, Owner Denik, Yuni, mengatakan bahwa di Lampung khususnya saat ini sedang buming atau sedang maraknya bisnis fashion, maka dari itu Denik terus mengembangkan bisnis ini sesuai mengikuti tren yang ada, Selasa, (2/2).

“Kami Berawal dari buka tutup bagasi mobil di PKOR dan seiiring berjalanya waktu sudah tidak ada lagi yang berjualan dan tidak dibolehkan lagi, akhirnya kita memberanikan diri untuk mengikuti buka Bazar di Mall Boemi Kedaton pada tahun 2016, dan Alhamdulillah seiring berjalanya waktu kita dapat toko 2 tahun lalu tepat di tahun 2019,” ujarnya.

Fashion di Lampung cukup berkembang pesat, hal ini pula menyebabkan dampak positif untuk para pebisnis fashion , para pengunjung akan selalu mencari fashion yang akan mereka pakai dan sesuai dengan tren saat ini.

Yuni melanjutkan, Pengunjung disini juga sudah sampai ke luar kota bahkan luar daerah juga, karena fashion di lampung saat ini sedang digandrungi, untuk kita disini menjual produk fashion mulai dari harga bandrol Rp.100.000 hingga Rp. 300.000.

Di Denik sendiri memiliki produk terfavorit yaitu celana Jeans wanita, serta beberapa baju unggulan lainya yang ada. 

“Saat pandemi ini Alhamdulillah ya, pendapatan kita masih ada walaupun belum stabil biasanya pendapatan di hari normal mencapai Rp. 80.000.000 hinga Rp. 100.000.000 per bulan, tetapi untuk pandemi saat ini pendapatan kita hanya berkisar Rp.50.000.000 sampai Rp. 60.000.000 per bulan,” pungkasnya.

Mendikbud Luncurkan Program Sekolah Penggerak


Jakarta - publiklampung.com -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan program sekolah penggerak yang merupakan katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia.

“Sekolah penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang terdiri dari dua hal yakni sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila dan diawali dengan SDM yang unggul terutama kepala sekolah dan guru,” ujar Nadiem yang dilansir dari antaranews.com saat peluncuran sekolah penggerak secara daring yang dipantau di Jakarta, Senin (1/2). 

Gambaran akhir sekolah penggerak secara umum, lanjut Nadiem yakni hasil belajar diatas level yang diharapkan, lingkungan yang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan, pembelajaran berpusat pada murid, dan refleksi diri dan pengimbasan yaitu perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri, refleksi guru dan perbaikan pembelajaran terjadi, dan sekolah melakukan pengimbasan.

Program sekolah penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya.

"Program ini merupakan program kolaborasi antara Kemendikbud dengan Pemda yang mana komitmen Pemda menjadi kunci utama,” tambah Nadiem.

Intervensi dilakukan secara holistik mulai dari SDM sekolah, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi, dan pendampingan Pemda.Sekolah Penggerak memiliki ruang lingkup yang mencakup seluruh kondisi sekolah, tidak hanya sekolah unggulan saja tapi juga sekolah swasta dan negeri.

Pendampingan dilakukan selama tiga tahun ajaran dan sekolah melanjutkan upaya transformasi secara mandiri.

Program dilakukan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi sekolah penggerak,” kata dia lagi.

Dalam waktu tiga tahun, sekolah penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri atau swasta di seluruh tahap untuk bergerak satu atau dua tahap lebih maju.

Tingkatan tertinggi adalah tahap empat yang mana sekolah menjadi sekolah yang aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan, berpusat pada murid, perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri, refleksi guru dan perbaikan pembelajaran terjadi, dan guru dan kepala sekolah melakukan pengimbasan.

Dalam kesempatan itu, Nadiem mengatakan bahwa sekolah Penggerak bukanlah sekolah unggulan, tidak mengubah input, mengubah proses, dan meningkatkan kapasitas SDM.

Program sekolah penggerak terdiri dari lima intervensi yakni penguatan SDM sekolah, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, digitalisasi sekolah, dan pendampingan konsultatif dan asimetris.

apa perbedaan HKI dan Paten dalam Penemuan Bidang Teknologi

  Kita mungkin sudah tidak asing dan sering mendengar kata hak cipta dan hak paten. Meskipun sudah familiar dengan paten dan cipta, masih ba...