Halaman

Kamis, 28 Januari 2021

Ketua IPPNU Kecamatan Sumberojo Mengajak Pelajar Muslimah Dalam Meningkatkan Pendidikannya

Tanggamus - publiklampung.com -- Pendidikan yang dimiliki seorang perempuan  adalah hal yang paling utama yang harus dimiliki seorang wanita, karena pendidikan merupakan sumber pusat sebagai ilmu pengetahuan, selain itu perempuan harus memiliki pendidikan yang tinggi karena perempuan di era sekarang harus dapat memimpin dan dapat dipimpin untuk menguasai ilmu pengetahuan.

Seperti yang dimiliki seorang perempuan muslimah di Pekon Sumberejo Kabupaten Tanggamus, Nur Setiawati, ia merupakan salah satu ketua Ikatan Pelajar Perempuan Nahdatul Ulama Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, yang merupakan salah satu Mahasiswa Universitas Lampung. 

Dalam wawancaranya, Ketua IPPNU Kec. Sumberejo, Nur Setiawati, mengatakan bahwa, Semestinya sebagai perempuan pelajar muslimah kita haru memiliki harapan yang bisa menjadi contoh khususnya di bidang pendidikan, Jumat, (29/1).

“Harapan saya untuk perempuan NU yang sekarang menjadi pelajar adalah untuk tetap menjadi pelajar yang cerdas, berakhlakul karimah, berintelektual, dan tetap menjunjung tinggi NU dan jadilah pelajar yang jujur karena di zaman ini banyak sekali siswa yang tidak jujur dalam menuntut ilmu, sebagai contoh adalah mencontek, sehingga harus ditanamkan bahwa menuntut ilmu itu harus dilakukan dengan cara yang baik agar hasilnya juga baik, lebih baik sedikit tapi bermanfaat dari pada banyak tapi tidak ada yang membekas dalam sebuah karya,” ujarnya.

Seperti yang kita lihat saat ini, banyak sekali perempuan muslimah yang menorehkan prestasi baik tingkat akademik maupun nonakademiknya, sebagai seorang perempuan sudah semestinya ikut andil dalam belajar atau pendidikan, beda dengan hal zaman dahulu dimana perempuan tidak boleh mengenyam pendidikan dan tidak dapat hak yang sama seperti laki laki.

“Menurut saya kita harus melihat sosok perjuangan ibu kita Kartini, sudah patut setiap wanita harus mencontohnya, dengan karya-karya yang dimiliki dan perjuangan ia membela wanita di Indonesia yang semestinya kita memang harus bangga dan harus kita contoh, disamping itu juga perempuan terpelajar akan melahirkan generasi terpelajar pula, karena pada dasarnya perempuan akan menjadi ibu dan ibu adalah Madrasah pertama bagi anak anaknya (Al-Ummu Madrasah Al-Ula), motivasi saya menjadi Ketua IPPNU ini awalnya tidak pernah terbesit dan tidak ada sedikit pun niatan untuk menjadi Ketua IPPNU, hanya saja mungkin pada akhirnya menjadi ketua karena sebuah kesempatan dan memang sudah diberikan amanah oleh Allah SWT,” tutupnya.

Widyastuti Murniasih Ryantini, Designer Muda Berbakat Asal Lampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- Mulai mencintai dunia fashion sejak kecil, Widyastuti Murniasih Ryantini atau yang kerap dikenal dengan panggilan Wiwid, merupakan desainer muda asal Lampung kelahiran Sekampung, 18 Juli 1995 yang memulai kariernya sejak Januari 2015 silam. Bermula dari usia nya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, Wiwid sudah mengemban dunia Fashion dengan mengikuti ajang Fashion show untuk memamerkan hasil jahitan karya sang ibu.

Saat ini, Wiwid sudah memiliki brand fashion bernama Yasmin Wiwid. Brand milik seorang ibu anak satu ini secara garis besar memproduksi busana-busana muslim terutama untuk wanita dengan menyongsong konsep modern etnik dan feminim. Unsur etnik yang dirujuk oleh Wiwid diantaranya sulam usus, tapis, serta batik Lampung.

Hal ini sesuai dengan harapan wiwid yang ingin melestarikan budaya lokal lewat karya-karyanya. Namun, hingga saat ini Yasmin Wiwid masih belum memiliki butiknya sendiri, sehingga penjualan hanya difokuskan secara online.

Sejak adanya pandemi covid-19, Wiwid sempat mengalami penurunan penjualan. Oleh karena itu Wiwid dituntut untuk memutar otak agar dapat menciptakan inovasi baru sehingga bisa tetap berdiri di dunia fashion.

Akhirnya pada Mei 2020 silam, ia mulai beralih menggunakan teknik ecoprint atau produksi seni cetak natural yang dinilai karena keunikannya dan lebih ramah lingkungan.

Menariknya, konsep ecoprint yang ia kombinasikan dengan sulaman tapis Lampung tersebut justru memberikan dampak yang lebih baik, dimana produk hasil dari teknik ecoprint lebih banyak digandrungi oleh masyarakat sehingga meningkatkan penjualannya.

Dalam hal peragaan busana, Yasmin Wiwid pernah mengikuti beberapa ajang fashion show, diantaranya

• Lampung Fashion Show tahun 2018-2020

• Festival Lampung Syariah 2020

• Lampung Craft 2020

• Festival Batik Lampung 2019

• Kanikan Festival Lampung 2019

• Lalangwaya Festival, Lampung 2018

• Ramadhan Fashion Week 2018

• Lampung Fashion Districk 2018

• Fashion Look Lampung 2017

• Lampung Fashion Week 2016

• Internasional Hijab Fair, Brunei 2016

• Esmod Jakarta Fashion Festival 2015

• Ethnic Urbanovative Creation, JCC 2015

• HIJABMORFOSA, JEC Yogyakarta 2015

• Lampung Trade, Tourism, and Investment (TTI) Expo 2015-2016


Selain menggeluti bidang fashion, Wiwid juga memiliki bisnis lain betema kuliner yang bernama Ozilicious. Ozilicious merupakan produk camilan berupa sale pisang.

Uniknya, jika kebanyakan sale pisang hanya disajikan secara natural, maka Wiwid mengolahnya bersama baluran coklat bubuk serta coklat lumer.

Saat ini, Wiwid sedang terjun untuk mengikuti webinar dalam pengembangan produk-produknya, eksperimen teknik-teknik produksi baru, pengerjaan orderan, dan mengemban planning untuk tahun 2021 kedepan. Sehingga bisnis yang ia bangun dapat berkembang dan maju sesuai harapannya.

"Semoga usaha bisnis yang saya bangun bisa berkembang dan maju supaya bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang, baik secara pribadi maupun orang sekitar, bisa mengoptimalkan SDM sekitar dengan baik, dan tetap berkarya mengukir prestasi yang lebih baik lagi hingga kacah nasional maupun internasional. Sehingga bisa menginspirasi banyak orang dengan karya-karya terbaik saya." Ungkapnya Jumat (29/1)

Ia juga mengatakan jika saat ini berhijab bukan lagi menjadi alasan keterbatasan dalam berkarya justru sekarang peluang sektor muslim muslimah sangat banyak dan luas.

Rabu, 27 Januari 2021

Komunitas Dongeng Dakocan, Dari Menghibur Hingga Mewariskan Budaya Sastra

Bandarlampung - publiklampung.com -- Dongeng ialah sebuah cerita yang tidak benar-benar terjadi atau biasa kita sebut dengan cerita khayalan. Dongeng biasanya mempunyai sifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan.

Dibalik itu, Dongeng dapat dijadikan sebagai salah satu metode belajar yang baik dan efektif. Karena, selain menghibur, dongeng juga dapat mendorong kecerdasan anak, sekaligus sarana mewariskan budaya sastra tutur kepada generasi penerus.

Sayangnya, di era modern ini, dongeng telah menjadi barang langka di kehidupan para anak-anak.

Untuk mengisi ruang kosong perdongengan yang belakangan ini telah ditinggalkan, seniman yang ada di Lampung, Iin Muthmainnah Zakaria dan Ivan Sumantri Bonang membentuk suatu komunitas bernama Komunitas Dongeng Dakocan sejak 28 November 2002 silam. Tanpa disangka, pada tahun 2015 tanggal terebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Dongeng Nasional untuk mengenang hari kelahiran Legenda Dongeng bapak Drs. Suyadi atau yang dikenal sebagai Pak Raden.

Iin yang pada saat itu merupakan seorang penggiat seni di bidang pertunjukan teater dan sastra beranggapan bahwa dongeng adalah salah satu cabang seni yang bisa digeluti tanpa harus mengesampingkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

“Dari sekolah saya memang sudah terlibat dalam dunia pertunjukan teater dan sastra. Namun, saat setelah  menikah dan punya anak, latihan sudah tidak bisa, karena membutuhkan waktu yang sangat banyak. Kemudian, ketika melihat teman mendongeng, baru terfikir ternyata dengan cara mendongeng inilah saya bisa tetap berdekatan dengan dunia anak-anak namun tidak menghilangkan dunia panggung. Jadi dongeng menjadi kendaraan bagi saya untuk dapat tetap eksis di dunia pertunjukan seni peran,” ujarnya, kamis (28/1).

Iin menjelaskan bahwa nama Dakocan merupakan usulan dari seorang rekannya, kemudian dipakai sebagai nama komunitas ini karena Dakocan merupakan mainan anak-anak pada zaman dahulu dengan harapan dapat menghidupkan kembali nama permainan zaman dahulu yang sudah hilang termakan zaman.

Dalam perjalanannya nya selama 19 tahun, Iin menceritakan jika Komunitas ini telah membagi 15 tahun program. Program di tahun pertama hingga tahun ke-5 digunakan sebagai sarana sosialisasi dengan cara melakukan dongeng keliling ke 22 sekolah TK sembari melakukan riset kuisioner kepada orang tua atau guru untuk melihat kedudukan dongeng dimata mereka. 

“Dari 1000 kuisioner, kita menganalisa ternyata dari sekian banyak yg mengisi, mereka tidak menganggap bahwa dongeng itu penting. Namun, saat ditanya, mereka tau soal dongeng, pernah dibacakan dongeng sewaktu kecil. Maka kami beranggapan bahwa dongeng yang diceritakan akan melekat sampai mereka dewasa, dari sini kita dapat pijakan bahwa dongeng harus kembali kita sosialisasikan lagi.” Ungkapnya

Lima tahun berikutnya, Komunitas ini merambah menuju pelatihan kepada guru TK/Paud.  5 tahun berikutnya, pada tahun ke 15, Komunitas Dongeng Dakocan mencoba untuk mengajak banyak ibu, komunitas, atau masyarakat lainya sehingga mereka minat untuk bergabung dan mengikuti gerakan ini secara sukarela.

Pada tahun 2007 hingga 2021 saat ini, lebih dari 9000 masyarakat yang telah mengikuti pelatihan dongeng bersama Komunitas Dongeng Dakocan. Tak hanya berdongeng, Komunitas Dongeng Dakocan juga mengajak anak-anak untuk bermain peran dalam drama kolosal yang mengangkat berbagai macam kisah yang telah diadaptasi ke cerita anak-anak. Sebelumnya anak-anak akan diperintahkan untuk mendengarkan dongeng terlebih dahulu sebelum memainkan perannya.

Iin berharap, Saat ini masyarakat dapat melestarikan dan mengembangkan dongeng-dongeng di Indonesia agar kelak Indonesia dapat kembali menjadi sorotan melalui cerita rakyatnya yang berkembang.

“Dongeng kan tidak hanya bicara soal hiburan dan mengajarkan nilai, dongeng juga bicara soal budaya, kita mengajarkan budaya bisa lewat dongeng. Maka kita ingin gerakan dongeng ini bukan hanya terjadi di sekolah, atau di pendidikan, tapi juga diranah pendidikan dan masyarakat. Artinya  mari sama-sama melihat dan membangun Indonesia melalui cerita-cerita rakyat yg kita punya. Sehingga, Indonesia bisa kembali menjadi sorotan lewat cerita rakyat yang berkembang. Cerita-cerita itu tidak mungkin bisa didengar jika tidak diceritakan. Jadi pesanku hanya mari sama sama mendongeng, boleh melalui media apapun, bisa Instagram, Youtube, Podcast, Facebook, apapun bisa, " ujarnya.

RS AKA Medika Sribhawono Salurkan Zakat Karyawan Ke Dompet Dhuafa Lampung

Lampung Timur - publiklampung.com -- Rumah Sakit (RS) AKA Medika Sribhawono Lampung Timur menyalurkan zakat karyawan kepada Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa Lampung, Kamis (28/1). Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis oleh Direktur RS AKA Medika Sribhawono Idham Hamid kepada Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Yogi Achmad Fajar di RS AKA Medika Sribhawono.RS AKA Medika Sribhawono Salurkan Zakat Karyawan Ke Dompet Dhuafa Lampung. 

Management RS AKA Medika Sribhawono menyadari bahwa ada kewajiban bagi setiap muslim untuk berbagi terhadap sesama melalui zakat. Inilah yang mendasari kebijakan memfasilitasi zakat karyawan RS AKA Medika Shribawono untuk disalurkan secara kolektif.

"Dalam Islam disebutkan bahwa di sebagian rezekimu ada rezeki orang lain," ujar Idham.

Idham berharap bahwa zakat karyawan melalui Dompet Dhuafa Lampung ini bisa tersalurkan dengan tepat kepada mereka yang membutuhkan atau tepat sasaran. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat di Lampung yang amat membutuhkan uluran bantuan. 

"Ya harapan sederhananya, semoga ini bisa membantu mereka yang membutuhkan," imbuh Idham.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Yogi Achmad Fajar menyambut dan menerima dengan baik zakat karyawan RS AKA Medika Sribhawono. Yogi juga mengapresiasi management RS AKA Medika Sribhawono memfasilitasi pelaksanaan ibadah zakat bagi para karyawannya.

“Kami mengapresiasi kepada management RS AKA Medika Sribhawono atas inisiatifnya mengakomodasi ibadah zakat karyawan. Terima kasih atas kepercayaannya menyalurkan donasi zakat karyawan melalui Dompet Dhuafa Lampung,” terang Yogi.

Dengan amanah yang diterima ini, imbuh Yogi, Dompet Dhuafa Lampung siap untuk mendayagunakan dana zakat tersebut untuk disalurkan melalui berbagai program yang tepat sasaran. 

Usai acara simbolis penyerahan donasi zakat karyawan, management RS AKA Medika Sribhawono dan Dompet Dhuafa Lampung menyempatkan melakukan tour rumah sakit, yakni meninjau fasilitas rumah sakit dan menyapa beberapa pasien.

Inilah Wajah Baru Meterai 2021 Yang Dikeluarkan Direktorat Jenderal Pajak

Jakarta - publiklampung.com -- Hari ini, Kamis (28/1), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperkenalkan meterai tempel baru sebagai pengganti meterai tempel lama desain tahun 2014. Meterai tempel baru tersebut sudah bisa diperoleh masyarakat di Kantor Pos seluruh Indonesia.

“Meterai tempel baru ini memiliki ciri umum dan ciri khusus yang perlu diketahui oleh masyarakat,” ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Hestu Yoga Saksama melalui rilis yang diterima publiklampung.com

Ciri umum tersebut diantaranya terdapat gambar lambang negara Garuda Pancasila, angka “10000” dan tulisan “SEPULUH RIBU RUPIAH” yang menunjukkan tarif bea meterai, teks mikro modulasi “INDONESIA”, blok ornamen khas Indonesia, dan seterusnya. Sedangkan ciri khususnya adalah warna meterai didominasi merah muda, serat 

berwarna merah dan kuning yang tampak pada kertas, garis hologram sekuriti berbentuk persegi panjang yang memuat gambar lambang negara Garuda Pancasila, gambar bintang, logo Kementerian Keuangan, serta tulisan “djp” dan sebagainya.

Desain meterai tempel baru mengusung tema Ornamen Nusantara. Tema ini dipilih untuk mewakili semangat menularkan rasa bangga atas kekayaan yang dimiliki Indonesia dan semangat nasionalisme.

Terkait stok meterai tempel edisi 2014 yang masih tersisa, masyarakat masih dapat menggunakannya sampai dengan 31 Desember 2021 dengan nilai paling sedikit Rp9.000,00. Caranya dengan membubuhkan tiga meterai masing-masing senilai Rp3.000,00, dua meterai masing-masing Rp6.000,00, atau meterai Rp3.000,00 dan Rp6.000,00 pada dokumen. DJP mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada akan meterai tempel palsu dan 

meterai tempel bekas pakai (rekondisi). Masyarakat diimbau untuk meneliti kualitas dan memperoleh meterai tempel dari penjual yang terpercaya.

Ketentuan dan pengaturan lebih lengkap dapat dilihat pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4/PMK.03/2021. Untuk mendapatkan salinan peraturan ini dan peraturan lain dapat mengunjungi www.pajak.go.id.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

575x Dibaca

APPGINDO Menanggapi Kebijakan Pemkot Bandarlampung Terkait Gelaran Pernikahan di Era Pandemi

#advetorialpubliklampung

Bandarlampung - publiklampung.com -- Asosiasi Perkumpulan Pengusaha Perlengkapan Pernikahan Indonesia (APPGINDO) Lampung meminta kejelasan atas adanya surat edaran dari Walikota Bandarlampung, Herman HN mengenai pembatasan dalam resepsi pernikahan. 

Surat edaran Walikota Bandarlampung, Herman HN nomor 360/138 tanggal 25 Januari tentang pembatasan kegiatan acara atau pesta di wilayah kota Bandarlampung diterbitkan membuat vendor wedding terancam gulung tikar. 

Ketua APPGINDO Provinsi Lampung, Mardya Tuti, mewakili para vendor wedding lampung mengatakan jika walikota harus segera membuat pertimbangan atas ketetapan tersebut.

"Kami yang terdiri dari beberapa organisasi vendor pernikahan seperti Aspedi, Hastana, Katalia & Tiara Kusuma meminta kepada pak walikota untuk mempertimbangkan kebijakan tersebut," kata Mardya Tuti saat jumpa pers di Hotel Emersia Lampung, Kamis (28/1).

Satu sisi surat edaran walikota tersebut bermaksud menekan angka penyebaran virus Covid-19, akan tetapi perlu adanya kejelasan berapa lama waktu pembatasan tersebut. sehingga tidak merugikan pihak vendor wedding.

Harapannya Walikota Bandarlampung, Herman HN bisa memahami apa yang dirasakan oleh pihak WO.

Termasuk kapasitas tamu undangan, APPGINDO selalu mentaati asal tahu kapan waktu pernikahan ini bisa dilangsungkan, sehingga APPGINDO ingin menyatukan persepsi atas pembatasan kebijakan tersebut. 

"Kami menanyakan kapan waktu pembatasnya ini apa mau disetop apa diteruskan," kata Tuti.

Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Lampung yang diwakili oleh Sekretaris PHRI, Friandi Irawan juga menyampaikan hal senada. PHRI juga bingung dengan kebijakan Walikota Bandarlampung, Herman HN dengan pembatasan prosesi pernikahan sampai kapan dilangsungkan kembali. 

Khusus hotel di provinsi Lampung mendapatkan CHSE yang diterbitkan Kementerian Pariwisata dan Ekraf. 

"Kita juga sudah diaudit kesehatan, dari awal pandemi tidak ada klaster dari hotel dan restoran," katanya.

Diharapkan kepada pemkot Bandarlampung untuk merevisi kebijakan yang mulanya hanya memperbolehkan 50 orang dalam waktu 2 jam menjadi 300 orang dalam setiap acara dengan waktu 5 jam lamanya. 

Para vendor wedding pun, bersiap dan berkomitmen untuk melakukan protokol kesehatan yang terbaik kepada seluruh peserta acara pernikahan. Mereka juga meminta pemerintah, untuk memberikan kelonggaran kapasitas peserta pernikahan, sesuai dengan luas area pelaksanaan pesta.(/adv)


Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Dyah Ayu
Released © publiklampung.com

2522x Dibaca

Selasa, 26 Januari 2021

Dessert Box Lampung Kudapan Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Bandarlampung - publiklampung.com -- Kuliner di Lampung memiliki banyak ciri khas mulai dari kuliner ala Modern hingga yang ala tradisional, ciri khas tentunya dari rasa, bentuk dan keunggulan–keunggulan lainnya yang dimiliki kuliner lampung.

Selain wisata yang sangat indah, lampung juga memiliki kuliner yang tidak kalah saing dari daerah daerah lain, seperti kuliner dessert Box Lampung, Rabu, (27/1).

Dalam wawancaranya, Owner Dessert Box Lampung, Ririn, mengatakan bahwa, kuliner di Lampung cukup berkembang pesat, mulai dari kalangan muda hingga tua banyak sekali yang ingin mempunyai bisnis kuliner, selain itu bisnis kuliner yang unik cepat sekali banyak dicari orang di lampung, Rabu, (27/1).

“Dessert Box Lampung  dimulai pada tahun 2020 lalu, Awalnya kita menjual dessert box saja yang berukuran box 500ml dengan varian chocolate & choco cheese,  Setelah berjalan 2 bulan kita menjual dessert box dengan ukuran box 500ml dan 300ml dengan varian chocolate, choco cheese, greentea, tiramisu, Choco Oreo, strawberry cheese, Kita awalnya berniat untuk membuat dessert box dengan harga yang terjangkau, karena jika saya lihat desert box rata-rata harganya lumayan, jadi kita buat dengan harga terjangkau tetapi tetap kita memilih dari bahan yang berkualitas tentunya supaya rasa dessert tetap enak, Jadi keunggulan dan perbedaan dengan dessert bkx lain yaitu kita memiliki harga yg terjangkau namun rasa tetap nikmat,” ujarnya.

Dessert Box Lampung di harga berkisar  mulai dari Rp.12.000 hinga berkisaran Rp.18.000 untuk semua varian rasa yang ada, dengan harga yang terjangkau dan rasa yang tidak kalah saing dengan dessert lainnya produk ini bahkan terjual hingga luar kota.

“Kita memulai usaha ini di masa pandemi , karena kebetulan pekerjaan utama saya mengajar di salah 1 SMK swasta di Bandar Lampung, disaat pandemi ini banyak waktu luang dikarenakan kita mengajar secara online,  Jadi prospek penjualan saya belum bisa membandingkan saat pandemi atau tidak karena kita mulai disaat pendemi. Tetapi menurut saya untuk penjualan alhamdulillah setiap hari kita produksi dan terjual,” pungkasnya.

Editor : Ikol Mokoagow
Reporter : Zack Mahardika
Released © publiklampung.com

1725x Dibaca

apa perbedaan HKI dan Paten dalam Penemuan Bidang Teknologi

  Kita mungkin sudah tidak asing dan sering mendengar kata hak cipta dan hak paten. Meskipun sudah familiar dengan paten dan cipta, masih ba...